
Hari ini jadwal Fillea melakukan operasi cessar. Valeno yang menemani istrinya saat sudah berada didalam ruang operasi selalu menggenggam tangan istrinya dan terus berada di samping istri nya dan sesekali menciumi seluruh wajah istrinya. Saat tidak lama lagi dirinya akan melihat buah hatinya.
Fillea memeluk tubuh Valeno saat dokter menyuruhnya untuk memiringkan tubuhnya ketika dokter ingin memberikan suntikan di belakang punggung Fillea. Dan Valeno langsung mencium bibir istrinya untuk mengurangi rasa sakit dari suntikan tersebut.
kemudian Valeno selalu mengajak bicara istrinya begitupun dengan beberapa dokter yang sedang melakukan operasi caesar.
Hingga terdengar suara tangisan bayi pertama yang baru diangkat oleh dokter Boy dan diperlihatkan ke arah Fillea. Membuat Fillea langsung meneteskan air mata bahagia begitupun dengan Valeno yang langsung menciumi seluruh wajah istrinya. Sambil mengucap syukur. Hingga terdengar lagi suara tangisan bayi kedua dan juga ketiga. Dan Valeno langsung meninggalkan istrinya saat operasi caesar selesai dan berjalan dengan lancar. Valeno langsung berjalan mendekat ke arah ketiga anak nya dengan perasaan bahagia. Hingga air matanya jatuh tidak tertahan. Kemudian Valeno mengumandangkan adzan di telinga kanan nya dan iqomah di telinga kiri putranya bergantian dengan kedua putrinya. Sebelum ketiga anaknya dimasukkan ke inkubator saat berat masing-masing anaknya tidak lebih dari dua kilogram
Valeno terus saja menatap ke tiga anaknya yang berada di inkubator saat sudah dipindah ke ruang VVIP dimana Fillea mendapat perawatan eksekutif. Begitupun dengan mommy Valeno, bibi Sabila dan juga paman Malik. Yang sejak awal berada dirumah sakit dan begitu bahagia melihat ketiga cucunya yang begitu menggemaskan.
"Apa kalian melupakan aku?" tanya Fillea yang baru terbangun dari tidurnya saat setelah menjalani operasi dirinya merasa mengantuk membuat Valeno langsung mendekat ke arah istrinya.
"Tentu saja tidak," jawab Valeno sambil mencium singkat bibir istrinya yang masih terbaring di atas ranjang.
"Aku ingin melihat ketiga anakku,"
"Baik biar aku panggil suster," sambung Valeno yang langsung menekan bel yang berada di tembok yang tidak jauh dari tempat tidur Fillea. "Jangan bergerak dokter melarangmu untuk bergerak istriku," larang Valeno saat Fillea ingin beranjak dari tidurnya.
"Baiklah,"
"Apa masih sakit?"
__ADS_1
"Sedikit," jawab Fillea sambil tersenyum. Bertepatan dengan ketiga suster yang masuk kedalam ruang perawatan Fillea di ikuti oleh dokter Boy yang akan memeriksa keadaan Fillea. Untuk memastikan keadaan Fillea setelah lima belas jam lalu dilakukannya operasi.
"Bagus tidak ada yang perlu di kuatir kan. Apa nona masih merasakan sakit saat menggerakan tubuh?" tanya dokter Boy setelah memeriksa keadaan Fillea.
"Sedikit dok,"
"Oke kalau begitu nona tetap berbaring,"
"Tapi aku ingin melihat ketiga anakku dok,"
"Boleh. Biarkan suster yang membantu," ucap dokter Boy yang langsung menyuruh ketiga suster untuk menaruh ketiga bayi tersebut di sebelah kanan dan kiri Fillea.
Air mata bahagia Fillea jatuh membasahi pipi melihat ketiga anaknya yang begitu mungil dan begitu menggemaskan. Membuat Valeno langsung menghapus air mata istrinya dan memberikan ciuman singkat di bibir tersebut.
"Puasa yang bawah yang atas bebas," ucap Valeno sambil tersenyum ke arah paman Malik.
"Bisa saja. Minggir sana," ujar mommy Valeno sambil menarik tangan putranya untuk menjauh dari istrinya. Saat dirinya ingin berdekatan dengan menantu dan juga ketiga cucunya.
"Terima kasih sayang. Kamu sudah memberikan mommy cucu tiga sekaligus," ucap mommy Valeno sambil mencium kening menantunya tersebut. "Oh iya sayang kalian sudah menyiapkan nama untuk anak kalian?"
"Sudah dong mom. Yang laki-laki namanya Daehan Waradhana yang ini Daisha Waradhana dan yang ini Dailla Waradhana," jawab Valeno sambil menunjuk satu per satu anaknya yang memang sudah dirinya dan juga Fillea persiapkan dari jauh-jauh hari.
__ADS_1
"Oh iya lucu sekali cucu grandma ini," ujar mommy Valeno yang langsung mencium ketiga cucunya. Kemudian ketiga suster tersebut langsung membawa ketiga bayi tersebut untuk diletakkan di inkubator kembali. Tidak diperbolehkan berlama lama di luar inkubator saat berat ketiga bayi tersebut belum ideal. Valeno langsung mendekat ke arah istrinya kembali saat mommy nya dan juga yang lainnya sedang menatap si kecil di inkubator.
"I love you istriku. Terima kasih wanita terhebatku. Kamu adalah nafasku, dan juga seluruh hidupku. Tidak ada yang lebih berharga di dunia ini selain kamu dan juga anak kita karena sekarang kalian lah duniaku," ucap Valeno sambil menempelkan keningnya di kening istrinya.
"I love you to daddy dari anakku. Dan kamu lah panutan ku dan juga anak kita. Belajarlah untuk menjadi suami dan juga daddy terhebat untuk kami,"
"Tentu aku akan selalu belajar untuk menjadi suami dan juga daddy yang patut kalian banggakan," ucap Valeno yang langsung mencium bibir sang istri.
TAMAT
Terima kasih untuk kalian semua yang sudah mengikuti novel ini sampai tamat. Tanpa kalian aku bukan siapa-siapa terima kasih semuanya ❤❤❤❤😍😍😍
Maafkan atas typo yang masih bertebaran yang membuat mata kalian sakit, sekali lagi maafkan, 🙏🙏🙏
Untuk giveaway maaf untuk novel ini aku tidak mengadakan give away karena novel ini tidak aku kontrak.
Tapi untuk penggantinya aku akan bagi-bagi saldo Shopee pay, atau juga pulsa bagi lima orang yang beruntung yang masing-masing akan mendapatkan @25.000.
Dengan cara komen di bab ini. Dan nanti aku akan memilih komen yang menurut aku komennya paling kreatif dan juga bagus. Dan aku akan umumkan di hari minggu di sini dan juga story ig aku di harumini_12. Terima kasih 😘😘😘😘😘😘
Dan kalian yang ingin ikut giveaway silahkan melimpir ke novel baru aku yang baru publish hari ini tinggal klik profil aku dan kalian akan menemukan novel baru aku. Dan ini penampakan novel baru aku.
__ADS_1