
"Apa yang ingin kamu katakan katakanlah. Tapi maaf aku tidak akan pergi dan aku akan tetap berada di samping Leno," ujar Fillea sambil memeluk lengan Valeno dan menyandarkan kepalanya di bahu Valeno.
"Benar apa yang dikatakan istriku Jes. Katakan saja apa yang ingin kamu katakan," sambung Valeno yang sekarang beralih memeluk bahu Fillea.
"Aku hanya ingin mengatakan banyak terima kasih kepadamu Leno untuk semuanya dan juga untuk tempat tinggal yang telah kamu sediakan untukku, selama aku berada di Indonesia dan bersembunyi dari incaran mantan suamiku,"
"Ya ampun Jes. Aku kira kamu akan mengatakan apa. Begitu saja kamu menyuruhku untuk meninggalkan kalian berdua. Yang benar saja," sambung Fillea sambil menggelengkan kepalanya. "Dan tentu saja suamiku akan selalu membantu kamu apalagi kamu wanita yang begitu spesial bagi dirinya tapi itu dulu. Dan sekarang yang spesial di hatinya hanya aku. Hanya aku! Bukan begitu kus?" tanya Fillea sambil menatap Valeno.
"Kenapa kamu benar sekali pus. Tentu saja hanya ada dirimu pus tidak ada yang lain," ujar Valeno yang langsung membawa Fillea dalam dekapannya. "Kalau begitu. Kita pamit dulu. Kalau ada apa-apa kamu tinggal bilang dengan Mario. Dia akan berada di sini bersamamu," ujar Valeno lagi yang langsung keluar dari ruang perawatan Jessi.
"Ingat Kes. Berkat Leno kamu bisa selamat. Jangan sampai kamu merusak rumah tangga Leno dan juga istrinya," ucap Mario yang mendekat ke ranjang Jessi saat tinggal dirinya dan juga Jessi di ruangan tersebut,"
"Kenapa kamu berkata seperti itu seolah olah aku akan menjadi perusak rumah tangga Valeno. Kamu tahu persis aku orangnya bagaimana Mario,"
"Aku tahu kamu dulu sangat baik, tidak ada wanita sebaik dirimu hingga Valeno jatuh hati kepadamu Jes. Tapi itu dulu, hati orang bisa berubah bukan? Dan itu tidak ada yang tahu. Hanya Tuhan dan diri sendiri nya yang tahu Jes,"
"Sudah jangan banyak bicara. Aku ingin istirahat," sambung Jessi yang langsung merebahkan tubuhnya dan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.
__ADS_1
"Aku ingin keluar kalau ada apa-apa kamu tinggal hubungi aku," ujar Mario dan langsung keluar dari ruangan tersebut.
*
*
*
Valeno langsung menarik tangan Fillea saat keduanya sudah berada di kamar Fillea. Namun Fillea langsung melepas tangannya dan menuju ke atas tempat tidur dan menyandarkan punggungnya di dipan sambil meluruskan kakinya.
"Pus apa salahku. Setelah keluar dari rumah sakit hingga sekarang kita sudah berada di dalam kamar. Kamu begitu acuh padaku. Aku tanya kamu tidak menjawab. Aku ajak ngobrol kamu sibuk dengan ponselmu. Sebenarnya ada apa denganmu pus? Dan apa salahku?" tanya Valeno yang sekarang ikut naik ke atas tempat tidur. Mengingat kembali Fillea berubah seratus delapan puluh derajat saat sudah keluar dari rumah sakit.
"Tentu. Karena aku tidak memiliki salah kepadamu pus,"
"Terus kamu tidak memberitahuku kalau Jessi itu mantan pacar kamu dulu. Itu tidak salah?"
"Oh hanya karena itu. Kamu mengacuhkanku pus?" tanya Valeno balik yang sekarang beralih menidurkan kepalanya diatas kedua paha Fillea.
__ADS_1
"Jelas saja. Itu artinya kamu tidak jujur padaku! Kamu hanya mengatakan kalau Jessi itu teman kamu bukan?"
"Maaf pus. Bukannya aku tidak ingin memberi tahu padamu pus. Tapi aku tidak ingin mengingat masa lalu apa lagi tentang mantan. Karena mantan itu harus ditaruh pada tempatnya. Kalau perlu di tempat sampah. Karena aku sudah ounyatasa depan. Dan masa depan aku itu kamu pus," jelas Valeno sambil mencubit hidung Fillea.
"Bagus kalau kamu tahu. Awas saja kalau kamu memungut mantan yang sudah kamu buang di tempat sampah. Aku tidak akan mengampunimu. Dan jangan salahkan aku,"
"Jangan salahkan apa pus. Kenapa tidak diteruskan perkataan mu pus?"
"Rahasia," jawab singkat Fillea. "Leno aku ingin kamu menjauhi Jessi. Dari pertama aku melihat nya aku sudah tidak menyukainya. Tak tahu kenapa. Apa lagi caranya berbicara aku merasa gimana gitu. Pokoknya kamu harus menjauhi dia. Kalau kamu ingin menolong dia aku tidak keberatan. Tapi jangan pernah sekali kali kamu menemuinya tanpa sepengetahuan aku oke. Serahkan semuanya pada Mario ok!"
"Oke pus sesuai perintah," ujar Valeno sambil beranjak dari tidurnya dan beralih mencium bibir Fillea.
*
Like
*
__ADS_1
komen
Bersambung..........