
"Terserah padamu wahai Valeno waradhana," ujar Fillea dan Valeno langsung naik keatas ranjang dan memeluk tubuh istrinya.
"Mom," ucap Valeno sambil menumpu kepalanya dengan satu tangannya menatap Fillea dan menelusuri setiap jengkal wajah istrinya dengan tangan yang satunya.
"Apaan sih. Aku bukan mom kamu,"
"Tapi kamu akan menjadi mom untuk anak aku,"
"Siapa bilang dia anak aku. Aku yang mengandungnya,"
"Kalau tidak ada aku tentu saja kamu tidak akan mengandung. Itu semua karena tusukan maut yang selalu aku berikan. Betul apa yang dad katakan Iya kan sayang," ucap Valeno beralih menciumi perut Fillea dengan begitu bahagia. "Aku ingin memberi tahu mommy dan juga daddy. Karena sebentar lagi mereka akan memiliki cucu,"
"Tidak perlu nanti saja. Aku tidak ingin membuat kesehatan mereka menurun. Karena aku tau persis mereka akan langsung pulang ke Indonesia setelah mendengar kabar ini. Kamu tahu sendiri baru seminggu yang lalu mereka pergi ke London,"
"Oke siap mom,"
__ADS_1
*
*
*
Valeno menghembuskan nafasnya kasar saat istrinya baru saja keluar dari dalam kamar mandi.
"Mom, kenapa kamu baik-baik saja?" keluh Valeno sambil mengacak-acak rambutnya.
"Merayu siapa lagi? Kamu sendiri yang mengganti semua karyawan menjadi pria semua. Kalaupun ada wanita yang ada sepet semua," jawab Valeno mengingat kembali kalau semua pegawai wanita di kantornya Fillea ganti dengan pegawai pria. Tidak hanya itu setiap hari istrinya tersebut selalu ikut ke kantor. Dan begitu posesif pada dirinya. "Maksud aku bukan sakit istriku. Tapi kenapa kamu tidak seperti wanita pada umumnya yang mengalami ngidam. Seperti muntah-muntah, ingin makan yang aneh-aneh dan masih banyak yang lainnya yang biasa wanita hamil muda alami. Pasti aku akan mengabulkanya semuanya, meskipun kamu ingin makan rujak di tengah malam. Yang biasa terjadi pada wanita hamil menyuruh suaminya untuk membelikan nya," ucap Valeno mengingat kembali Fillea sama sekali tidak mengalami apa yang biasa wanita pada umumnya saat sedang hamil muda.
"Aku berbeda jadi aku tidak mengalami hal itu. Tapi hari ini aku ingin naik motor gedeku. Aku sudah lama tidak menaiki nya. Aku akan mengantarmu ke kantor menggunakan motorku,"
"Apa? Apa aku tidak salah dengar? Aku tidak akan pernah mengijinkan itu titik,"
__ADS_1
"Idih kamu bilang tadi apa. Ingin mengabulkan semua keinginanku,"
"Tapi tidak dengan kamu menaiki motor gedemu,"
"Tapi aku menginginkannya,"
"Tidak boleh. Itu sangat berbahaya istriku,"
"Pokoknya hari ini aku akan mengantar kamu ke kantor dengan motor titik. Tidak ada koma ataupun tanda seru," ucap Fillea yang langsung meninggalkan Valeno menuju ruang ganti.
Valeno tidak bisa berkata apapun lagi. Mau tidak mau dirinya mengikuti keinginan istrinya. Saat istrinya mengancam. Kalau dirinya tidak akan mendapatkan jatah tusuk menusuk selama sebulan. Membuat Valeno langsung mengiyakan keinginan istrinya tersebut.
"Baiklah suamiku. Apa kamu sudah siap?" tanya Fillea antusias saat keduanya sudah menyelesaikan sarapannya. Membuat Valeno hanya mengangguk mengikuti istrinya keluar dari dalam rumah. "Leno!" teriak Fillea saat sudah keluar dari rumah.
*Like*Komen*Bersambung...........
__ADS_1