Istri Arogan Sang Cassanova

Istri Arogan Sang Cassanova
BAB 83 Imun


__ADS_3

"Maaf pak mengganggu. Aku kira tidak ada orang didalam," ucap Mario yang sudah berada didalam ruang kerja Valeno. 


"Mata kamu picek apa gimana. Memang kamu tidak tahu motor Lea terparkir tepat di depan lobby? Kalian tuh mengganggu kesenangan aku saja," sambung Valeno sambil mengambil paperbag yang berada di tangan Mario. "Sudah sana pergi. Dan jangan mengganggu lagi aku ingin melakukan senam pagi,"


"Baik Pak. Jangan lupa pemanasan dulu sebelum senam,"


"Aku lebih pengalaman dibanding kamu burung emprit. Sudah sana keluar," perintah Valeno sambil mendorong tubuh Mario untuk keluar dari ruangan nya. 


"Jangan lupa pintu kunci. Gorden tutup jangan sampai mereka yang diluar mendapat tontonan gratis dari bos yang super mesum,"


"Jangan banyak bacot. Aku lebih tahu," sambung Valeno yang langsung mendorong tubuh Mario keluar dari ruangannya. "Ada saja gangguan tidak tahu apa kalau aku sudah menegang dari tadi," gerutu Valeno sambil berjalan menuju ke arah istrinya. "Pus istriku. Apa kamu sedang merayuku?" tanya Valeno saat Fillea melepas celana yang digunakannya. 


"Tidak. Hanya saja aku merasa tidak nyaman. Itu paperbag ada dress aku kan?"


"Ko kamu tahu pus?"


"Sebelum kita ke kantor kamu yang mempersiapkan nya untukku bukan. Mana sini aku ingin memakainya," ucap Fillea yang sekarang beralih melepas t shirt yang dirinya gunakan. "Leno apa yang kamu lakukan?" 

__ADS_1


"Aku butuh imun," jawab Valeno setelah melempar paper bag yang berisi pakaian Fillea ke sembarang arah. 


"Jangan macam-macam jam sepuluh aku ada janji dengan dokter kandungan,"


"Ya udah semacam aja oke," sambung Valeno yang langsung menerkam istrinya. 


"Leno!"


"Sekali saja," pinta Valeno pada istrinya dan Fillea hanya bisa pasrah tidak ada yang bisa dilakukan lagi dia pun juga menginginkannya. Tidak ada lagi ucapan dari keduanya digantikan dengan de sahan demi de sahan yang menggema di seluruh penjuru ruangan tersebut. 


"Ada apa?" tanya Mario saat Bejo menemui dirinya di ruang kerjanya. 


"Saya mendengar suara aneh pak. Dari dalam ruang kerja pak Leno. Aku takut pak Leno dan juga istrinya kerasukan. Saya coba buka pintu tapi pintunya terkunci pak. Aku sudah memanggil satpam untuk mendobrak pintu ruang kerjanya pak," jelas Bejo membuat Mario langsung menepuk jidatnya dan beranjak dari duduknya. 


"Ampun Bejo oh Bejo. Kamu tidak tahu suara apa itu?"


"Tidak pak," jawab Bejo sambil mengikuti Mario keluar dari ruangannya. 

__ADS_1


"Kamu sudah punya istri kan?"


"Sudah. Dan ingin menambah satu lagi,"


"Emang masih laku?"


"Laku dong pak. Tampang boleh pas pasan tapi kantong tebal semua cewek pasti ngantri. Pak Mario tahu sendiri sekarang saya sudah naik derajat dari security pembuka gerbang kantor ini menjadi sekretaris pak Leno," jawab Bejo bangga. 


"Ingat istri satu aja tidak habis mau nambah lagi. Jangan belagu kau Bejo. Suara kenikmatan dari dalam ruangan pak Leno aja tidak tahu,"


"Memang itu suara apa pak?" tanya Bejo sambil berfikir. "Jadi pak Leno dan juga istrinya sedang…"


"Diam atau kamu tidak akan bekerja di kantor ini lagi," sambung Mario membuat Bejo langsung diam sambil tersenyum dan menggelengkan kepalanya. 


"Orang kaya mah bebas melakukan dimana saja. Lah aku kalau lagi ehem ehem berisik gitu bisa di teriaki sama tetangga kontrakan. Oh nasib orang susah sepertiku yang hidup di kontrakan," gumam Bejo sambil menghentikan satpam yang tadi dirinya panggil untuk kembali ke markasnya. 


*Like*Komen*Bersambung............

__ADS_1


__ADS_2