Istri Arogan Sang Cassanova

Istri Arogan Sang Cassanova
BAB 25 Tanggung Jawab


__ADS_3

"Lea, sial!" teriak Valeno sambil memegangi juniornya kesakitan saat Fillea dengan sengaja menendang juniornya dengan kencang. 


"Makanya juniormu kondisikan jangan berdiri sembarang tempat, tidak tahu malu, itu baru di tendang belum aku suntik kebiri biar tidak bisa berdiri lagi," ucap Fillea yang langsung berjalan menuju ruang ganti tidak peduli pada Valeno yang masih meringis kesakitan. 


"Sial tenaganya sudah seperti tukang bangunan, sekali lagi kena tendang bisa tidak berfungsi junior ku," gerutu Valeno sambil mendudukan tubuhnya di atas tempat tidur dan memandangi juniornya yang baru saja terkena tendangan maut. Hingga terdengar ketukan pintu dari luar kamar Fillea membuat Valeno langsung menyuruh orang tersebut masuk saat Valeno tahu siapa yang datang. 


Mario yang baru saja masuk kedalam kamar Fillea sambil menarik koper milik Valeno langsung tertawa kencang mendapati jubah mandi yang bosnya kenakan.


"Hentikan tawamu, jangan sampai besok kamu tidak bisa tertawa lagi," ancam Valeno sambil mengambil koper yang berada di tangan Mario dan langsung membukanya. 


"Maaf pak, tapi aku harus mengabadikan ini terlebih dahulu,"


"Mario!"


"Tidak pak," sambung Mario yang langsung keluar dari dalam kamar Fillea. 


"Aku harus berjaga jaga dan jangan percaya seratus persen pada buaya kampret," ujar Fillea yang baru keluar dari ruang ganti dan Fillea langsung menutup wajahnya dengan kedua tangan saat mendapati Valeno hanya menggunakan kain segitiga. 


"Leno bisa tidak jangan mencemari mata polosku, kalau ingin mengganti pakaian bisa dikamar mandi!" tariak Fillea yang masih menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. 

__ADS_1


"Tidak usah ditutupi begitu, lihatlah saja jangan malu-malu mau merasakan juga boleh," ledek Valeno sambil tersenyum. 


"Leno jangan kurang ajar," ucap Fillea yang langsung berlari menuju keluar kamarnya.


Valeno yang sedang berada di ruang tamu bersama papah Fillea langsung menatap dan memperhatikan Fillea yang sedang sibuk menyiapkan makan malam. 


"Kalau ada kesempatan dan Lea tidak sibuk pasti Lea yang menyiapkan makan malam untuk papah nak Leno, papah juga tidak tahu dia belajar masak dari mana karena masakan yang dimasak rasanya tidak kalah dari menu makanan di restoran," ucap papah Fillea yang langsung mengalihkan pandangan Valeno dari Fillea. 


"Oh iya. Aku jadi tidak sabar ingin mencicipi nya," sambung Valeno sambil tersenyum ke arah papah Fillea. 


"Oh ya nak Leno, sekarang Lea sudah menjadi istrimu, dan tanggung jawab Lea papah serahkan kepadamu sepenuhnya, Lea anak yang sangat keras kepala, papah harap kamu bisa memaklumi nya dan bisa membawa perubahan baik pada Lea, dan papah harap kamu bisa menghentikan hobi Lea yang bisa membahayakan dirinya sendiri,"


"Terima kasih nak Leno, papah percaya padamu," ucap papah Fillea sambil menepuk punggung Valeno. "Sekarang mari kita makan malam," ucap papah Fillea yang langsung mendapat anggukan dari Valeno sambil  mengikuti papah Fillea menuju meja makan saat Fillea sudah siap menyiapkan makan malam. 


"Lea kamu sudah menjadi istri Leno seharusnya kamu menyajikan makanan di piring Leno jangan biarkan suamimu mengambil makan sendiri, itu salah satu cara istri yang baik dan berbakti pada suami," nasehat papah Fillea saat Fillea sudah asyik menyantap makanan di piringnya. 


"Oh iya aku lupa pah, aku kira yang duduk di sampingku bayangan," ujar Fillea sambil tersenyum kemudian dirinya langsung mengambil makanan dan menaruhnya di piring Valeno. 


"Menyusahkan saja kamu punya tangan buaya kampret, kamu bisa mengambil sendiri," gerutu Fillea saat sudah selesai menyiapkan makanan di piring Valeno. 

__ADS_1


"Apa kamu tidak mendengar nasehat papah? Aku sekarang suamimu dan kamu harus melayani ku," bisik Valeno di telinga Fillea saat Fillea duduk tepat di sampingnya. Membuat Fillea langsung menatap tajam kearah Valeno yang sedang tersenyum padanya. 


"Lea…," ucapan Valeno berhenti saat Fillea menyumpal makanan ke mulut Valeno setelah dirinya dengan sengaja menginjak kaki Valeno dengan kencang. 


"Suamiku jangan bicara lagi, makan yang banyak agar kamu tetap sehat," ujar Fillea sambil menyuapi Valeno hingga Valeno tersedak makanan. "Oh maaf suamiku silahkan diminum, makanya makan pelan-pelan," ujar Fillea lagi sambil menyodorkan gelas berisi minuman kehadapan Valeno, dan dirinya langsung menyantap makanan nya kembali  sambil tersenyum puas telah mengerjai Valeno. 


"Awas saja tunggu pembalasanku," bisik Valeno di telinga Fillea. 


"Aku tidak takut," bisik Fillea balik di telinga Valeno. 


"Leno, Lea ini di meja makan, selesaikan makan malam kalian terlebih dahulu, nanti teruskan lagi kemesraan kalian jika sudah dikamar," ujar papah Fillea sambil tersenyum ke arah keduanya. 


*


*


*


Bersambung...........

__ADS_1


__ADS_2