Istri Arogan Sang Cassanova

Istri Arogan Sang Cassanova
BAB 87 Tangguh


__ADS_3

Bug


Fillea langsung menendang tubuh Jessi hingga membenturkan dinding dan menghentikan langkah Valeno yang akan menghampiri istrinya. Kemudian Valeno tersenyum senang mendapati istrinya begitu tangguh. 


"Jangan coba-coba menyentuh diriku wanita yang begitu menjijikan seperti dirimu Jessi!"


Plak


"Ini karena kamu berani menyentuhku!"


Plak plak


"Ini karena kamu sudah menyebabkan papah meninggal!" tegas Fillea setelah menampar pipi Jessi. Diakhiri menendang tubuh Jessi membuat Jessi jatuh tersungkur. 


"Dan ini bonus yang seharusnya wanita sepertimu dapatkan!"


"Istriku hentikan. Jangan kotori tangan dan juga kakimu dengan menyentuhnya," larang Valeno sambil memeluk Fillea saat istrinya tersebut ingin menendang tubuh Jessi kembali. "Bangun!" perintah Valeno pada Jessi membuat Jessi langsung berdiri sambil tersenyum sinis pada Valeno yang berdiri tepat di hadapan nya. 


"Puas kamu sudah menyiksa ku begini Leno? Apa kamu lupa kamu…"

__ADS_1


Plak


Valeno menampar pipi Jessi sebelum Jessi menyelesaikan perkataannya. 


"Lupa kalau aku yang pertama merenggut kehormatanmu begitu? Aku sungguh bodoh bisa tertipu dengan dirimu. Bukan aku yang pertama merenggut kehormatanmu Jess,"


"Leno kamu tahu sendiri…"


Plak Valeno menampar pipi Jessi kembali dan menghentikan perkataan Jessi. 


"Aku baru tahu kamu sudah membohongi ku dengan kamu melakukan operasi selaput. Dasar wanita licik!"


"Apa yang kamu katakan itu tidak benar Leno. Kamu yang pertama merenggut nya,"


Valeno tersenyum sinis sambil menatap Jessi. 


"Dasar wanita licik. Yang rela melakukan apapun untuk mendapatkan apa yang kamu inginkan. Dan ingat di negara ini ada hukum yang berlaku. Dan aku sudah bisa menjebloskan kamu ke dalam penjara dengan bukti yang akurat setelah apa yang kamu lakukan kepada papah dari istriku!"


"Tapi sebelum itu biarkan aku memberi pelajaran pada wanita satu ini!" sambung seseorang dengan tubuh kekar yang ikut masuk kedalam penjara tersebut. 

__ADS_1


"Be_ Berto," ucap Jessi terbata bata sambil memundurkan langkahnya. 


"Kenapa? Apa kau takut? Dasar wanita j*lang!" bentak Berto suami dari Jessi.


"Bro jangan lakukan itu. Disini negara hukum," ucap Valeno sambil menahan tangan Berto yang ingin melayangkan pukulan ke arah Jessi. 


"Lepaskan. Aku harus memberi pelajaran pada istri yang tidak tahu diri. Yang rela menyakiti anak kandung nya sendiri karena anaknya tidak sempurna,"


"Istri?" tanya Valeno penasaran pasalnya dulu Jessi pernah bilang kalau sudah bercerai dengan Berto. 


"Kenapa? Apa dia menjual kesedihan padamu? Dengan mengatakan aku sudah menganiaya wanita busuk ini. Dan pergi meninggalkannya demi wanita lain? Itu semua bohong! Dia yang sebenarnya meninggalkan aku dan juga anak kita. Setelah perusahaan aku bangkrut, kemudian dia melukai dirinya sendiri dan menjebloskan aku ke dalam penjara atas tuduhan kekerasan dalam rumah tangga. Tapi setelah aku mengajukan banding. Dan polisi menemukan bukti kalau aku tidak bersalah. Aku dibebaskan dari penjara. Aku sudah menceritakan pada Mario semuanya. Hingga aku bisa berada di sini," jelas Berto sambil menatap tajam ke arah Jessi. 


"Berto aku tidak bermaksud untuk…"


"Diam!" bentak Berto memotong perkataan Jessi yang sekarang bersimpuh sambil memegangi kaki Berto. "Berdiri atau aku akan menendang kamu. Seperti kamu menendang anak kamu sendiri. Cepat! Aku hitung sampai tiga. Jangan sampai aku kehilangan kesabaran,"


"Aku mohon maafkan aku Berto,"


"Maaf kamu bilang? Memang mudah mengatakan kata maaf. Apa aku harus memaafkan kamu setelah apa yang kamu lakukan kepada anak kamu sendiri? Dasar wanita tidak tahu diri. Rasakan ini!"

__ADS_1


"Hentikan jangan lakukan itu!"


*Like*Komen*Bersambung............


__ADS_2