Istri Arogan Sang Cassanova

Istri Arogan Sang Cassanova
BAB 14 Simbiosis Mutualisme


__ADS_3

Fillea berjalan dengan terburu-buru masuk ke dalam sebuah cafe elite di pusat kota, yang tidak begitu jauh dari perusahaan miliki paman Malik yang diserahkan kepadanya. Saat Fillea dan juga Valeno sepakat untuk bertemu di cafe tersebut untuk membicarakan apa yang perlu keduanya bicarakan sebelum acara pernikahan keduanya dilaksanakan. Fillea langsung menghembuskan nafasnya lega sambil mengatur nafasnya dan langsung menyambar jus jeruk yang berada di meja dan langsung meneguknya hingga tidak tersisa membuat Valeno langsung menggeleng geleng kan kepalanya sambil menatap Fillea karena selama dia mengenal perempuan tidak ada perempuan yang seperti Fillea. 


"Kenapa kamu menatapku begitu, nanti naksir,"


"Tidak akan pernah,"


"Bagus, dan maaf aku telat tadi aku ada rapat penting, aku sangat lapar aku makan dulu, kamu pesan lagi nanti aku yang bayar," ucap Fillea sambil mengambil piring yang berisi steak tepat di hadapan Valeno dan langsung menyantapnya tidak peduli pada Valeno yang menatapnya dengan aneh. Membuat Mario yang duduk tidak jauh dari Valeno langsung tersenyum mendapati ekspresi muka Valeno. 


"Perjalanan cintamu akan segera dimulai bos laknat," gumam Mario yang masih terus tersenyum menatap bos nya.


Suara sendawa yang keluar dari mulut Fillea mengakhiri tandasnya satu piring steak milik Valeno yang sudah berpindah ke perut Fillea, membuat Valeno langsung menghembuskan nafasnya kasar sambil bersandar di sofa tempatnya duduk sedari tadi. 


"Kenapa kamu tidak memesan makanan?" Tanya Fillea saat menyadari Valeno tidak memesan makanan kembali. "Tenang saja walaupun kamu lebih kaya dariku tapi aku mampu membeli semua menu makanan yang berada di cafe ini,"


"Aku sudah kenyang," ucap Valeno singkat dan langsung memanggil Mario untuk mendekat. "Aku sibuk kita langsung pada intinya, mana surat perjanjian milikmu, ini surat perjanjian  milikku?" tanya Valeno sambil menyodorkan map coklat yang tadi diberikan Mario kehadapan Fillea. 


"Ya ampun aku lupa, surat perjanjian itu tertinggal di mobil," ujar Fillea sambil menepuk jidatnya dan langsung beranjak dari duduknya kemudian berlari keluar cafe. 


"Dasar perempuan aneh,"

__ADS_1


"Awas nanti jatuh cinta  yang aneh yang menarik loh pak," sambung Mario untuk menggoda Valeno. "Dan tenang saja aku yang akan menjadi saksi perjalanan cinta pak Leno,"


"Cih, di dunia itu tidak ada cinta, asal kamu tahu itu Mario. Dan jangan bicara lagi kalau kamu masih ingin bekerja denganku,"


"Dan kalau sampai aku dipecat jangan harap aku akan tetap merahasiakan yang selama ini aku rahasiakan dan aku simpan rapat-rapat,"


"Apa kamu mengancamku?"


"Menurut pak Leno? Kita ini simbiosis mutualisme pak jadi santai saja,"


"Sialan," ucap singkat Valeno membuat Mario langsung tersenyum senang. 


"Tenang saja dia tangan kananku yang bisa dipercaya untuk merahasiakan ini semua dari semua orang," terang Valeno saat Fillea menatap ke arah Mario yang sudah mengambil surat perjanjian miliknya. 


"Baiklah aku percaya silahkan dibaca surat perjanjian milikku,"


"Surat perjanjian. Saya yang bertanda tangan di bawah ini Fillea Abraham menyatakan kita akan bercerai setelah tiga bulan pernikahan kita.


Dan selama tiga bulan pernikahan kita. 

__ADS_1


Satu, dilarang mencampuri urusan pribadi masing-masing. Dua, tidur harus terpisah. Tiga, diluar rumah kita tidak saling mengenal kecuali ada salah satu anggota keluarga, baru kita bertingkah selayaknya pasangan suami istri," Mario membacakan semua poin sampai poin kesepuluh yang Fillea tulis di surat perjanjian miliknya. 


"Hanya segitu? Kenapa tidak seratus poin sekalian?" tanya Valeno dengan senyum sinis di sebelah sudut bibirnya. 


"Tadinya ingin seratus poin tapi tangan ku pegal jadi aku ringkas saja," jawab Fillea sambil nyengir kuda kearah Valeno. 


"Memang mata pelajaran kamu ringkas dasar aneh,"


"Sudahlah, sekarang giliran aku yang akan melihat isi surat perjanjian yang kamu tulis," ucap Fillea yang langsung membuka map yang berisi surat perjanjian milik Valeno. 


Fillea langsung menatap surat perjanjian milik Valeno sambil menatap Valeno bergantian sambil tersenyum. 


"Apa kamu sedang bercanda Leno?"


*


*


*

__ADS_1


Bersambung.....................


__ADS_2