
Seminggu telah berlalu setelah keluarga besar Valeno berduka karena kehilangan sang daddy. Valeno dengan terburu buru keluar dari kamarnya setelah berpamitan kepada sang istri yang merasa aneh dengan sikap sang suami yang terlihat penuh dengan emosi di seluruh wajahnya. Fillea yang begitu penasaran langsung menyambar tas jinjing miliknya berniat mengikuti sang suami. Yang hari ini menurutnya aneh.
*
*
*
Valeno terus memukuli seorang pria dengan membabi buta. Saat pria tersebut tidak bisa berkutik ketika tangan dan juga kakinya sudah di ikat.
"Pak Leno Hentikan! Pak Leno akan membuatnya mati," ucap Mario sambil menahan tubuh Valeno yang akan memukuli pria yang berada di depannya yang sudah tidak berdaya.
"Biarkan saja dia mati. Aku ingin melihat dia mati tepat di hadapanku. Setelah apa yang dia lakukan kepada daddy. Mario menyingkirlah," sambung Valeno sambil mendorong tubuh Mario agar tidak menghalangi aksinya.
Bug bug bug
Valeno terus memukuli pria yang sudah membuat daddy nya meninggal dunia.
"Kurang ajar. Dasar bajingan apa yang kamu inginkan dari ku?" tanya Valeno sambil menarik kerah baju pria tersebut yang sudah setengah sadar akibat pukulan yang terus dilayangkan olehnya.
__ADS_1
"Aku hanya ingin melihat kamu mati. Tapi pria tua itu malah menghalangi rencanaku. Harusnya kamu yang mati bukan tua bangka itu. Setelah apa yang kamu lakukan kepadaku,"
Cih
Valeno meludah tepat mengenai wajah pria tersebut.
"Itu yang seharusnya kamu dapatkan dasar pria brengsek,"
"Leno! Hentikan!" teriak Fillea menghentikan Valeno yang akan memukul pria tersebut menggunakan balok kayu yang sedari tadi Valeno gunakan.
"Lea kamu…"
"Bio aku tidak pernah mengira kamu yang telah mencelakai daddy hingga daddy meninggal. Apa salah daddy padamu?"
"Yang salah suamimu. Yang sudah membuat karirku hancur Lea,"
"Itu bukan karena suamiku. Tapi karena dirimu sendiri yang melakukannya!" tegas Fillea mengingat kembali karir Fabio hancur saat dirinya terjerat beberapa skandal dengan beberapa wanita di seluruh penjuru dunia dan melakukan tindakan asusila.
"Tapi ini juga karena suamimu yang su…"
__ADS_1
"Diam!" perintah Fillea memotong perkataan Fabio. "Aku sungguh menyesal dan juga bodoh karena dulu pernah mencintaimu. Pria brengsek seperti dirimu pantas mendapatkan ini,"
"Lea jangan!" teriak Valeno sambil menahan tangan istrinya tapi terlambat karena Fillea sudah memukul kepala Fabio menggunakan balok kayu yang masih berada di tangannya membuat Fabio langsung jatuh tersungkur.
"Dan ini untuk berpuluh puluh wanita yang sudah kau renggut kehormatannya," ucap Fillea dan ingin memukul Fabio lagi sebelum Valeno menghentikan aksinya dan langsung memeluk tubuh istrinya.
"Pintar sekali kamu menasehati ku. Apa kamu ingin melahirkan dalam penjara karena kamu sudah melenyapkan seseorang?"
"Tentu saja tidak,"
"Tadi kamu ingin memukulnya lagi,"
"Siapa bilang, aku hanya ingin melempar balok kayu itu saat tanganku merasa berat," ucap Fillea sambil menunjuk balok kayu yang sudah dirinya lempar tepat di samping Fabio.
"Pintar sekali istriku mengelak," sambung Valeno dan memeluk tubuh istrinya kembali saat Fillea tadi melepas pelukannya. Tidak menyadari jika tangan Fabio sudah terlepas dari ikatan. Dan langsung mengambil balok kayu yang berada tepat di sampingnya.
Bug
*Like*Komen*Bersambung............
__ADS_1