Istri Arogan Sang Cassanova

Istri Arogan Sang Cassanova
BAB 27 Kabar Baik


__ADS_3

"Auh sakit," ucap Valeno dengan mata yang belum sepenuhnya terbuka saat Fillea menendang tubuh Valeno hingga Valeno terjatuh dari tempat tidur. 


"Kurang ajar kau Leno!" teriak Fillea sambil melempar semua bantal dan guling yang berada di atas tempat tidurnya ke arah Valeno yang masih tergeletak di atas lantai. "Aman, masih melekat ini juga masih aman," ujar Fillea sambil memegang gunung kembarnya saat mendapati masih terbungkus sempurna begitupun dengan piyama yang digunakan juga masih pada tempatnya. 


"Aku tidak melakukan apapun," ujar Valeno sambil menguap dan beranjak dari lantai kemudian merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur Fillea.


"Tidak melakukan apapun kamu bilang? Aku melihat sendiri kamu memelukku Leno!"


"Apa kamu sudah lupa kalau kamu yang memelukku duluan saat aku memindah mu dari sofa semalam, jangan mengganggu, aku masih mengantuk bangunkan aku dua jam sebelum penerbangan," ucap Valeno yang langsung menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut. 


"Apa benar yang Leno katakan? ah tidak mungkin aku tidak sudi kalau harus memeluknya najis," ucap Fillea yang langsung beranjak dari tempat tidurnya menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya. 


"Apa! Tidak mungkin!" teriak Fillea saat dirinya berada di ruang ganti setelah membersihkan diri ketika melihat jam dinding yang berada di ruang ganti menunjukan jam sebelas siang yang artinya dua jam lagi dirinya akan melakukan penerbangan ke Italia. Fillea langsung berlari keluar ruang ganti dengan terburu-buru untuk membangunkan Valeno. 


"Leno bangun ini sudah jam sebelas siang Leno, bangun. Jadwal penerbangan kita jam satu Leno cepat bangun!" teriak Fillea sambil menggoyang goyangkan tubuh Valeno yang masih tertidur pulas, kemudian Fillea menarik selimut yang menutupi tubuh Valeno saat Valeno tetap saja tidak membuka matanya. Membuat Valeno perlahan membuka matanya sambil menggeliat dan matanya langsung terbuka lebar sambil menelan ludahnya sendiri saat melihat Fillea. 


"Jangan menatapku begitu. Cepat bangun dan mandi nanti kita bisa terlambat dan ketinggalan pesawat. Leno kamu mendengarkan apa yang aku katakan atau tidak. Kenapa kamu menatapku seperti itu?" tanya Fillea sambil menatap tubuh nya sendiri.

__ADS_1


"Tidak!" Teriak Fillea yang langsung berlari menuju ruang ganti saat mendapati dirinya hanya menggunakan pembungkus gunung kembarnya dan juga celana segitiga yang menutupi sebagian hutan belantara miliknya yang masih gundul akibat penebangan liar. 


"Sial, kenapa aku lupa mengenakan pakaian dasar bodoh," Fillea merutuki dirinya sendiri sambil memukul kepalanya sendiri saat sudah berada di dalam ruang ganti. 


"Sial kenapa kau selalu memancingku Lea," ujar Valeno yang langsung masuk kedalam kamar mandi saat juniornya sudah tidak dapat dikendalikan lagi. 


"Leno kamu mandi atau semedi lama sekali di dalam, ayolah Leno kamu sudah setengah jam di dalam dan kamu sudah membuang buang waktu kita. Leno keluarlah,Leno!" teriak Fillea sambil menggedor gedor pintu kamar mandi berulang kali tapi Valeno masih belum juga keluar dari kamar mandi. "Aku dobrak nih pintu, keluar tidak kau Leno!" teriak Fillea lagi sambil menendang pintu kamar mandi membuat Valeno langsung keluar dari kamar mandi. 


"Berisik sekali, kamu membuyarkan konsentrasiku saja," gerutu Valeno yang keluar dari kamar mandi sudah dengan berpakaian rapih. 


"Pengantin baru, kesiangan yah sampai rambut basah begitu," ledek Mario yang sudah berada di ruang tamu bersama dengan mommy, daddy Valeno dan juga paman Malik dan bibi Sabila yang sudah berkumpul sadari tadi untuk memastikan Fillea dan juga Valeno berangkat bulan madu.


"Kapan kamu menyusul Mario," sambung daddy Valeno membuat Mario hanya nyengir kuda kearah daddy Valeno. 


"Selamat bersenang-senang sayang selama bulan madu, jangan lupa berikan kami semua kabar baik setelah kepulangan kalian," ujar mommy Valeno sambil mendekat ke arah Fillea dan menggenggam tangan Fillea membuat Fillea hanya tersenyum. 


"Iya Lea, dan bibi sudah menyiapkan sesuatu untuk kamu jangan lupa dipakai, tadi bibi Surti sudah memasukkannya ke dalam koper milikmu, ingat dipakai," sambung bibi Sabila. 

__ADS_1


"Baik bi," ucap Fillea yang langsung berpamitan kepada semuanya saat jam di ponselnya sudah menunjukan pukul dua belas siang kurang lima belas menit. 


"Leno kerahkan semua tenagamu, dan buat bibit unggul seperti daddy membuatmu," ucap daddy Valeno dan Valeno hanya mengangkat jarinya membentuk lambang ok. Saat Fillea sudah menariknya masuk kedalam mobil. 


"Lihatlah Hijo anakmu sudah tidak sabaran, kapan kamu akan menyusul anakmu?" tanya paman Malik pada papah Fillea.


"Jangan berkata seperti itu Malik, aku sudah tua tinggal menunggu giliran kapan aku akan dipanggil oleh yang maha kuasa," Jawab papah Fillea menepuk punggung paman Malik sambil melambaikan tangannya ke arah Fillea yang sudah masuk ke dalam mobil.


"Ya ampun aku lupa, Mario hentikan mobilnya!" perintah Valeno saat Mario baru saja melajukan mobilnya keluar dari halaman rumah Fillea.


*


*


*


Bersambung............

__ADS_1


__ADS_2