
"Selamat pagi istriku," sapa Valeno saat Fillea baru saja keluar dari dalam kamar mandi.
"Pagi," ucap Fillea sambil tersenyum ke arah Valeno. "Aku kira kamu sudah berangkat ke kantor,"
"Bagaimana aku mau berangkat ke kantor kalau kamu saja susah dibangunkan,"
"Apa hubungannya dengan aku?"
"Tentu saja ada. Siapa yang akan menyiapkan pakaianku dan juga sarapan untukku?" tanya Valeno balik sambil menghampiri Fillea yang sudah duduk di kursi meja riasnya. Lalu Valeno mengambil pengering rambut yang berada di tangan Fillea kemudian membantu Fillea mengeringkan rambutnya.
"Ya ampun. Kamu bisa mengambil pakaian sendiri. Dan untuk sarapan kamu tinggal bilang bi Surti kamu ingin makan apa,"
"Tapi aku ingin kamu yang melakukanya,"
"Kalau begitu kenapa kamu tidak membangunkan aku?"
"Kamu masih tertidur lelap. Aku jadi tidak tega untuk membangunkanmu. Karena semalam aku sudah membuat kamu kelelahan," jawab Valeno sambil memeluk tubuh Fillea dari belakang dan memberikan ciuman di ceruk leher istrinya.
"Leno jangan mulai. Aku sungguh lelah dan juga lapar," ucap Fillea sambil melepas tangan Valeno yang masih memeluk dirinya.
"Baiklah kita sarapan. Kebetulan aku sudah menyiapkan sarapan untuk kita,"
"Kamu?" tanya Fillea sambil menatap Valeno.
"Iya. Aku sudah membuat sarapan spesial untukmu,"
"Apaan?"
"Nasi goreng," jawab singkat Valeno sambil tersenyum menatap Fillea dari pantulan cermin meja rias di depannya.
"Ya ampun Leno sejak kapan aku suka nasi goreng?"
__ADS_1
"Aku kira kamu suka nasi goreng, makanan yang populer di sinetron sinetron dan juga novel,"
"Itu sarapan yang selalu aku hindari. Karena kalau aku makan nasi goreng aku tidak bersemangat dan mengantuk,"
"Aku baru tahu. Ada orang makan nasi goreng jadi tidak bersemangat aneh. Terus kamu mau sarapan apa? Apa setiap hari kalau kamu sarapan hanya makan oatmeal? Itu tidak mencukupi asupan gizi kamu pus. Pantas saja badan kamu kurus begini," ujar Valeno sambil memeluk pinggang Fillea saat Fillea sudah beranjak dari duduknya. "Mulai sekarang kamu harus sarapan empat sehat lima sempurna. Agar calon debay kita mendapat asupan yang berkualitas," ujar Valeno lagi sambil mengelus perut istrinya. Kapan ya pus kita akan di beri momongan. Aku sudah tidak sabar menanti hari itu. Atau hari ini kita konsultasi ke dokter kandungan gimana pus?"
"Tidak perlu. Lain kali saja. Aku ada rapat jam dua belas nanti,"
"Siapa bilang kamu ada rapat?"
"Barusan aku yang bilang,"
"Apa kamu lupa. Kalau paman Malik sudah menyuruhmu untuk berhenti bekerja?"
"Ya ampun kenapa aku bisa lupa," sambung Fillea sambil menepuk jidatnya. "Tapi aku bosan kalau tidak melakukan apapun Leno,"
"Siapa bilang kamu tidak melakukan apapun. Karena mulai sekarang kamu akan lebih sibuk,"
"Itu salah satunya," jawab Valeno sambil menuju meja nakas untuk mengambil sesuatu. "Ini hadiah ulang tahunmu dariku pus. Aku tahu kamu bisa membeli apapun yang kamu inginkan. Tapi aku yakin kamu akan menyukai hadiah ini," ujar Valeno sambil memberikan map di tangan Fillea yang baru saja dirinya ambil.
"Apa ini?"
"Buka lah pus,"
Fillea langsung membulatkan matanya saat sudah membuka map tersebut dan langsung menatap tidak percaya ke arah Valeno.
"Leno kamu membeli tanah atas namaku seluas enam puluh hektar? Apa kamu sudah gila? Untuk apa tanah seluas itu? Apa kamu ingin membuat pulau?"
"Bukan hanya pulau pus. Tapi juga sirkuit dan sekolah khusus untuk pembalap muda yang ingin mengembangkan bakatnya. Dan kamu yang akan mengelola sekolah itu karena aku tidak ingin bakat dari istriku sia-sia. Dan tenang saja pembangunan sirkuit dan juga sekolah sudah tiga puluh persen," jelas Valeno dan Fillea langsung menghambur memeluk tubuh Valeno.
"Terima kasih Leno. Akhirnya kamu mewujudkan impianku terima kasih suamiku,"
__ADS_1
"Kenapa kamu menangis?" tanya Valeno sambil memegang kedua pipi Fillea setelah Valeno melepas pelukan istrinya.
"Aku sangat terharu dan kamu tahu apa yang aku inginkan,"
"Karena kita sehati dan aku tahu apa kami inginkan pus, dan aku akan mewujudkan semua impianmu pus. Dan jangan pernah menangis," ujar Valeno sambil menghapus air mata Fille.
"Terima kasih," sambung Fillea dan langsung mencium bibir Valeno.
"Pus jangan menggodaku, apa kamu masih kurang dengan semalam?" tanya Valeno setelah Fillea melepaskan ciumannya dan Valeno langsung memeluk pinggang Fillea.
"Leno!"
"Kamu bersiap siaplah. Aku akan mengajakmu melihat pembangunan sekolah motor dan juga sirkuit. Tapi sebelum itu…"
"Baiklah dan terima kasih. Kabur," ujar Fillea memotong perkataan Valeno sambil berlari menuju ruang ganti membuat Valeno langsung tersenyum.
*
*
*
Satu bulan kemudian
*
Like
*
Komen
__ADS_1
Bersambung.......