Istri Arogan Sang Cassanova

Istri Arogan Sang Cassanova
BAB 58 Bosan


__ADS_3

Valeno terus memperhatikan Fillea dari cara meletakkan roti di kan_cut dan memakainya. 


"Jangan menatap begitu," ujar Fillea saat Valeno terus memperhatikan dirinya. 


"Pus. Kalau itu dipakai dimuka gimana caranya?" tanya Valeno membuat Fillea langsung melotot ke arah Valeno. 


"Kamu itu punya punya otak tidak?"


"Tentu saja punya pus,"


"Kalau punya harusnya kamu mikir. Mana bisa roti di taruh muka,"


"Tentu saja bisa. Lihat nih," ucap Valeno sambil mengambil bungkusan roti yang masih berada ditangan Fillea dan menunjuk tulisan yang ada di bungkusan roti tersebut. 


"Tulisnya anti kerut bukan. Berarti bisa menghilangkan kerutan di wajah,"


"Iya tapi khusus wajahmu, dasar pea," ujar Fillea yang langsung keluar dari dalam kamar mandi diikuti Valeno dari belakang. 


"Kalau begitu besok pakein ya. Sepertinya keningku sudah terlihat ada kerutan,"


"Iya. Iyain aja dari pada panjang urusanya," ujar Fillea yang langsung naik keatas ranjang diikuti Valeno yang langsung memeluk tubuh Fillea.


"Papah kira tidak ada Leno. Kalau begitu papah keluar dulu," ujar papah Fillea sambil membuka pintu ruang perawatan Fillea membuat Fillea dan juga Valeno langsung menatap ke arah pintu dan beranjak dari ranjang. 


"Papah tunggu!"

__ADS_1


"Ach sakit pus," ucap Fillea dan juga Valeno bergantian saat Fillea berkata sambil menyikut tubuh Valeno hingga Valeno jatuh ke lantai. 


"Sayang apa yang kamu lakukan. Kamu menyakiti suamimu sayang," tutur papah Fillea yang langsung masuk ke dalam dan membantu Valeno untuk berdiri. 


"Maaf. Tidak sengaja,"


"Aku maafkan pus, tapi ada hukumannya kalau kamu sudah tidak police line," ucap Valeno tersenyum sambil menaikkan kedua alisnya menggoda Fillea. 


"Oke siap. Dan jangan bicara lagi," ancam Fillea sambil menatap tajam ke arah Valeno. "Tadi aku sudah bilang pada papah. Papah tidak usah kemari. Papah istirahat saja dirumah,"


"Papah lupa sayang. Dompet Leno masih di papah. Dan papah ingin mengembalikan dompet Leno. Karena tadi papah ke kantor Leno. Leno tidak berada di kantor," jelas papah Fillea yang langsung memberikan dompet Leno ke empunya, membuat Fillea langsung menatap Valeno. "Kalau begitu papah pulang dulu ya sayang," ucap papah Fillea sambil mencium singkat kening anaknya lalu pergi meninggalkan ruangan tersebut. 


"Kalau kamu tidak berada di kantor kamu dimana? Tadi siang kamu bilang ada urusan di kantor," tanya Fillea penuh selidik sambil menatap Valeno selepas kepergian papahnya. 


"Oh maaf pus. Aku lupa memberitahumu. Karena pesonamu mengalihkan duniaku,"


"Jadi teman kamu juga dirawat dirumah sakit ini?" tanya Fillea saat Valeno sudah selesai menjelaskan semuanya membuat Valeno langsung mengangguk sambil tersenyum. "Baiklah aku percaya. Tapi awas saja kalau kamu berbohong. Jangan harap tusukan kamu bisa berdiri tegak,"


"Suer tak kewer kewer pus. Aku tidak berbohong. Besok sebelum kamu pulang kita menemuinya terlebih dahulu bagaimana?"


"Baiklah," jawab Fillea singkat yang langsung memeluk Valeno yang berdiri tepat di hadapannya. "Aku ingin tidur dipelukanmu kus,"


"Oke dengan senang hati," ujar Valeno yang langsung naik ke atas ranjang lalu memeluk erat tubuh Fillea. 


"Pus,"

__ADS_1


"Hemm,"


"I love you,"


"Bosan. Tidak ada kata lain?"


"Jangan tinggalkan aku. Jika aku khilaf,"


"Tentu saja aku akan langsung meninggalkanmu,"


"Ko begitu pus,"


"Tentu. Makanya jangan khilaf, sebelum melakukan sesuatu kamu pikirkan dulu itu benar atau salah,"


"Benar juga yang kamu katakan pus, aku semakin mencintaimu pus," ujar Valeno yang langsung mencium bibir Fillea. "Ya ampun siapa lagi, mengganggu kesenangan saja," gerutu Valeno sambil melepas tautan bibirnya saat ada seseorang yang masuk kedalam ruang perawatan Fillea. 


*


Like


*


Komen


*

__ADS_1


Bersambung............


__ADS_2