
Fillea terus menatap suaminya yang sedang sibuk menyiapkan perlengkapan si kecil di tiga koper kecil dengan dua berwarna merah muda dan satu lagi berwarna biru untuk anaknya yang tidak akan lama lagi akan lahir di dunia ini. Saat Valeno dan juga Fillea sudah mengetahui jenis kelamin ketiga anaknya yang masih berada di dalam perut.
"Apa kamu sudah siap istriku?" tanya Valeno menghampiri sang istriku yang sedang duduk di atas tempat tidur saat dirinya sudah selesai menyiapkan semua perlengkapan calon buah hatinya, meskipun dirinya sudah menyewa tiga baby sitter untuk calon anaknya. Tapi sebagai calon ayah yang baik dirinya tidak akan menyia nyiakan kesempatan langka untuk menyiapkan seluruh keperluan calon anaknya seorang diri. Saat dirinya akan menjadi seorang ayah bukan dari satu bayi melainkan tiga bayi sekaligus.
"Aku takut Leno," jawab Fillea mengingat kembali dirinya akan menjalani operasi caesar atas perintah sang suami di usia kandungannya yang sekarang sudah memasuki usia sembilan bulan. Dan esok hari dirinya akan menjalani operasi caesar.
"Tidak usah takut. Aku akan selalu bersama kamu istriku," ujar Valeno sambil mencium singkat bibir istrinya.
"Bagaimana aku tidak takut. Kalau perut aku akan dibelah. Membayangkan saja aku sudah takut. Aku sudah bilang padamu aku ingin menjalani persalinan normal,"
"Dan aku tidak ingin melihat kamu kesakitan saat menjalin persalinan dengan normal istriku sayang aku tidak ingin itu terjadi," jelas Valeno saat sebelumnya Valeno sudah berkonsultasi ke dokter kandungan istrinya jika persalinan normal itu ada tahap tahap nya. Yang memakan waktu lama dan juga rasa sakit yang luar bisa. Ditambah lagi Mario memberikan riset dan juga video-vidio orang yang sedang melahirkan dengan cara normal dan juga caesar dari beberapa sumber. Yang membuat Valeno yakin istrinya tidak diperbolehkan untuk melahirkan secara normal.
"Tapi itu sudah menjadi kodrat seorang wanita Leno suamiku,"
__ADS_1
"Tidak bisa. Aku hanya ingin kamu melahirkan dengan cara caesar titik apalagi yang ada di rahim kamu bukan hanya satu bayi tapi tiga istriku sayang. Dan aku tidak ingin lubang kenikmatan rusak karena kamu melahirkan secara normal,"
"Kata siapa?"
"Aku lihat sendiri di video yang Mario bawa dan memperlihatkan wanita yang sedang melahirkan secara normal itunya di gunting agar bayinya keluar, dan juga dijahit. Aku tidak bisa membayangkan bila itu terjadi pada kamu,"
"Itulah hebat nya wanita. Dia mampu menjalani itu semua dan berjuang antara hidup dan mati untuk bisa melihat buah hatinya. Dan rasa sakit itu hilang saat sudah melihat buah hatinya Leno suamiku," jelas Fillea sambil tersenyum ke arah suaminya.
"Kamu juga wanita hebat tanpa melahirkan secara normal karena kamu bisa memberikan aku tiga anak sekaligus. Asal kamu tahu? Kamu istri terhebat ku yang selalu ada di sampingku disaat suka dan duka yang aku rasakan selama ini dan selalu membimbingku untuk terus memperbaiki diri. Dan yang terpenting kamu selalu hebat diatas ranjang," ujar Valeno yang langsung memeluk tubuh istrinya.
"Racun apa?"
"Racun m e s u m,"
__ADS_1
"Tidak apa dengan istri sendiri. Oh ya sebelum ke rumah sakit kita…"
"Tidak mau," sambung fillea memotong perkataan suaminya tahu apa yang ingin suaminya katakan.
"Sekali saja. Sebelum aku puasa,"
"Tidak," ucap Fillea yang langsung beranjak dari tempat tidurnya membuat Valeno langsung memeluk istrinya dari belakang.
*
*
*
__ADS_1
*Komen*Komen*Komen sebelum TAMAT.