
"Selamat malam pakde, belum habis jualannya?" tanya Fillea yang sudah masuk ke warung tenda tersebut dan langsung duduk di bangku plastik, berbeda dengan Valeno yang masih tetap berdiri ditempatnya tadi saat masuk kedalam warung tenda.
"Neng Lea, tumben tidak bareng dengan teman-teman motor yang lainnya. Baru saja mereka bubar tidak jadi balap motor. Ada razia polisi katanya," ucap penjual warung tenda tersebut. "Tumben sekali neng Lea pakaiannya berbeda," ucapnya lagi sambil menatap kearah Valeno. "Pacar nih neng?"
"Teman pakde, seperti biasa ya pakde, pecel ayam nasinya setengah sambalnya dua ya,"
"Siap neng Lea, teman neng Lea mau makan apa?"
"Dia tidak level makan di pinggir jalan begini pakde,"
"Ok lah, ora ngerti panganan enak jebule," ucap penjual tersebut sambil melirik ke arah Valeno yang sedang memperhatikan Fillea.
"Kamu mau jadi patung, hanya berdiri disitu. Sini duduk, tenang saja disini steril aman ko," ujar Fillea pada Valeno, membuat Valeno langsung duduk di samping Fillea yang sedang sibuk dengan ponselnya.
"Ssstttttt, ini warung makan apa? Aku lihat di depan tulisannya pecel lele, dengan gambar ayam, bebek ikan, dan lainnya, setahuku pecel itu semacam salad dengan sayuran yang sudah matang terus dikasih saus kacang, tapi kamu bilang tadi pake nasi pake sambal, aku jadi bingung," ucap Valeno membuat Fillea langsung memasukkan ponselnya kedalam tas, kemudian menatap kearah Valeno.
"Benar juga yang kamu katakan, kenapa selama ini aku tidak berpikir, baiklah biar aku tanya pak dek," ucap Fillea sambil mengangguk anggukan kepalanya mendengar perkataan Valeno.
__ADS_1
Dan benar saja Fillea yang juga penasaran pada apa yang dikatakan oleh Valeno langsung bertanya pada penjual tersebut yang kebetulan sedang menyajikan pesanan Fillea di meja depan Fillea.
"Oh begitu," ucap Valeno dan juga Fillea bersamaan saat penjual pecel lele menjelaskan kenapa dinamakan pecel lele.
"Tapi kenapa ayamnya tidak di penyet pak?" tanya Valeno penasaran pasalnya tadi penjual pecel lele tersebut bilang asal muasal pecek lele itu dari jawa timur yang berganti nama dengan pecel lele, dan pecek itu artinya di penyet.
"Kakehan ngomong tuku yo ora, oh walah,"
"Pak de abaikan saja, hidangkan saja satu menu untuk dia," sambung Fillea membuat penjual tersebut tidak menjawab pertanyaan Valeno dan langsung meninggalkan Valeno.
"Pak…" ucapan Valeno berhenti saat Fillea menyumpal ikan lele goreng ke mulut Valeno saat Valeno ingin mengatakan sesuatu.
"Makanlah jangan banyak bicara, dan makan begini enaknya menggunakan tangan langsung," ucap Fillea yang langsung menyantap makanan yang berada di hadapannya. Tanpa menyadari Valeno sedang menatapnya dengan aneh.
"Kalau bukan karena aku berbohong pada daddy dan juga mommy, aku tidak akan menjadi kekasih sementara untukmu wahai perempuan aneh, pasti kamu perempuan dari golongan biasa dan kampungan hanya tampang kamu saja yang lumayan," gumam Valeno dalam hati sambil menatap Fillea aneh yang sedang asyik menyantap makanannya.
"Neng Lea tidak ikut balapan resmi satu bulan lagi di sirkuit? Tadi teman neng Lea membicarakan hal itu," tanya penjual pecel lele langganan Fillea saat Fillea sudah selesai menyantap makanannya, membuat Valeno langsung menatap kearah Fillea dan penjual pecel lele tersebut bergantian sambil menautkan kedua alisnya.
__ADS_1
"Aku ingin ikut pakde, tapi aku harus membujuk papah terlebih dahulu. Soalnya aku dihukum tidak boleh menggunakan motor, gara-gara terakhir pulang telat," jelas Fillea sambil nyengir kuda. "Kalau begitu aku pamit dulu ya pakde, ini," ujar Fillea sambil menyodorkan beberapa uang lembaran seratus ribuan ke arah penjual pecel lele langganannya.
"Neng ini kebanyakan,"
"Tidak apa pak, terima kasih pak de makanannya lezat seperti biasa," ujar Fillea yang langsung keluar dari warung tenda diikuti Valeno dari belakang yang masih terus memperhatikannya.
Fillea dan juga Valeno tidak ada yang berbicara ketika sudah berada di dalam mobil, hanya sesekali Fillea menunjukan arah menuju ke rumahnya sambil terus bermain ponsel, berbeda dengan Valeno yang terus memperhatikan Fillea yang duduk disampingnya.
"Sepertinya aku salah, aku kira kamu dari golongan biasa, tapi…" gumam Valeno berhenti saat Fillea menyuruhnya berhenti.
*
*
*
Bersambung...........
__ADS_1