Istri Arogan Sang Cassanova

Istri Arogan Sang Cassanova
BAB 37 Percayalah


__ADS_3

Fillea langsung beranjak dari tempat tidurnya setelah menutup sambungan ponselnya, ketika  Fabio sudah menunggu fillea di depan hotel dimana fillea berada, kemudian Fillea menuju lemari pakaian untuk mengambil baju dan dirinya langsung masuk kedalam kamar mandi dengan terburu-buru. 


Fillea yang baru keluar dari lift langsung di hentikan langkahnya oleh Jimy. 


"Jimy, aku sedang terburu-buru menyingkirlah dari hadapanku," ujar Fillea saat Jimy berdiri tepat di hadapannya. 


"Ibu masih sakit, ibu istirahatlah,"


"Siapa bilang aku masih sakit, lihatlah kalau aku sakit pasti aku masih berbaring di tempat tidur Jimy, sudah menyingkirlah aku sudah terlambat," ujar Fillea sambil menyingkirkan tubuh Jimy kemudian dirinya langsung berlari menuju sebuah mobil yang sudah menunggunya sadari tadi, membuat Jimy langsung mengambil ponselnya untuk menghubungi seseorang. 


"Maaf Bio pasti kamu sudah menunggu lama," ujar Fillea saat sudah masuk kedalam mobil Fabio sambil memeluk tubuh Fabio yang duduk di bangku pengemudi. 


"Tak masalah sayang," sambung Fabio sambil mengeratkan pelukannya diakhiri mencium singkat bibir Fillea. "Kamu tidak berubah Lea, masih saja seperti dulu kalau matahari belum naik ke atas kamu belum juga bangun,"


"Tapi aku berjanji setelah kita menikah, aku akan bangun pagi dan menyiapkan sarapan untukmu Bio sayang," ujar Fillea sambil tersenyum manis ke arah Fabio. "Kapan kamu akan menemui papah, dan hubungan yang kita jalin selama ini, kita resmikan Bio, aku sudah tidak sabar menunggu waktu itu Bio,"


"Sabar Lea sayang kamu tahu bukan, balapan musim ini belum selesai dan kontrak ku juga akan diperpanjang, aku janji setelah musim ini berakhir aku akan pulang ke Indonesia dan langsung menemui papah kamu,"


"Sungguh?" tanya Fillea antusias membuat Fabio hanya menganggukkan kepalanya. "Terima kasih sayang," ucap Fillea yang langsung memeluk tubuh Fabio kembali.


Sementara itu Valeno yang baru membuka matanya langsung panik dan juga terkejut saat tidak mendapati Fillea diatas tempat tidurnya, Valeno langsung beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi sambil memanggil Fillea tapi tidak mendapati Fillea di kamar mandi dan juga di seluruh ruangan. 

__ADS_1


"Lea!" teriak Valeno frustasi sambil mengacak acak rambutnya dan dirinya langsung mengambil ponsel miliknya yang berada di atas nakas untuk menghubungi seseorang. Kemudian Valeno melempar ponsel miliknya ke sembarang tempat setelah selesai menghubungi seseorang dan langsung berlari menuju kamar mandi. 


Jimy langsung menghampiri Valeno saat Valeno baru keluar dari lift dengan terburu-buru. 


"Pak…"


"Antarkan aku ke tempat istri ku berada, aku tidak ingin terjadi sesuatu kepada istriku," ucap Valeno memotong perkataan Jimy kemudian dirinya langsung menuju mobil yang sudah terparkir tepat di depan lobby hotel. 


"Orang suruhan saya terus mengawasi kemana istri pak Leno pergi, jadi pak Leno tidak perlu kuatir," jelas Jimy sambil mengendarai mobil menuju ke mana Fillea berada. 


"Bagus," ucap Valeno singkat. 


"Lea percayalah padaku, Bio bukan orang yang baik Lea, dan aku tidak akan melepasmu pada laki-laki seperti dia," gumam Valeno sambil mengepalkan kedua tangannya. 


*


Hingga Fabio menghentikan langkah nya saat ponsel miliknya berdering. 


"Sayang," ucap Fabio setelah dirinya menutup sambungan poselnya. 


"Iya," jawab Fillea singkat sambil menatap Fabio. 

__ADS_1


"Tim motorku menghubungiku, kalau hari ini aku harus latihan, dan aku harus segera kembali ke hotel,"


"Bio kita belum lama menyusuri bangunan ini, masa harus secepat ini pulang, kamu bisa bukan, sehari saja izin,"


"Lea sayang tidak bisa seperti itu, latihan kali ini juga untuk menarik sponsor dan itu sangat penting bagiku dan masa depanku," jelas Fabio sambil menggenggam kedua tangan Fillea. 


"Baiklah, kamu pergilah aku masih ingin menyusuri bangunan ini, aku nanti bisa pulang sendiri,"


"Terima kasih sayang atas pengertiannya, sebagai gantinya nanti malam kita makan malam bersama bagaimana?" tanya Fabio membuat Fillea langsung mengangguk dan Fabio langsung mencium singkat bibir Fillea kemudian dirinya langsung meninggalkan Fillea. 


"Hati-hati sayang," ujar Fillea sambil melambaikan tangannya ke arah Fabio. 


"Hufff, kapan aku bisa menghabiskan waktu dengan Bio," ujar Fillea saat sudah tidak melihat Fabio dari pandangannya sambil memegangi keningnya. 


"Apa kamu masih pusing?"


*


Like


*

__ADS_1


Komen


Bersambung..............


__ADS_2