Istri Arogan Sang Cassanova

Istri Arogan Sang Cassanova
BAB 22 Sah


__ADS_3

Sembilan puluh sembilan persen persiapan ijab kabul yang akan di selenggarakan di rumah Fillea sudah siap tingal menunggu kedatangan penghulu dan juga kedua mempelai yang masih di rias oleh mua profesional, yang sudah di sewa oleh keluarga Valeno. Bibi Sabila yang sadari tadi berada di dalam kamar Fillea langsung tersenyum senang saat Fillea sudah selesai dirias dan juga sudah selesai menggunakan baju pengantin yang sudah di persiapkan oleh keluarga Valeno sebelumnya. 


"Bibi sampai tidak mengenali kamu Lea kamu begitu cantik dan juga elegan, tidak salah Leno yang seleranya tinggi memilih dirimu, kamu tahu Leno tidak pernah sekalipun memiliki kekasih, beruntung sekalian kamu yang akan menjadi milik Leno untuk selamanya," ujar bibi Sabila sambil mengagumimu Fillea yang begitu cantik. 


"Beruntung dari mananya, cih kalau bukan demi kalian juga aku tidak sudi harus mengenal buaya kampret seperti dia apalagi sampai menikah seperti ini," gumam Fillea dalam hati sambil tersenyum ke arah bibi Sabila yang sedang menyusuri setiap jengkal wajah Fillea. 


Sementara itu di kamar lainnya di dalam rumah Fillea Valeno begitu gagahnya menggunakan tuxedo dengan warna senada dengan gaun pengantin yang Fillea kenakan. 


"Awas saja kalau kamu sampai menyakiti Lea, dia wanita yang sangat baik tidak ada wanita yang aku kenal sebaik dirinya," ujar Valery kembaran Valeno sambil membenarkan tuxedo milik Valeno. "Dan awas saja kalau kamu tidak berhenti dari kebiasaan burukmu, aku akan memberitahu mommy dan juga daddy agar mereka tahu kelakuan buruk anaknya selama ini," bisik Valery di telinga Valeno membuat Valeno langsung menautkan kedua alisnya sambil menatap kembaran nya. "Aku tahu wahai buaya darat apa yang kamu lakukan selama ini dan yang Mario tangan kanan kamu sembunyikan. Kalau sampai kamu tidak berubah setelah kamu menikah dengan Lea, jangan harap aku akan menutupi ini semua lagi. Aku kasihan dengan Lea yang tidak tahu kelakuan buruk dirimu," bisik Valery lagi dan Valery langsung keluar dari kamar dimana Valeno berada saat Mario masuk ke dalam. 


"Sial!" teriak Valeno setelah kembarannya keluar dari kamar dan Valeno langsung menatap tajam kearah Mario. 


"Ada apa pak Leno?"

__ADS_1


"Ini semua karena kamu Mario, sial kau Mario!" teriak Valeno sambil mengepalkan tangannya ingin memukul Mario sebelum mommy Valeno masuk kedalam kamar saat penghulu sudah datang. 


"Ada apa dengan pak Leno, ah masa bodo yang terpenting aku tidak melakukan kesalahan," ucap Mario saat Valeno sudah keluar kamar bersama dengan mommy nya.


Valeno yang sedang berjabat tangan dengan tamu undangan yang hadir langsung terpukau saat melihat Fillea yang akan menuruni tangga keluar dari kamar nya bersama dengan bibi Sabila. Hingga salah satu tamu undangan menepuk bahu Valeno. 


"Sebentar lagi halal, beruntung sekali kau pak Leno bisa mendapatkan wanita secantik dia," ucapnya membuat Valeno langsung berjalan menghampiri Fillea sambil mengulurkan tangannya ke hadapan Fillea. 


"Belum mahram," ujar bibi Sabila sambil menampik tangan Valeno dan bibi Sabila langsung menuntun Fillea menuju tempat ijab kabul. Diikuti Valeno dari belakang yang terus saja menatap Fillea. 


"Jangan main bisik bisikan sebentar bagi halal, jangankan bisik bisikan melakukan yang lainnya juga sudah diperbolehkan kalau sudah halal," ujar pak penghulu membuat semua tamu undangan yang menghadiri acara ijab kabul tersebut langsung tertawa. "Baiklah sepertinya calon pasangan suami istri dihadapanku sudah tidak tahan lagi. Kita mulai saja acaranya," canda pak penghulu yang langsung membaca doa pembukaan. 


"Saya Terima nikah dan kawinnya Fillea Abraham binti Hijo Abraham dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan juga uang tunai sebesar dua puluh milyar dua puluh satu rupiah dibayar tunai," ucap lantang Valeno sambil menjabat erat tangan papah Fillea, saat papah Fillea yang ingin menikahkan anaknya sendiri. 

__ADS_1


"Sah," ucap pak penghulu yang langsung diikuti yang lainnya mengucapkan kata sah saling bersahutan. Dan pak penghulu langsung membacakan doa kembali. 


Valeno dan juga Fillea langsung menjabat tangan tamu undangan yang hanya dihadiri oleh kerabat dekat dan juga rekan bisnis keduanya setelah keduanya selesai menandatangani surat nikah dan beberapa surat lainnya. 


"Dan sekarang kalian sudah mahram jadi kalian sudah sah untuk melakukan apa yang kalian inginkan," ujar daddy Valeno sambil memeluk anaknya. 


"Dan yang pasti harus tahu tempat jangan seperti daddy kamu,"


*


*


*

__ADS_1


Bersambung............


__ADS_2