
Dokter langsung tersenyum mendengar pertanyaan dari bi Surti. Dan mempersilakan Fillea dan juga bi Surti untuk duduk.
"Dok jawab…"
"Betul bu. Nona sedang mengadung dan usia kandungannya memasuki usia empat minggu," sambung dokter Boy memotong perkataan bi Surti yang ingin bertanya pada dokter Boy kembali. Membuat Fillea langsung membulatkan matanya dan menutup mulutnya.
"Dokter tidak berbohong? Aku sungguh sedang hamil?" tanya Fillea begitu antusias.
"Iya nona sedang hamil. Dan saya akan membuat resep obat dan juga vitamin yang dibutuhkan saat nona sedang hamil di trimester pertama."
"Terima kasih dok," sambung Fillea yang langsung memeluk tubuh bi Surti yang duduk di sampingnya. "Bi aku senang sekali. Sudah lama aku menantikan hari ini," ujar Fillea dengan penuh kebahagian. "Aku akan memberi tahu Leno bi. Pasti dia juga sangat bahagia,"
"Selamat non. Bibi yakin den Leno merasakan kebahagiaan seperti apa yang non Lea rasakan,"
"Baiklah aku akan pergi menemuinya di kantor siang ini," ujar Fillea sambil melepas pelukan nya.
*
*
*
Valeno berjalan dengan terburu buru masuk ke dalam ruang kerjanya saat di dirinya baru kembali dari ruang rapat diikuti oleh Mario dari belakang.
"Mario. Aku sudah bilang jangan sampai dia datang ke kantor. Apa kamu tidak mengerti apa yang aku perintahkan?"
__ADS_1
"Maaf Pak. Dia memaksa untuk masuk pak. Dan dia akan…"
"Jangan katakan apapun," sambung Valeno memotong perkataan Mario dan langsung masuk ke dalam ruang kerjanya.
"Sayang, akhirnya kamu kembali. Aku sudah lama menunggumu. Apa kamu tidak merindukan aku sayang?"
"Keluar atau aku akan memanggil Mario untuk menyeret kamu Jes!"
"Kenapa kamu kejam sekali sayang. Apa kamu sudah benar-benar melupakan aku? Tentu saja tidak akan pernah. Aku tahu persis siapa kamu sayang. Aku tidak masalah kamu menjadikan aku yang kedua. Aku akan menerimanya. Dan aku akan merahasiakan dari istri kamu yang hanya menjadi pelampiasan untukmu Leno sayang."
"Pergi dari ruanganku sekarang juga!"
"Aku tidak mau. Aku akan tetap berada disini,"
"Aku tidak akan pergi kemanapun," sambung Jessi memotong perkataan Valeno dan mendekat ke arah Valeno.
"Apa yang kamu inginkan?"
"Dirimu hanya dirimu Leno ku sayang." jawab Jessi sambil membenarkan dasi yang Valeno gunakan. "Apa kamu sudah melupakan apa yang pernah dulu kamu katakan. Kalau kita akan hidup bahagia bersama dalam sebuah keluarga?"
"Itu dulu berbeda dengan sekarang," jawab Valeno sambil menyingkirkan tangan Jessi.
"Tentu saja masih sama Leno. Kamu tahu kamu orang pertama yang merenggut kehormatanku dan kamu berjanji padaku kamu tidak akan pernah meninggalkanku apapun yang terjadi. Apa kamu masih ingat itu?"
"Jangan katakan apapun lagi. Dan pergi sekarang juga!" perintah Valeno dan menjauh dari Jessi.
__ADS_1
"Leno aku mohon. Jadikan aku yang kedua aku tidak akan mempermasalahkan hal itu," ucap Jessi sambil memeluk tubuh Valeno dari belakang.
"Aku tidak bisa Jes. Lepaskan aku. Aku sudah mempunyai kehidupan sendiri,"
"Tapi kehidupan aku hanya kamu Leno. Tidak ada yang lain,"
"Jes. Aku mohon jangan begini. Aku sudah bahagia bersama istriku,"
"Apa kamu tidak ingin melihat aku bahagia Leno? Mana janjimu dulu yang akan selalu membuat aku bahagia? Apa aku tidak boleh bahagia?" tanya Jessi sambil melepaskan pelukan nya dan dirinya langsung menangis. "Kebahagiaan aku hanya kamu Leno. Hanya kamu. Aku tidak masalah kamu sudah mencintai Lea. Aku hanya ingin bersamamu Leno. Hanya itu kebahagiaanku," ujar Jessi sambil berjongkok dan menangis lebih kencang lagi. "Aku tidak punya siapa-siapa lagi di dunia ini. Hanya kamu yang aku harapkan Leno. Hanya kamu,"
"Jangan begini Jes. Berdirilah," ujar Valeno mendekat ke arah Jessi dan langsung membantu Jessi untuk berdiri. Membuat Jessi langsung memeluk tubuh Valeno.
"Leno. Biarkan aku memeluk dirimu seperti ini," pinta Jessi sambil menangis membuat Valeno merasa iba dan membiarkan Jessi menangis sambil memeluk dirinya.
"Bagus teruskan saja,"
*
Like
*
Komen
Bersambung...........
__ADS_1