
"Astaghfirullah hal azim, Leno. Lea! Kenakan pakaian kalian, itu aurat, dan apa-apaan kalian bercumbu di tempat umum begini," ujar mommy Valeno di dampingi oleh Jimy yang tiba-tiba sudah berada di depan Valeno dan juga Fillea sambil bertolak pinggang.
"Mommy,"
"Mommy," ucap Valeno dan juga Fillea berbarengan sambil beranjak dari tempat tidur pantai dan Fillea langsung mengambil kain miliknya untuk menutupi tubuhnya saat dirinya hanya menggunakan bikini.
"Astagfirullah apa yang kalian lakukan di depan umum seperti ini dimana urat malu kalian?" tanya mommy Valeno dengan kesal.
"Mom kami sudah menikah, wajar lah. Lagian disini juga semua orang sama," bela Valeno.
"Iya mom," sambung Fillea.
"Diam kalian berdua, ini perbuatan dosa mengumbar aurat di depan orang banyak begini, ditambah lagi kalian… Ach kalian membuat mommy emosi. Sudah cepat ikut mommy kembali ke hotel, daddy sedang menunggu kalian," ujar kesal mommy Valeno yang langsung pergi meninggalkan pantai santa marinella diikuti Valeno dan juga Fillea di belakang yang saling bergandengan tangan.
"Kenapa mommy datang kemari dan tidak memberitahuku?" tanya Valeno saat semuanya sudah berada di dalam mobil menuju hotel.
"Kamu tidak perlu tahu," ujar mommy Valeno singkat yang langsung menatap Fillea yang duduk di sampingnya. "Apa kamu tidak membawa baju?" tanya mommy Valeno membuat Fillea langsung menggelengkan kepalanya. "Astagfirullah ya Allah," ucap mommy Valeno sambil mengelus dadanya dan menggelengkan kepalanya.
"Maaf mom," ujar Fillea membuat mommy Valeno hanya mengangkat tangannya agar Fillea tidak meneruskan perkataannya.
"Tadi aku yang menyuruhnya mom," bohong Valeno padahal Valeno sudah melarang Fillea sebelum berangkat ke pantai.
"Suami macam apa kamu, memamerkan aurat istrimu di depan umum," ucap mommy Valeno sambil menoyor kepala anaknya yang duduk tepat di depannya berdampingan dengan Jimy yang sedang mengendarai mobilnya sambil tersenyum.
"Tapi Lea pergi bersamaku mom,"
__ADS_1
"Diam! Kalian membuat mommy menjadi pusing," sambung mommy Valeno sambil memegangi keningnya.
*
"Astagfirullah," ujar daddy Valeno sambil menutup matanya dengan kedua tangannya saat melihat Fillea dan juga Valeno diikuti istrinya dari belakang yang baru masuk kedalam kamar hotel. Membuat Fillea langsung berlari menuju lemari pakaian untuk mengambil baju tapi tidak dengan Valeno yang langsung menuju sofa.
"Leno ganti celanamu itu!" perintah mommy Valeno saat Valeno masih menggunakan celana boxer yang minim hingga gundukan di dalamnya terlihat jelas walaupun penghuni di dalamnya sedang tertidur.
"Benar kata mommy kamu Leno, jangan kamu menyaingi milik daddy,"
"Punya daddy kecil. Masih besaran punya aku dad,"
"Oh itu tidak boleh terjadi,"
"Daddy! Leno!" teriak mommy Valeno membuat Valeno langsung berlari menuju lemari pakaian. Dan daddy Valeno langsung memeluk pinggang istrinya.
"Bagaimana darah tinggi tidak naik, Lery keras kepala dan tidak pernah menuruti perintah mommy, ini karena daddy selalu mengungkungnya dari kecil,"
"Ko jadi daddy yang disalahkan,"
"Iya siapa lagi kalau bukan daddy, yang selalu melarang ini tidak boleh itu tidak boleh dari Lery masih kecil, giliran sudah besar jadi membangkang seperti ini," ucap mommy Valeno yang langsung menuju sofa dan menyandarkan kepalanya di sandaran sofa sambil memegangi keningnya.
"Maafkan daddy mommy, ini adalah ujian yang Allah berikan kepada kita," ujar daddy Valeno sambil duduk di samping istrinya dan langsung memeluk bahu istrinya.
"Dan tadi Leno dan juga Lea, ya Allah mereka benar-benar membuat darah tinggi mommy naik,"
__ADS_1
"Ada apa dengan mereka mommy?"
"Mereka mengumbar aurat di depan umum dan berbuat yang tidak senonoh, ya Allah," jelas mommy Valeno sambil menatap suaminya yang sedang tersenyum. "Kenapa tersenyum begitu?"
"Apa kamu lupa dulu kita juga seperti itu bercumbu tidak tahu tempat di mana ada kesempatan kita selalu bercumbu,"
"Jangan bahas masa lalu, mommy kalau mengingat itu malu sendiri,"
"Tapi mau kan dulu?"
"Maulah kan sedang dimabuk asmara," sambung Valeno yang sekarang sudah berada di sofa sambil menggandeng tangan Fillea. "Mommy pintar sekali menasehati aku, mommy sendiri dulu juga sama," ucap Valeno.
"Itu kan dulu, waktu mommy masih muda,"
"Dan sekarang giliran aku dan juga Lea istriku," sambung Valeno sambil memeluk bahu Fillea saat keduanya sudah duduk bergabung di sofa yang berada di dalam kamar hotel miliknya. Membuat daddy Valeno langsung menautkan kedua alisnya menatap anak dan juga menantunya yang duduk tepat di hadapannya.
"Oh iya kenapa daddy dan juga mommy menyusulku saat aku sedang berbulan madu? Mengganggu bulan madu ku saja," tanya Valeno tapi tidak ada jawaban dari keduanya, yang langsung menatap tajam keduanya bergantian.
*
Like
*
Komen
__ADS_1
Bersambung...........