
"Lea, Lea bangun apa yang terjadi denganmu, Lea!" teriak Valeno sambil menepuk nepuk pipi Fillea saat tidak ada pergerakan dari Fillea dan mata Fillea terpejam, membuat Valeno panik dan langsung mengangkat tubuh Fillea keluar dari kamar mandi saat Fillea sudah tidak sadarkan diri.
Valeno begitu panik dan mondar-mandir di dalam kamar hotel nya saat Fillea masih belum sadarkan diri dan dokter sedang memeriksa keadaan Fillea.
"Dok bagaimana keadaan istriku apa dia baik-baik saja dok?" tanya Valeno setelah dokter selesai memeriksa keadaan Fillea.
"Tenang saja tuan, nona baik-baik saja, nona hanya mengalami demam dan juga kelelahan,"
"Kenapa dia masih belum sadarkan dok?"
"Sebentar lagi nona akan sadarkan diri, setelah nona sadarkan diri, mohon langsung berikan obat yang sudah saya berikan, dan jangan biarkan nona melakukan aktivitas apapun agar nona cepat sembuh, dan saya permisi tuan," ujar dokter yang langsung pergi meninggalkan kamar hotel di antar oleh Jimy.
"Lea bangunlah, maafkan aku Lea, aku mohon bangunlah," ucap Valeno sambil memegangi tangan Fillea saat dokter dan juga Jimy sudah pergi dari kamarnya. "Sekali lagi maafkan aku Lea, maafkan aku," ucap Valeno lagi sambil mendekatkan wajahnya ingin mencium kening Fillea sebelum Fillea membuka matanya dan menampar pipi Valeno.
"Leno jangan kurang ajar," ujar Fillea beranjak dari tempat tidurnya sambil memegangi keningnya membuat Valeno langsung menahan tubuh Fillea saat Fillea akan terjatuh.
"Kamu sedang sakit Lea, jangan beranjak dari tempat tidur," ucap Valeno yang langsung merebahkan tubuh Fillea di atas tempat tidur lagi membuat Fillea langsung mengikuti perintah Valeno saat dirinya merasa sangat pusing dan juga merasa lemas. "Sekarang kamu makan dulu setelah itu kamu minum obat," ujar Valeno yang langsung mengambil makanan yang sudah tersedia di atas nakas dan menyuapi Fillea walaupun sebelumnya Fillea menolak untuk disuapin Valeno.
"Leno?"
__ADS_1
"Heh," jawab Valeno sambil menyuapi makanan ke mulut Fillea. "Jangan bicara lagi kamu habiskan dulu makanan ini dan setelah itu kamu minum obat, kamu tenang saja yang mengganti pakaian kamu tadi pelayanan," jelas Valeno tahu apa yang akan dikatakan oleh Fillea, membuat Fillea tidak berkata lagi hingga Valeno dengan telaten menyuapi Fillea sampai habis dilanjutkan dengan memberi obat.
"Terima kasih," ucap Fillea setelah Valeno selesai memberi obat kepadanya. Membuat Valeno hanya mengangguk dan membetulkan selimut Fillea.
"Sekarang kamu tidurlah ini sudah tengah malam, agar besok kamu sudah baikkan," ucap Valeno yang langsung naik ke atas tempat tidur.
Valeno yang belum juga memejamkan matanya langsung membalik tubuhnya menghadap ke arah Fillea yang sudah tidur terlelap.
"Aku akan membuktikan kepadamu Lea siapa kekasihmu yang sebenarnya," gumam Valeno sambil menyusuri wajah Fillea.
"Aku tahu, aku salah pah, maafkan aku. Dan aku yakin dia akan kembali untukku pah, setelah cita-cita nya berhasil, maafkan aku sekali lagi pah, papah jangan!" ucap Fillea sambil mengigau membuat Valeno panik dan langsung membangunkan Fillea tapi Fillea masih tetap memejamkan matanya.
"Jimy apa yang akan kamu lakukan pada istriku?" tanya Valeno saat Jimy masuk kedalam kamar sambil membawa waslap dan juga mangkuk besar berisi air.
"Aku ingin mengompres istri bapak dan ini akan mengurangi panas di tubuh istri bapak,"
"Tidak usah, kamu panggil saja dokter lain aku tidak percaya dengan apa yang kamu lakukan,"
"Tapi pak ini sudah pukul tiga pagi," jelas Jimy membuat Valeno langsung mengambil waslap yang berada ditangan Jimy lalu mengompres kening Fillea.
__ADS_1
"Kenapa kamu masih berada di sini cepat pergilah," ucap Valeno saat Jimy masih berdiri di sampingnya membuat Jimy langsung keluar.
"Tadi bilang tidak percaya, dasar orang kaya kurang up date," ujar Jimy sambil menggelengkan kepalanya setelah keluar dari kamar hotel Valeno.
Fillea yang sudah merasa baikan langsung membuka matanya dan terkejut saat mendapati tangan Valeno berada di keningnya sambil memegangi waslap, Fillea kemudian memindahkan tangan Valeno dengan hati-hati saat Valeno masih tertidur lelap di sampingnya.
"Terima kasih," ucap Fillea sambil menaikan selimut Valeno. "Apa yang semalam kamu katakan itu benar Leno, aku masih tidak yakin kalau kamu akan berubah," ucap Fillea sambil menatap Valeno, dan Fillea langsung mengambil ponsel miliknya yang berada di atas nakas saat ponselnya tidak hentinya berbunyi.
"Ya ampun!"
*
Like
*
Komen
Bersambung..............
__ADS_1