Istri Arogan Sang Cassanova

Istri Arogan Sang Cassanova
BAB 71 Sehari Lima Kali


__ADS_3

"Karena kamu sudah bisa menyadarkan Lea dari cinta butanya ke pada Bio pria brengsek yang selalu memberikan harapan palsu pada Lea. Dan Terima kasih kamu sudah membiayai semua biaya rumah sakit hingga aku bisa berjalan seperti sekarang. Dan akhirnya aku bisa mengikuti balapan nasional berkat sponsor dari kamu," ujar Riki mengingat kembali Valeno yang sudah membiayai biaya rumah sakit saat dirinya sengaja dijatuhkan di atas lintasan oleh Seno saat dirinya sedang melakukan balap liar. Dan berkat sponsor dari Valeno sekarang tidak ada balap liar bagi dirinya dan juga teman temannya. Karena semuanya sudah resmi menjadi pembalap nasional dan hampir semuanya bisa naik podium menempati juara tiga hingga juara satu. 


"Aku yang harusnya berterima kasih kepadamu. Karena kalian istriku sudah bisa tertawa lepas seperti itu," sambung Valeno sambil menunjuk ke arah Fillea. 


"Tapi aku penasaran kapan kalian mengenal dan sudah menikah seperti ini?"


"Kita sudah saling mengenal sejak kecil. Dan Lea salah satu wanita yang berbeda bagiku. Dan dari situ aku sudah tertarik dengan Lea. Dan aku dipertemukan lagi setelah sekian tahun lamanya. Dan tak tahu kenapa hatiku merasa berbeda jika dekat dengannya. Setelah kita menikah baru aku sadar ternyata dia gadis kecil yang sudah menarik hatiku," jelas Valeno sambil tersenyum mengingat masa kecilnya dengan Fillea. 


"Ternyata cinta monyet benar adanya. Aku kira itu hanya lelucon," sambung Riki sambil menepuk punggung Valeno. "Aku akan berdoa untuk kebahagiaan kalian. Dan aku orang pertama yang akan maju saat ada yang ingin menghancurkan kebahagian kalian,"


"Terima kasih Rik,"


"Riki! Antar aku ke toilet," ujar Adel sambil menghampiri Riki. 


"Pergi saja sendiri,"


"Aku takut Rik ini sudah malam. Kamu tahu sendiri toiletnya jauh dari tempat makan pak de. Nanti kalau ada preman gimana ini kan sudah larut. Dan pedagang kaki lima yang lainnya sudah tutup semua tinggal punya pak de," 


"Oke aku antar," sambung Riki yang langsung beranjak dari tempat duduknya dan keluar dari tempat makan tersebut bersama Adel. 


"Leno sekali lagi terima kasih," ucap Fillea yang sekarang duduk di samping Valeno. 


"Untuk apa?"


"Karena kamu semua temanku jadi berkembang,"

__ADS_1


"Hanya itu?"


"Terus?"


"Bibirku nganggur nih," jawab Valeno sambil memonyongkan bibirnya ke arah Fillea dan Fillea langsung mengambil lele goreng yang berada di depan Valeno dan menaruhnya di bibir Valeno. 


"Aku lihat kamu belum makan. Kamu makan ya?"


"Tapi suapin,"


"Oke hari ini aku akan berbaik hati menyuapimu," ujar Fillea yang langsung menyuapi Valeno. "Makan yang benar jangan senyum-senyum sendiri seperti orang gila,"


"Aku gila karena kamu pus. Kamu harus menyembuhkanya pus,"


"Modus,"


"Tusuk menusuk dengan tusukan maut,"


"Kamu pintar sekali pus. Tahu apa yang aku inginkan,"


"Memang apa lagi yang kamu inginkan kalau bukan tusuk menusuk,"


"Kita harus rajin pus. Agar segera launching baby Leno dan juga Lea. Minimal tusuk menusuk sehari lima kaki lah pus,"


"Yang ada tidak akan pernah jadi pea. Lima kali sehari yang ada getah talas bogor kau sudah tidak gatal lagi," sambung Adel saat sudah kembali dari toilet. 

__ADS_1


"Maksudnya bagaimana boleh dijelaskan?" tanya Valeno antusia pada Adel. 


"Seratus dolar dulu nanti aku jelaskan,"


"Jangankan seratus dolar seribu dolar pun aku berikan,"


"Baiklah sini aku jelasin," ujar Adel dan langsung duduk di samping Valeno. Membuat Fillea langsung tersenyum mendapati mata sahabatnya langsung hijau ketika sudah berbicara tentang cuan meskipun informasi yang diberikan nya selalu nyeleneh. 


"Masa harus seminggu sekali tidak dapat dipercaya," keluh Valeno mendengar penjelasan Adel. 


"Boleh sehari sekali tapi jadi lima ribu dolar,"


"Deal lima ribu dolar besok langsung masuk ke dalam rekening kamu ok. Jadi sehari sekali,"


"Oke deal senang berbisnis dengan anda," ujar Adel sambil menjabat tangan Valeno dan beranjak dari Duduknya. "Suami kamu sultan tapi dongo level nyungsep," bisik Adel ditelinga Fillea ketika akan meninggalkan keduanya. 


"Pus apa yang dia katakan?" tanya Valeno penasaran membuat Fillea langsung mengangkat kedua bahunya. 


"Oh ternyata kalian ada di sini?"


*


Like


*

__ADS_1


Komen


Bersambung........


__ADS_2