Istri Arogan Sang Cassanova

Istri Arogan Sang Cassanova
BAB 12 Rencana Pernikahan


__ADS_3

"Astaghfirullah hal adzim, Leno apa yang kalian lakukan? Kalian belum mahram!" teriak ibu paruh baya dengan pakaian yang menutupi seluruh tubuhnya dengan kerudung yang menutupi kepalanya, membuat Valeno dan juga Fillea langsung berdiri. 


"Mommy ini tidak seperti apa yang mommy lihat," ucap Valeno sambil mendekat ke arah mommy nya membuat Fillea langsung menautkan kedua alisnya, saat Valeno memanggil wanita paruh baya tersebut dengan sebutan mommy. Pasalnya wanita paruh baya tersebut wanita yang jauh dari kata kurang baik melihat dari pakaian yang digunakannya, berbeda dengan Valeno yang Fillea tahu. 


"Iya tante tadi aku terjatuh tepat di depan Leno, dan dengan sigap Leno langsung meraih tubuhku tante, karena aku merasa grogi ingin bertemu dengan tante," ujar Fillea sambil mendekat ke arah mommy dari Valeno sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan. "Perkenalkan namaku Lea tante," ucap Fillea dan mommy dari Valeno langsung menjabat tangan Fillea. 


"Tapi maaf tante tidak akan percaya kepada kalian," ucap mommy Valeno setelah berjabat tangan. "Mommy tahu pergaulan jaman sekarang, mommy tidak ingin kalian terjerumus dengan pergaulan bebas yang akan merusak moral kalian, dan mommy ingin bulan depan kalian lansung menikah,"


"Apa!" ucap Valeno dan juga Fillea berbarengan. Membuat semua orang yang bareda diruang tamu langusng menghampiri ketiganya. 


"Berlian ada apa ribut-ribut?" tanya bibi Sabila kepada mommy Valeno. 


"Mereka sudah berpelukan dan mesra mesraan sebelum semua terlanjur kita harus menikahkan mereka Sabila," ucap mommy Valeno pada bibi Sabila membuat bibi Sabila langsung tersenyum senang begitupun dengan papah Fillea, paman Malik dan juga daddy Valeno yang begitu antusias dengan ucapan mommy Valeno dan meng iya kan ucapan mommy Valeno agar kedua nya segera menikah. 

__ADS_1


Valeno dan juga Fillea hanya bisa memasang muka datar saat kelima orang tua paruh baya yang selesai menyantap makan siangnya dan sekarang duduk di ruang tamu sedang membicarakan rencana pernikahan Valeno dan juga Fillea tanpa mendengar alasan Valeno dan juga Fillea yang sedari tadi tidak dihiraukan oleh kelima orang tua paruh baya yang sudah begitu antusias. Membuat Fillea langsung menarik tangan Valeno untuk keluar dari dalam rumah. 


"Sayang mau kemana?" tanya bibi Sabila saat menyadari Fillea dan juga Valeno sudah beranjak dari tempat duduknya menuju pintu. 


"Aku ingin keluar bi, mencari udara segar, kalian teruskanlah kami tidak akan lama," jawab Fillea dengan senyum yang mengembang dari kedua sudut bibirnya. 


"Dan itu tolong tangan dikondisikan kalian belum mahram, bermula dari tangan nanti merambah kemana saja," sambung mommy Valeno membuat Fillea langsung melepas tangannya yang masih memegang tangan Valeno. 


*


"Kenapa kamu menatapku begitu? Apa kamu tidak merokok?" tanya Fillea yang langsung mengambil rokok yang dipesannya dan langsung mengambil satu batang rokok lalu menyalakannya. "Ambillah kalau kamu ingin merokok," ucap Fillea sambil menyodorkan bungkusan rokok miliknya kehadapan Valeno membuat Valeno langsung tersenyum. 


"Aku tidak ingin merusak paru-paru ku dengan meracuninya," ujar Valeno membuat Fillea langsung tertawa kencang dan tidak menghiraukan perkataan Valeno, dan Fillea terus menghisap rokok yang berada ditangannya. "Pantas saja tidak ada laki-laki yang ingin mendekatimu, pertama kamu suka dengan balap motor, dan ini rokok? Kamu tahu barang ini bisa merusak hidupmu," ujar Valeno sambil menunjuk rokok milik Fillea yang berada di hadapannya membuat Fillea langsung tertawa kencang. 

__ADS_1


"Masih mending aku hanya merusak diriku sendiri, daripada kamu, yang merusak hidup orang lain hanya untuk memuaskan nafsu kamu saja dasar buaya kampret," sambung Fillea sambil menyemburkan asap rokok dari mulutnya kehadapan Valeno.


"Bagaimana aku merusak hidupnya kalau aku membayar sesuai keinginan mereka," bela Valeno sambil menatap ke arah Fillea. 


"Memang dasar buaya kampret, aku rasa mommy kamu tidak mengetahuinya,"


"Untuk apa kamu memikirkan itu, aku juga merasa papah kamu tidak tahu kelakuan kamu jika di luar," Sambung Valeno membuat Fillea langsung menutup mulutnya. 


"Sudahlah jangan dibahas lagi sekarang bagaimana caranya agar kita bisa membatalkan acara pernikahan kita," 


*


*

__ADS_1


*


Bersambung.............


__ADS_2