Istri Arogan Sang Cassanova

Istri Arogan Sang Cassanova
BAB 78 Jadi Yang ke Dua


__ADS_3

Fillea langsung mencengkram lengan Valeno saat merasakan sakit yang luar biasa di perutnya kemudian Valeno langsung memeluk tubuh istrinya saat Fillea kehilangan keseimbangan dan jatuh pingsan di dalam dekapan Valeno. kemudian Valeno langsung membopong tubuh istrinya menuju mobil miliknya. 


"Mario suruh sopir yang lain. Aku ingin kamu mengurus Jessi dan lenyapkan dia dari kehidupanku!" perintah Valeno saat Mario ingin mengemudikan mobil Valeno. 


"Baik pak," sambung Mario yang langsung menuju ruang kerja Valeno. 


Mario yang sudah berada didalam ruang kerja Valeno langsung menarik Jessi keluar dari ruangan. 


"Mario apa yang kamu lakukan? Kamu melukai tanganku,"


"Aku diperintahkan Leno. Untuk membawamu ke suatu tempat,"


"Sungguh. Aku yakin Leno masih mencintaiku. Kamu ingin membawaku kemana? Apa Leno sudah mempersiapkan tempat khusus untukku?" tanya Jessi penuh antusias. 


"Betul," jawab Mario singkat yang langsung menyuruh Jessi untuk masuk kedalam mobil. 


*


*


*


Jessi langsung mengerutkan dahinya saat keduanya sudah sampai tujuan. Saat di depannya terdapat rumah yang tidak terawat dan jauh dari permukiman warga. 

__ADS_1


"Mario kenapa kita kesini. Aku rasa ini rumah kosong. Kenapa kamu membawaku kesini?"


"Ini perintah Leno. Silahkan turun," jawab Mario sambil membukakan pintu mobil untuk  Jessi turun. "Ini rumah yang akan kamu tempati. Agar Leno mudah untuk menemui mu Jes,"


"Benarkah?" tanya Jessi antusias membuat Mario langsung mengangguk. "Tidak masalah aku tinggal di rumah ini asal aku bisa terus bersama Leno meskipun jadi yang kedua. Dan aku akan menyingkirkan Lea dari kehidupan Leno setelahnya," gumam Jessi sambil tersenyum dan mengikuti Mario masuk kedalam rumah kosong tersebut. "Mario! Apa yang kamu lakukan? Mario lepaskan tanganku!" teriak Jessi saat Mario menarik tangan Jessi lalu membengkuknya kebelakang dan membawa Jessi menuju basement rumah tersebut. Dan Jessi terus saja memberontak. 


"Ini tempatmu yang pantas Jes. Karena sudah membuat Leno marah," 


"Sial kau Mario. Lepaskan aku dasar kau Brengsek. Lepaskan aku Mario!" teriak Jessi saat dirinya di masukan kedalam penjara bawah tanah. 


"Ini belum seberapa Jes. Aku yakin Leno akan membuat kamu mati membusuk di dalam penjara ini. Kamu itu manusia tidak tahu berterima kasih. Leno sudah berbaik hati padamu. Tapi apa yang kamu lakukan pada papah mertuanya yang tiba-tiba meninggal,"


"Apa?" tanya Jessi terkejut. 


"Kamu tidak usaha terkejut begitu. Aku dan juga Leno sudah tahu yang sebenarnya. Gara-gara kamu mengirim foto tidak senonoh kamu dengan Leno. Membuat papah mertua Leno terkena serangan jantung dan meninggal. Dan aku punya bukti yang kuat untuk menjebloskan kamu ke penjara,"


"Cih. Seharusnya kamu pikirkan dulu apa yang akan kamu lakukan. Dasar wanita tidak tahu diri. Yang menjual kesedihan palsu untuk keuntungan sendiri. Tunggulah hari kematian kamu disini!" tegas Mario yang langsung meningalkan Jessi. 


"Mario!" teriak Jessi sambil menendang jeruji besi penjara bawah tanah tersebut dan terus berteriak. 


*


*

__ADS_1


*


"Bagaimana dok keadaan istri saya? Apa yang terjadi padanya kenapa dia bisa pingsan?" tanya Valeno dengan kuatir saat dokter yang menangani Fillea keluar dari ruang UGD. 


"Bapak tenang saja semua baik-baik saja. Dan sebentar lagi istri bapak akan di bawa ke ruang perawatan dan dokter kandungan akan memeriksa lebih jauh keadaan janin di dalam kandungan istri bapak,"


"Apa? Janin? Istri saya…"


"Istri bapak sedang mengandung. Tapi berapa bulan tepatnya saya tidak tahu. Karena saya dokter umum di sini. Nanti bapak bisa tanyakan langsung pada dokter kandungan yang akan memeriksa istri bapak. Kalau begitu saya permisi dulu," ujar dokter tersebut yang langsung meninggalkan Valeno yang sedang tersenyum senang. 


"Ya Tuhan terima kasih. Akhirnya kamu mempercayakan aku untuk di beri momongan. Terima kasih sekali lagi yang Tuhan," ucap Valeno dengan penuh kebahagiaan dengan senyum dari kedua sudut bibirnya. 


Valeno langsung mendekat ke arah Fillea yang sedang terbaring diatas ranjang sambil memejamkan matanya ketika Fillea sudah di pindah ke ruang perawatan. 


"Terima kasih istriku. Akhirnya aku akan menjadi seorang daddy," ucap Valeno sambil mencium kening Fillea dan mengelus perut istrinya yang masih rata. "Maafkan aku karena aku tadi sudah membuatmu marah. Tapi mulai sekarang aku akan membuat kamu bahagia. Aku janji,"


"Jangan berjanji kalau kamu tidak bisa menempati,"


*Like * Komen * Bersambung..........


HAI APA KABAR SEMUANYA. AKU KEMBALI ADA YANG KANGEN TIDAK? TENTU SAJA TIDAK MEMANG AKU SIAPA?????? 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣


DAN AKU HARAP KALIAN LIKE, KOMEN DI SETIAP BAB YANG AKU UP HARI INI.

__ADS_1


KARENA AKU INGIN UP BUKAN CUMA DAUBLE TAPI UP EMPAT KALI. 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣


 


__ADS_2