Istri Arogan Sang Cassanova

Istri Arogan Sang Cassanova
BAB 29 Merindukannya


__ADS_3

"Leno!" teriak Fillea lagi sambil memeluk tubuh Valeno yang sedang berbaring di kursi duduknya yang sudah di ubah menjadi tempat tidur. "Aku takut, kapan kita akan sampai Leno?" tanya Fillea yang masih memeluk erat tubuh Valeno saat pesawat yang ditumpanginya mengalami turbelensi. 


"Lea, Lea turbulensi begini saja takut, kamu balapan di sirkuit aja berani, jangan bilang kamu mencari kesempatan dalam kesempitan, kamu sengaja ingin memelukku bukan?"


"Enak saja kalau bicara," ujar Fillea yang langsung melepas pelukannya dan kembali lagi berbaring di kursinya saat pesawat nya kembali stabil. 


"Tidak! Leno aku takut!" teriak Fillea lagi dan kembali memeluk tubuh Valeno saat pesawat tersebut mengalami turbulensi kembali. "Kapan kita sampai aku takut Leno,"


"Tidak akan lama lagi kita sampai, kamu tidurlah. Nanti aku bangunkan setelah kita sampai,"


"Biarkan aku memelukmu ya, aku takut,"


"Hem," ujar Valeno dan tangannya reflek memeluk tubuh Fillea yang sudah memposisikan tidur di dada bidang Valeno. 


Senyum terukir di kedua sudut bibir Valeno saat mendapati Fillea sudah tidur nyenyak dalam pelukannya, kemudian Valeno mengingat kembali saat kemarin malam Fillea juga tidur sambil memeluknya. 


Cup


Kecupan singkat dari Valeno yang mendarat tepat di pucuk kepala Fillea, membuat Fillea menggeliat dan Valeno langsung mengeratkan pelukannya dan ikut memejamkan matanya saat perjalanan masih jauh. 


Valeno langsung membangunkan Fillea saat pesawat sudah mendarat di bandar udara Internasional Da Vinci tepat di Roma pusat ibu kota Italia setelah menempuh penerbangan selama kurang lebih tujuh belas jam. 


"Apa kita sudah sampai?" tanya Fillea sambil menguap membuat Valeno hanya mengangguk sambil beranjak hari duduknya. 


"Apa kakimu masih sakit?"

__ADS_1


"Tidak, hanya saja kepalaku masih pusing," jawab Fillea dan Valeno langsung mengulurkan tangannya tapi langsung ditampik oleh Fillea. 


"Aku bisa jalan sendiri," ujar Fillea yang langsung beranjak dari tempat duduknya dan langsung berjalan mendahului Valeno yang langsung mengikuti Fillea dari belakang. 


Valeno langsung membantu Fillea menuruni anak tangga saat Valeno mendapati Fillea kesusahan saat akan menuruni anak tangga turun dari pesawat. 


"Dasar keras kepala aku tahu kaki kamu masih sakit," ucap Valeno membuat Fillea hanya nyengir kuda. 


"Terima kasih Leno,


"Heh," sambung Valeno sambil terus membantu Fillea berjalan keluar dari dalam bandara. 


Keduanya langsung masuk ke dalam sebuah mobil yang memang sudah disediakan oleh pihak hotel di mana keduanya menginap. 


"Selamat datang kembali pak Leno, selamat untuk pernikahan pak Leno," ucap sopir tersebut sebelum melajukan kendaraannya. Membuat Valeno hanya mengangguk. 


"Tidurlah lagi kalau kamu masih mengantuk kita akan sampai hotel sekitar satu jam lagi," ujar Valeno yang langsung mengambil ponsel milik Fillea saat Fillea sedang asyik dengan ponselnya tanpa mendengar perkataan Valeno. 


"Leno kembalikan tidak ponselku?"


"Aku sedang bicara denganmu Lea,"


"Iya maaf, aku tidak mengantuk lagi, aku sudah menjawab bukan?"


"Urungkan saja nonton motoGP nya, lihatlah kaki kamu masih belum sembuh dan tadi kamu bilang masih pusing,"

__ADS_1


"Enak saja, aku kesini karena ingin nonton motoGP langsung, lagian kakiku sudah sembuh dan aku juga tidak merasakan pusing lagi," ucap Fillea sambil merebut ponsel miliknya yang masih berada di tangan Valeno. 


"Tapi kalau ada apa-apa jangan salahkan aku,"


"Tidak akan, aku akan baik-baik saja apalagi aku akan bertemu dengan…"


"Valentino Rossi, Maverick Vinales dan siapa lagi itu request, jak ngiler," sambung Valeno memotong perkataan Fillea. 


"Itu tahu, tapi ada satu lagi, ahh aku sangat merindukannya," ujar Fillea sambil tersenyum senang dan kembali bermain ponsel sambil tersenyum senyum sendiri. 


"Merindukannya? Siapa?" tanya Valeno penasaran sambil mengangkat kedua alisnya. 


"Adalah, jangan kepo, apa kamu lupa surat perjanjian kita? Kalau kita jangan pernah mencampuri urusan pribadi masing-masing," jelas Fillea tanpa menatap ke arah Valeno karena asyik dengan ponselnya. "Leno!"


*


like


like


*


komen


komen

__ADS_1


Bersambung..........


__ADS_2