
"Leno kamu mau kemana?" tanya papah Fillea saat berpapasan dengan Valeno tepat saat Valeno baru keluar dari ruang perawatan Fillea.
"Aku ada urusan yang tidak bisa ditinggalkan pah, aku pergi dulu pah. Tolong jaga istriku pah," ucap Valeno sambil mengangkat ponsel miliknya yang kembali berdering.
"Leno tunggu!" teriak papah Fillea tapi tidak didengarkan oleh Valeno yang malah mengangkat tangannya ke arah mertuanya tersebut saat masih berbicara dengan seseorang didalam ponselnya. Membuat papah Fillea langsung mengambil dompet Valeno buang baru saja terjatuh kemudian papah Fillea langsung masuk ke dalam ruang perawatan Fillea.
"Sayang ini dompet suamimu. Tadi dia tidak sengaja menjatuhkannya," ucap papah Fillea sambil menaruh dompet milik Valeno diatas meja di sisi ranjang Fillea.
"Terima kasih pah. Papah pulang saja istirahat ada bibi Sabila yang menemaniku disini," ujar Fillea sambil tersenyum ke arah papah nya.
"Biar bibi kamu saja yang pulang sayang. Papah akan berada di sini bersamamu. Bibi kamu akan pulang ke Dubai biar dia istirahat dulu di rumahnya,"
"Aku akan tetap di Indonesia Hijo. Kamu tenang saja," sambung bibi Sabila.
"Bagaimana dengan Malik dan juga Xavier anak kamu?" tanya papah Fillea penasaran pada bibi Sabila.
"Mas Malik juga akan menyusul ku, begitu juga Xavier. Apa kamu lupa tidak lama lagi Xavier juga akan menikah dan calon istrinya orang Indonesia. Jadi aku harus tetap di Indonesia untuk mempersiapkan pernikahan anakku. Aku ingin mempersiapkan semuanya dengan istimewa," ujar bibi Sabila dengan tersenyum senang.
"Bi bukannya pernikahan Vier masih tahun depan?" sambung Fillea bertanya pada bibi Sabila.
__ADS_1
"Iya sayang. Bibi hanya ingin dekat dengan calon istri Vier, kamu tahu Vier tidak memperkenalkan dia pada bibi. Bibi hanya tahu dari foto yang ditunjukan Vier," jelas bibi Sabila sambil tersenyum.
"Ya sudah kalau begitu aku pulang dulu," sambung papah Fillea sambil mengambil dompet milik Valeno yang sebelumnya dirinya letakkan di atas meja. "Sekalian papah mengantarkan dompet suami kamu ke perusahaan nya," ujar papah Fillea sambil mencium singkat kening Fillea dan langsung keluar dari ruangan tersebut.
*
Veleno langsung memarkirkan mobil yang dibawanya tepat di tempat parkir apartemen mewah yang berada di pusat kota yang begitu elite.
Valeno langsung menghembuskan nafasnya kasar menuruni mobilnya. Kemudian dirinya menuju unit apartemen yang terdapat di lantai paling atas. Valeno langsung menekan tombol pass code unit apartemen tersebut dan langsung masuk ke dalamnya.
Mata Valeno langsung tertuju pada tempat tidur, kemudian dirinya mendekati tempat tidur tersebut sambil menatap seseorang yang sedang berbaring di atasnya.
"Terima kasih kamu sudah datang Leno," ucap seseorang yang baru saja beranjak dari tidurnya dan memotong perkataan Valeno.
"Ya ampun apa yang terjadi padamu Jessi?" tanya Valeno kuatir dan mendekat ke arah wanita tersebut sambil menatap inten wajah wanita tersebut.
"Aku sudah mengatakan padamu di telepon kalau…"
"Aku tahu. Kamu tunggu di sini aku akan mengambil kotak p3k," ujar Valeno memotong perkataan wanita tersebut sambil beranjak dari duduknya.
__ADS_1
"Leno sakit," ujar wanita tersebut sambil meringis kesakitan saat Valeno sedang mengobati luka wanita tersebut yang penuh luka di sebagian wajahnya.
"Kamu harus kerumah sakit. Agar kamu mendapat perawatan," ujar Valeno sambil membuka selimut yang masih menyelimuti wanita tersebut.
"Ya ampun Jessi kaki kamu juga terluka," ujar Valeno saat membuka selimut tersebut dan mendekati kedua kaki wanita tersebut penuh dengan luka memar. Kemudian Valeno langsung mengangkat tubuh wanita tersebut. "Jangan menolak kamu harus mendapat perawatan,"
"Terima kasih Leno," ucap wanita tersebut yang langsung melingkarkan kedua tangannya di leher Valeno.
Valeno berjalan dengan terburu buru sambil membopong wanita tersebut menuju mobil miliknya tapi langkahnya langsung terhenti saat ada seseorang yang menghalangi langkahnya.
*
Like
*
Komen
Bersambung..........
__ADS_1