Istri Arogan Sang Cassanova

Istri Arogan Sang Cassanova
BAB 32 Debu


__ADS_3

"Leno kakiku kram," ucap Fillea sambil memegangi kakinya. 


" Kita urungkan saja masuk kedalam kalau kaki kamu kram,"


"Enak saja kalau bicara, ini pertama kali aku menonton di sirkuit Mugello, nanti juga kram nya hilang, gendong ya menuju bus itu," ujar Fillea sambil tersenyum manis ke arah Valeno. Membuat Valeno langsung menggendong Fillea menuju bus.


"Menyusahkan saja," ucap Valeno saat sudah masuk kedalam bus menuju tribun penonton. 


"He he he maaf, sebagai imbalannya kamu boleh meminta apapun dariku, aku sedang berbaik hati padamu, karena kamu sudah menggendongku dan bersusah payah mencari tiket yang akhirnya tidak kamu dapatkan. Lagian kamu tidak bertanya padaku, aku sudah memiliki tiket atau belum,"


"Sudah jangan dibahas lagi, aku tidak perlu imbalan aku sudah memiliki semuanya," ujar Valeno yang langsung menyandarkan kepala di sandaran tempat duduknya. 


Hanya perlu kurang lebih lima belas menit untuk menuju tribun penonton yang sudah dipadati orang karena Fillea datang dengan rombongan terakhir. Fillea langsung menarik tangan Valeno menuju tempat duduknya dan berbaur dengan semua orang dari seluruh penjuru dunia untuk menyaksikan balapan langsung walaupun mereka tidak sedikit mengeluarkan uang. 


Valeno langsung menutup telinga nya dengan headset saat tidak tahan dengan suara berisik motor dan juga teriakan dari tribun penonton yang meneriaki idolanya masing-masing saat motor yang ditunggangi nya melintas walaupun hanya sepersekian detik di depannya, tidak terkecuali Fillea yang juga begitu histeris sambil menarik tangan Valeno untuk mengikutinya tapi tidak dihiraukan oleh Valeno yang masih duduk diam di tempatnya sambil mendengarkan lagu. 

__ADS_1


"Seru bukan nonton langsung di sirkuit daripada nonton di televisi, aku ingin setiap ada motoGP nonton langsung di sirkuit," ucap Fillea pada Valeno setelah balapan selesai dan satu persatu penonton turun dari tribun menuju ke arah podium. "Leno ayo kita turun, Leno kamu mendengarkan aku atau tidak?" tanya Fillea saat tidak ada respon sama sekali dari Valeno. "Ya ampun Leno ternyata kamu molor percuma aku bicara panjang lebar dari tadi denganmu," ujar Fillea sambil membuka kacamata yang digunakan oleh Valeno dan mendapati Valeno sedang tertidur. 


"Sudah selesai? Ayo kita pulang," sambung Valeno yang sudah membuka matanya. 


"Enak saja pulang kamu saja yang pulang duluan aku ingin menemui idolaku dan juga... Ah aku tidak sabar," ucap Fillea sambil tersenyum dan langsung beranjak dari duduknya menuju podium yang jaraknya lumayan jauh dari tribun penonton. 


Valeno kembali menghembuskan nafasnya kasar saat mengikuti Fillea menuju area podium yang begitu jauh dari tribun penonton dan juga harus berdesak-desakan. 


"Melelahkan sekali, untuk apa mengeluarkan uang yang tidak sedikit tapi membuat kita lelah seperti ini dan berdesak-desakan seperti ini," gerutu Valeno. 


"Sudah ayo pulang saja aku lelah, tidak mungkin idolamu menemui dirimu," ajak Valeno tapi tidak dihiraukan oleh Fillea yang sedang melambaikan tangannya sambil tersenyum senang. "Dia tidak akan mengenalmu, lihatlah semua yang berada di sini juga melambaikan tangannya kepada mereka, lagian idolamu siapa itu?"


"Valentino Rossi,"


"Iya itu tidak juara kan, sudah ayo kita pulang saja jangan bermimpi idolamu akan menemui mu itu mustahil Lea, ibarat kata kamu itu debu di mata mereka," ajak Valeno lagi sambil menarik tangan Fillea membuat Fillea langsung melepas tangan Valeno dan mendekat ke arah pembalap yang baru saja turun dari podium setelah penyerahan tropi. 

__ADS_1


Valeno langsung menautkan kedua alisnya sambil mengikuti Fillea yang terlihat begitu senang. 


"Lea,"


"Lea," panggil Valeno dan juga seseorang bersamaan. 


*


Like


*


Komen


Bersambung........

__ADS_1


Otor jadi pengin nonton motoGP langsung di sirkuit 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 kali aja ada mau ajak nonton bareng 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣


__ADS_2