Istri Arogan Sang Cassanova

Istri Arogan Sang Cassanova
BAB 65 Menemuinya


__ADS_3

Fillea langsung terisak dalam dekapan Valeno. Karena di dalam hati kecilnya Fillea juga merindukan sosok seorang ibu. Memang setahun terakhir mamah nya selalu datang ke rumah da juga ke kantor Fillea tapi Fillea tidak pernah menemuinya. Begitupun makanan yang dibawanya saat mengunjungi ke kantor selalu Fillea buang ke tempat sampah. 


"Bukan saatnya kamu menyesali perlakuanmu padanya pus. Sekarang saatnya kamu berbakti kepada mamah kamu dan jadi anak yang berbakti, tanpa kamu mengingat pada masa lalu, apa yang dia lakukan kepadamu,"


"Tapi bagaimana kalau dia tidak bisa diselamatkan?" tanya Fillea yang masih berada di pelukan Valeno. 


"Kita doakan saja, dia akan baik-baik saja," ujar Valeno sambil membelai rambut Fillea dan mencium pucuk kepala Fillea. 


Keduanya langsung beranjak dari duduknya dan menghampiri dokter diikuti dua orang perawat dari belakangnya yang baru keluar dari dalam ruangan. 


"Ibu Astrid ingin bertemu dengan anaknya yang bernama Lea apa…"


"Aku dok anaknya," sambung Fillea memotong perkataan dokter tersebut dan langsung masuk ke dalam ruangan. 


Fillea yang sudah berada di dalam ruangan langsung menghela nafasnya dan berjalan mendekat ke arah perempuan paruh baya yang sedang memejamkan matanya. 


"Terima kasih Lea anakku. Kamu ingin menemui mamah. Maafkan mamah, mamah memang tidak pantas disebut dengan seorang ibu, setelah apa yang mamah lakukan kepadamu. Kamu pantas membenci mamah. Mamah akan senang hati menerimanya sayang. Tapi ijinkan mamah sekali saja memeluk dirimu sayang," pinta perempuan paruh baya tersebut membuat Fillea langsung memeluk nya. Pelukan yang tidak pernah Fillea rasakan dari seorang ibu yang sudah melahirkannya. Terakhir kali Fillea dipeluk saat dirinya masih berada di taman kanak-kanak itupun hanya sekilas saat papah nya langsung melepas paska pelukan nya dan membawa dirinya menjauh dari mamah nya. 


*


*


*


"Pus maaf sebelumnya aku sudah…"


"Tidak perlu dibahas lagi," sambung Fillea memotong perkataan Valeno saat keduanya berada didalam mobil menuju pulang ke rumah. Setelah satu jam lebih Fillea berbincang bincang dengan mamah nya. Dan dokter menyuruh Fillea pulang agar mamah nya beristirahat total. 


"Bagaimana perasaanmu sekarang?"


"Mengantuk," jawab Fillea yang langsung menyandarkan kepalanya di jok mobil sambil memejamkan matanya. Membuat Valeno langsung mencubit hidung Fillea dengan tangan kiri nya saat tangan kanannya sedang memegang setir pengemudi. 


"Pus,"

__ADS_1


"Meong,"


"Ko begitu sih,"


"Terus aku jawab apa? kucing tidak bisa bicara bukan. Bisanya cuma meong, meong doang,"


"Benar juga ya," ujar Valeno sambil menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal. "Ya sudah aku ganti. Jadi istriku, cintaku, sayangku, manisku, lobang kehangatanku, kenikmatanku, ehem ehemku,"


"Mulai, mulai. Katakan saja apa yang ingin kamu katakan. Jangan melenceng kemana mana,"


"Iya aku akan katakan. Apa boleh aku menemui Jessi?"


"Boleh. Tapi harus dengan diriku,"


"Oke kita langsung meluncur,"


"Aku heran untuk apa dia ingin menemuimu?"


"Tidak tahu. Tadi Mario yang memberitahuku. Katanya kalau aku tidak menemuinya dia akan loncat dari apartemen,"


"Siapa?"


"Au ah gelap," jawab Fillea yang langsung menyadarkan kepalanya sambil memejamkan matanya. 


*


*


*


"Leno,"


"Hem,"

__ADS_1


"Ponselku tertinggal di dalam mobil. Mana kunci mobilnya? Aku ambil dulu,"


"Biar aku saja. Kamu masuk dulu," ujar Valeno saat keduanya sudah berada tepat di depan pintu apartemen dimana Jessi berada. 


"Tidak usah," ujar Fillea yang langsung mengambil kunci mobil di tangan Valeno dan langsung meninggalkan Valeno. 


"Leno. Akhirnya kamu datang juga aku senang sekali," ucap Jessi yang langsung menghambur memeluk tubuh Valeno saat Valeno sudah masuk kedalam apartemen. 


"Jessi jangan berlebihan," ujar Valeno sambil melepas pelukan Jessi. 


"Ada apa Leno?"


"Tidak,"


"Takut istrimu yang posesif itu tahu ya? Leno. Leno kamu itu laki-laki. Jangan mau diatur dengan perempuan"


"Apa maksudmu?"


"Tidak. Lupakan saja, oh iya kamu kesini dengan siapa? Pasti sendiri bukan? Baguslah kalau begitu," ucap Jessi membuat Valeno langsung menautkan keduanya alisnya. 


"Oh iya Leno ada yang ingin aku katakan kepadamu?" 


"Apa?"


"Tapi sebelum itu bantu aku mengoleskan cream di punggungku yang belum sembuh, aku tidak sampai," ujar Jessi sambil menarik tangan Valeno menuju sofa. "Tolong ya Leno," pinta Jessi sambil memberikan cream di tangan Valeno. Kemudian dirinya menurunkan dress yang digunakannya hingga sebatas pinggang dan memperlihatkan punggung mulusnya. 


*


Like


*


Komen

__ADS_1


Bersambung.............


__ADS_2