
"Berhenti tidak! Dan lepaskan wanita itu,"
"Siapa kamu beraninya menyuruhku," ucap Seno sambil menatap laki-laki yang berada di depannya begitupun Fillea yang langsung menautkan kedua alisnya mendapati laki-laki tersebut.
"Kamu ingin tahu siapa aku?"
"Tidak penting siapa kamu, enyahlah kau dari hadapan aku, sebelum anak buahku membuat kamu tidak bisa berjalan,"
"Sebelum aku enyah dari hadapanmu. Lepaskan dulu wanita itu. Aku ada urusan penting dengannya,"
"Tidak akan,"
"Ok kalau begitu, pasti kamu kekasihnya bukan?" tanya Valeno dengan santai tidak peduli dengan tatapan Seno dan juga anak buahnya yang menatapnya dengan tajam. "Bagus kalau kamu kekasihnya, siapa tahu kamu bisa melunasi semua hutang wanita itu. Aku sudah lelah mengejarnya untuk menagih hutang yang tidak sedikit jumlahnya. Dan kamu kekasihnya bukan? Kalau kamu cinta dan sayang dengan wanita itu pasti kamu akan melunasi hutang-hutangnya," ucap Valeno membuat Seno langsung menatap kearah Fillea yang masih dipegang kedua tangannya oleh anak buahnya.
"Berapa hutang-hutangnya?"
__ADS_1
"Apa kamu ingin melunasi hutang wanita itu? Syukurlah kamu memang kekasih luar biasa yang rela untuk membayar hutang-hutangnya. Total semua hutangnya tidak banyak hanya dua milyar empat ratus juta," ujar Valeno membuat Seno langsung terkejut dan tercengang mendengar perkataan Valeno tapi berbeda dengan Fillea yang menahan tawanya sambil menggeleng gelengkan kepalanya mendapati akting Valeno yang begitu mumpuni. "Bagaimana? Ini sudah jatuh tempo dan harus segera dibayar kalau tidak aku dan juga kekasihmu itu sudah sepakat untuk membawa ke jalur polisi kalau sampai tidak bisa membayarnya," ujar Valeno lagi membuat Seno langsung memundurkan langkahnya dan Seno menyuruh anak buahnya untuk melepas tangan Fillea kemudian Seno langsung menarik tangan.
"Bawalah wanita ini, aku bukan kekasihnya dan aku juga bukan siapa-siapa nya dan cepatlah pergi, aku tidak ingin berurusan dengan kalian," ujar Seno sambil melepas tangan Fillea dan langsung mendorong tubuh Fillea mendekat kearah Valeno. Membuat Valeno langsung menarik tangan Fillea dan membawanya pergi menuju di mana mobilnya berada.
"Menyusahkan saja," gerutu Valeno saat keduanya sudah berada di dalam mobil Valeno.
"Hei kau rentenir aku tidak menyuruhmu untuk menolongku, tanpa kamu aku juga bisa menghadapi mereka,"
"Sok jago, kamu itu perempuan mana bisa menghadapi laki-laki sebanyak tadi," ucap Valeno dan langsung menatap Fillea yang duduk tepat di jok mobil sebelahan.
"Jangan menatapku begitu aku ini perempuan hebat, jangan meremehkan perempuan,"
"Dasar bodoh rentenir saja tidak tahu, kamu itu pemilik hotel the prince, masa rentenir saja tidak tahu, yang kamu tahu itu apa Leno?"
"Perempuan cantik dengan body bagaikan gitar Spanyol yang bisa menggairahkan dengan hanya melihatnya, bukan seperti dirimu,"
__ADS_1
"Dasar buaya kampret, pikiranmu tidak jauh dari atas ranjang, menjijikkan sekali. Oh ya ngomong-ngomong kamu tahu aku ada di sirkuit dari siapa?" tanya Fillea penasaran.
"Sudah tidak usah dibahas itu tidak penting. Yang terpenting aku akan mengantarmu pulang, karena mommy sudah menunggu kedatanganmu untuk makan malam bersama," ujar Valeno yang langsung mengendarai mobil miliknya.
Tangan Valeno reflek menahan kepala Fillea saat Fillea tertidur di dalam mobil saat kepalanya terjatuh ke sebelah kanan membuat Valeno langsung menghentikan mobilnya untuk mengambil bantal leher yang berada di jok belakang mobilnya dan memakaikannya di leher Fillea agar Fillea merasa nyaman saat perjalanan menuju rumah Fillea masih jauh. Valeno yang sudah melajukan mobilnya kembali, sesekali dirinya menatap kerah Fillea yang sedang tidur terlelap.
"Kenapa aku merasa kuatir ya dengan hobi kamu yang begitu ekstrim, apalagi tadi aku melihat sendiri saat kamu melajukan motor dengan kecepatan penuh di sirkuit," gumam Valeno dalam hati mengingat kembali saat dirinya menyaksikan Fillea balap motor ketika dirinya membuntuti Fillea dari rumah sakit saat Valeno tidak mendapati Fillea berada di rumah dan pak Budi sopir pribadi Fillea mengatakan kalau Fillea berada di rumah sakit.
Valeno langsung melepas seatbelt miliknya beralih mendekatkan tubuhnya ke arah Fillea yang masih tertidur lelap, membuat Fillea langsung membuka matanya saat wajah Valeno hanya berjarak beberapa senti dari wajahnya.
Plak
*
*
__ADS_1
*
Bersambung................