
"Bio jangan bercanda, aku tahu orang tua kamu sudah tiada satu tahun lalu, dan semua saudara kamu ada di Indonesia semua,"
"Ini orang yang lebih sekedar itu Lea,"
"Apa maksudmu Bio aku tidak tahu, atau kamu akan memperkenalkan…"
"Lea berhentilah berbicara," ujar Fabio yang langsung beranjak dari tempatnya. "Kamu tunggu sebentar aku akan memanggil orang itu," ujar Fabio lagi yang langsung keluar dari kamar.
Dan Valeno yang sadari tadi mendengar pembicaraan antara Fillea dan juga Fabio dari sofa langsung beranjak dari duduknya menuju ke arah Fillea yang masih terlihat bingung.
"Jangan katakan apapun, kamu masih ingat bukan isi surat perjanjian kita," ucap Fillea saat Valeno mendekat ke arahnya, dan tatapan Fillea langsung tertuju pada Fabio dan juga wanita yang menggandeng lengan Fabio. Membuat Fillea langsung mengangkat kedua alisnya sambil tersenyum ke arah wanita tersebut, saat Fillea tahu siapa wanita itu.
"Selamat datang perkenalkan, Lea," ujar Fillea sambil mengulurkan tangannya ke hadapan wanita yang baru masuk bersama dengan Fabio.
"Jeni," ucap wanita tersebut singkat sambil tersenyum ke arah Fillea.
"Aku tahu kamu partner kerja Bio kan, Bio sudah pernah memberitahu aku tentang dirimu Jeni," ujar Fillea sambil tersenyum ramah membuat wanita tersebut langsung menautkan kedua alisnya menatap ke arah Fillea. "Oh iya Jeni terima kasih sebelumnya karena…"
"Lea," sambung Fabio memotong perkataan Fillea.
__ADS_1
"Bio sayang, teruskan saja nanti ngobrol nya, kita jamu Jeni partner kerja kamu dengan makan malam," ucap Fillea mempersilahkan Jeni untuk menuju meja makan tapi tidak ada pergerakan dari Jeni maupun Fabio. "Ada apa dengan kalian?"
"Lea, Jeni ini ibu dari anakku," ujar Fabio membuat Fillea terkejut mendengar perkataan Fabio.
"Apa yang kamu katakan Bio,"
"Aku mengatakan yang sebenarnya kalau Jeni ibu dari anakku yang masih berada dikandungnya, dan satu minggu lagi kita akan menikah, maaf untuk semuanya," jelas Fabio membuat Fillea langsung tertawa kencang.
"Bio ini tidak lucu, jangan kamu buat prank seperti ini,"
"Aku serius Fillea, dan ini undangan untuk pernikahan aku dan juga Jeni, sekali lagi aku minta maaf, atas semua perbuatanku kepadamu Lea, aku tidak berniat menyakiti hatimu sejauh ini, tapi…"
"Lepaskan aku Leno!" teriak Fillea lagi sambil melepas tangan Valeno.
Suara isikan yang keluar dari mulut Fillea terdengar jelas di telinga Valeno meskipun Fillea menutupi wajahnya dengan kedua tangannya dan terduduk di lantai sambil menyandarkan punggungnya di tempat tidur.
"Lea,"
"Pergi!" teriak Fillea saat Valeno mendekat ke arah Fillea sambil memegang bahunya.
__ADS_1
"Aku tidak akan pergi, seberapapun kamu menolak diriku Lea, aku akan tetap berada disini untukmu," ucap Valeno.
"Baik kalau kamu tidak ingin pergi biar aku saja yang pergi," ujar Fillea yang masih terisak sambil beranjak dari tempatnya membuat Valeno langsung menarik tangan Fillea yang akan pergi dan memeluknya dengan erat.
"Menangislah bila itu yang membuat kamu lega Lea, tapi jangan menyuruhku untuk pergi, aku tidak akan pergi darimu Lea," ujar Valeno tapi tidak ada respon dari Fillea yang terus menangis dipelukan Valeno.
"Aku benci diriku, aku benci!" teriak Fillea histeris sambil memukul dadanya sendiri saat masih berada di dalam pelukan Valeno membuat Valeno langsung melepas pelukannya beralih menahan tangan Fillea yang masih memukuli dadanya sendiri.
"Lea hentikan, jangan begini, kamu akan menyakiti dirimu sendiri Lea," ucap Valeno yang terus menahan tangan Fillea.
"Untuk apa aku hidup? Bila aku sudah hancur seperti ini, siapa yang mau denganku tidak akan ada, aku benci hidupku ini. Lepaskan aku Leno!" teriak Fillea lagi sambil terus terisak. "Leno lepaskan, aku mohon lepaskan aku, aku bukan wanita baik-baik Leno, Leno lepaskan aku, aku tidak ingin hidup lagi di dunia ini, aku mohon lepaskan aku Leno, aku sama saja dengan…" ucapan Fillea berhenti saat Valeno membekap mulut Fillea dan Valeno langsung memeluk erat tubuh Fillea.
*
Like
*
Komen
__ADS_1
Bersambung............