Istri Arogan Sang Cassanova

Istri Arogan Sang Cassanova
BAB 53 Menantu Kurang Ajar


__ADS_3

Brak


Veleno melempar map tepat di meja kerja Valery dengan kencang. Saat Veleno sudah berada di perusahan yang Valery pegang. 


"Jelaskan apa yang terdapat di catatan itu. Bagaimana kalau sampai daddy tahu,"


"Jangan diberi tahu," ucap Valery cuek yang duduk di kursi kerjanya sambil menumpu satu pahanya di paha yang satunya. 


"Lery ini perusahaan. Bukan tempat untuk bermain-main. Kamu menghabiskan uang perusahaan sebesar lima ratus juta dalam satu malam. Kamu bercanda?"


"Tidak!"


"Apalagi kamu menghabiskan di klub malam. Aku tidak yakin kamu akan selamat kalau daddy sampai mengetahui ini,"


"Aku juga tidak yakin kalau daddy tahu siapa kamu sebenarnya," sambung Valery membuat valeno langsung tersenyum sinis sambil menatap tajam Valery. 


"Aku laki-laki. Dan kamu perempuan Lery,"


"Dan jangan membedakan antara perempuan dan juga laki-laki. Aku sudah bosan mendengarnya dari kecil. Kamu dan Oza boleh melakukan ini itu. Tapi aku?"


"Karena kamu perempuan Lery. Laki-laki dan perempuan itu tidak sama,"


"Siapa bilang, aku perempuan dan aku bisa menjalankan perusahan ini. Hanya karena aku menghabiskan uang yang aku hasilkan untuk bersenang senang di klub malam saja kamu sudah ribut begini Leno. Apa kabarnya dengan kamu yang menghabiskan uang untuk…"


Plak


Valeno menampar pipi Valery dengan kencang. Dan menghentikan perkataan Valery. Membuat Valery langsung tersenyum sinis sambil memegangi pipinya. 


"Tapi aku tidak pernah menggunakan uang perusahaan seperti ini Lery. Kamu harus tahu itu!"


"Apa bedanya?"

__ADS_1


"Lery!"


"Pukul saja lagi. Agar kamu paus Leno," ujar Valery sambil menunjukkan sebelum pipinya kepada Valeno saat Valeno mengangkat tangannya ingin memeluk Valery dan Mario langsung menahannya. 


"Kapan kamu akan berubah Lery? Selama ini aku selalu menutupi semua dari daddy dan juga mommy kalau kamu suka menggunakan uang perusahaan untuk berfoya foya dan hal yang tidak penting. Tapi kali ini aku akan memberi tahu kepada mommy dan juga daddy semuanya agar kamu sadar apa yang kamu lakukan salah,"


"Katakan saja aku tidak takut," ujar Valery yang langsung mengambil tas miliknya. 


"Mau kemana kau?" tanya Valeno sambil menahan tangan Valery yang akan meninggalkan ruang kerja miliknya. 


"Kamu tidak perlu tahu. Aku sudah bosan hidup di kengkang. Aku butuh kebebasan Leno," ujar Valery sambil menyingkirkan tangan Valeno. 


"Lery!" teriak Valeno. 


"Teriaklah sesuka hatimu. Aku tidak peduli lagi!" ujar Valery yang langsung pergi. 


"Mario kamu awasi Lery. Aku takut terjadi hal buruk padanya,"


"Mario!" bentak Valeno memotong perkataan Mario. 


"Baik pak,"


Kemudian Valeno langsung mengambil ponsel yang berada di dalam kantong celananya saat ponsel nya tidak berhenti berdering. Dan Valeno langsung keluar dari ruang kerja Valery dengan terburu buru sambil menutup sambungan ponselnya. 


*


Rumah sakit


"Pus, apa yang terjadi padamu pus? Kenapa kamu berada di rumah sakit? Di mana yang terluka pus katakan jangan diam saja pus?" tanya Valeno bertubi tubi pada Fillea yang sedang terbaring lemah di ranjang rumah sakit. Saat Valeno mendapat kabar kalau Fillea dilarikan kerumah sakit. "Pus…"


"Meong," sambung Fillea sambil tersenyum kearah Valeno yang begitu panik. 

__ADS_1


"Pus jangan bercanda," ujar Valeno sambil menempelkan keningnya di kening Fillea. Tanpa menyadari di ruangan tersebut ada papah Fillea.


"Aku baik-baik saja," ujar Fillea sambil menjauhkan wajahnya Valeno. 


"Kalau baik-baik saja kenapa kamu berada di rumah sakit begini? Jelaskan padaku,"


"Leno ada papah malu lah," ujar Fillea saat Valeno akan mencium bibir Fillea membuat Valeno langsung menatap papah Fillea yang sedang duduk diatas sofa yang berada di ruang perawatan Fillea. 


"Maaf pah sensor dulu, papah silahkan meninggalkan ruangan ini. Karena di ruangan ini akan penuh adegan dua puluh satu plus," ujar Valeno pada papah Fillea membuat papah Fillea langsung tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. 


Plak


"Dasar menantu kurang ajar. Tidak ada Akhlak, mengusir orang tua. Otak kamu dimana?" tanya Fillea sambil memukul lengan Valeno saat papah Fillea sudah meninggalkan ruangan tersebut. 


"Sakit pus, aku ini menantu pengertian pus, kalau nanti papah melihat kemesraan kita, terus dia juga menginginkan nya, kan bisa gaswat, dia ingin mencium siapa? Tembok tidak lucu kan pus?"


"Au ah gelap, sudah jangan banyak bicara aku harus banyak istirahat. Aku begini juga karena kamu,"


"Ko aku pus?"


"Sudah diam," ujar Fillea sambil menatap pintu saat ada yang membuka pintu ruang perawatan Fillea. 


*


Like


*


Komen


Bersambung..............

__ADS_1


__ADS_2