Istri Arogan Sang Cassanova

Istri Arogan Sang Cassanova
BAB 79 Maksud Lain


__ADS_3

 


"Pergilah aku tidak ingin melihatmu Leno," ujar Fillea yang sudah membuka matanya. "Urus saja Jes…" ucapan Fillea terhenti ketika Valeno mencium bibir Fillea sambil memeluk tubuh istrinya. 


"Jangan pernah kamu menyuruhku pergi. Karena aku tidak akan pernah pergi selangkah pun meninggalkan kamu Lea. Tidak akan pernah. Lebih baik aku mati daripada aku harus pergi dari mu. Ingat ucapanku ini," ujar Valeno sambil menempelkan keningnya di kening Fillea setelah melepas tautan bibirnya. 


"Aku juga tidak ingin kamu pergi dari ku," sambung Fillea di lanjut memeluk tubuh Valeno. 


"Lepaskan pus. Aku tidak ingin menyakiti anakku,"


"Jelaskan padaku dan jangan ada satupun yang terlewat. Tentang kejadian di kantor tadi,"


"Baik pus tapi lepaskan pelukanmu. Aku tidak ingin menyakiti anakku," pinta Valeno membuat Fillea langsung melepas pelukannya. Dan Valeno menceritakan semuanya pada Fillea tanpa ada sedikitpun yang terlewat. 


"Oh begitu. Baguslah kalau kamu tidak tergoda,"


"Jelas saja tidak. Karena aku sudah memiliki kamu," sambung Valeno sambil mencubit hidung istrinya. "Oh ya pus. Kenapa tadi di kantor kamu tidak ingin mendengar penjelasan dariku? Padahal aku tahu kamu tidak akan percaya kalau kamu tidak ada bukti,"


"Tidak tahu. Rasanya emosi aku sudah tidak bisa ditahan. Mungkin bawaan bayi kali,"


"Kenapa kamu tidak memberi tahu kabar yang begitu membahagiakan kalau kamu sedang hamil pus? Kamu anggap aku apa? Kamu sungguh tega padaku pus,"

__ADS_1


"Jangan sok dramatis begitu. Aku juga baru mengetahuinya dan tadi aku ke kantor kamu ingin memberi tahu tapi kamu malah sedang berpelukan,"


"Aku sudah bilang pus. Aku tidak memeluknya,"


"Bodo amat. Yang penting aku melihat kalian berpelukan ti…" Valeno langsung mel"mat bibir Fillea agar istrinya tidak berkata lagi. Dan keduanya terlibat ciuman panas saat keduanya bergantian ***** mel*mat. Tidak menyadari kalau ada seseorang masuk kedalam ruang perawatan Fillea. 


"Ehem. Maaf saya mengganggu," ujar dokter Boy menghentikan ciuman panas Valeno dan juga Fillea. Kemudian Valeno langsung membalik tubuhnya menatap dokter Boy. 


"Tidak masalah dok. Ada perlu apa dokter datang kemari?" tanya Valeno ketus karena sebelumnya dokter Boy sudah memeriksa Fillea dan memberi tahu Valeno semuanya. 


"Saya ingin memberikan vitamin ini untuk ibu Lea," ujar dokter Boy sambil menaruh vitamin di meja di samping ranjang Fillea. 


"Saya sekalian ingin memeriksa keadaan ibu Lea," jawab dokter Boy yang langsung memegang perut Fillea untuk memeriksanya. 


"Berhenti dok. Dokter jangan mencari kesempatan dalam kesempitan. Dokter belum lama memeriksa istri saya. Dan istri saya sudah baik-baik saja sekarang," sambung Valeno sambil menyingkirkan tangan dokter Boy. 


"Leno, biarkan dokter Boy menjalankan tugasnya,"


"Tapi pus,"


"Leno," sambung Fillea sambil menarik tangan Valeno. "Dokter silahkan di lanjutkan,"

__ADS_1


"Pus,"


"Suamiku. Diam lah!" perintah Fillea membuat Valeno tidak bisa berkata apa-apa lagi saat dokter Boy memeriksa istrinya.


Huff


Valeno menghembuskan nafasnya kasar saat dokter Boy sudah selesai memeriksa Fillea dan keluar dari ruangan. 


"Pus. Aku tidak suka dengan dokter Boy. Aku rasa dia hanya ingin mencari kesempatan dalam kesempitan agar bisa memegang dirimu,"


"Dia kan dokter ya tentu saja kalau memeriksa pasien harus di pegang,"


"Tapi aku rasa dia ada maksud lain," 


"Jangan berkata yang bukan-bukan,"


"Tapi aku tidak suka dengannya. Aku ingin kita cari dokter kandungan yang perempuan saja Oke. Tidak ada bantahan. Aku tidak ingin ada pria selain akun yang boleh memegang kamu pus,"


"Bodo amat,"


*Like*Komen*Bersambung..................

__ADS_1


__ADS_2