
"Malik, itu masa lalu tidak usah diungkit lagi," ujar daddy Valeno sambil menepuk punggung paman Malik. "Selamat untuk kalian berdua semoga keluarga kalian diberi kebahagian, dan satu lagi Leno. Cintailah istrimu melebihi kamu mencintai diri kamu sendiri dan muliakan istrimu maka kamu akan menemukan ketenangan di dunia ini," nasehat daddy Valeno untuk anaknya. "Dan untuk kamu Lea, hormati suamimu, karena surga istri ada di suami dan patuhi semua perintah suamimu, maka rumah tangga kalian akan diridhoi Allah SWT amin," nasehat daddy Valeno sambil memegang kepala Fillea.
"Dan satu lagi cepat kalian beri cucu untuk laki-laki paruh baya yang sudah merindukan suara anak kecil dan ingin bermain dengan cucunya," sambung paman Malik sambil memberi selamat pada Valeno dan juga Fillea.
"Kamu benar sekali Malik," ujar daddy Valeno yang langsung pergi meninggalkan keduanya bersama paman Malik untuk menemui para tamu undangan.
"Aku harus menghormatimu tidak akan pernah, bagaimana bisa surga istri ada di suami jika suaminya bejat seperti dirimu dasar buaya kampret," ucap Fillea sambil menatap Valeno dengan muka sinis.
"Dan untuk apa aku harus mencintaimu melebihi aku mencintai diriku sendiri, itu juga tidak akan pernah terjadi, untuk apa mencintai wanita sepertimu,"
"Bagus itu," ucap Fillea yang langsung pergi meninggalkan Valeno menuju kearah bibi Sabila yang sedang asyik mengobrol dengan yang lainnya.
"Pengantin baru datang, selamat sayang untuk pernikahan kalian bibi doakan kalian akan bahagia selamanya," ucap bibi Sabila sambil memeluk Fillea.
"Terima kasih untuk doanya bi,"
__ADS_1
"Selamat Lea, mommy selalu berdoa untuk kebahagiaan kalian, dan secepatnya mommy menunggu kabar gembira dari kalian, untuk memberikan mommy cucu," ucap mommy Valeno sambil memberikan sebuah amplop kepada Fillea. "Dan ini kado dari mommy untuk kalian berdua,"
"Apaan ini mommy?" tanya Fillea penasaran.
"Jalan untuk kamu segera memberi cucu untuk mommy," jawab mommy Valeno sambil tersenyum kearah Fillea. "Nanti saja dibukanya sekarang kita makan bersama terlebih dahulu kasihan dengan yang lain yang sudah menunggu," ujar mommy Valeno sambil menggandeng tangan Fillea menuju tempat makan yang sudah disediakan.
Fillea langsung menghembuskan nafasnya lega saat para tamu undangan sudah meninggalkan rumahnya begitupun dengan keluarga Valeno yang sudah pulang bersama dengan paman Malik dan juga bibi Sabila. Fillea yang ingin menuju kamarnya langsung menghentikan langkahnya saat Valeno mengikutinya dari belakang.
"Apa yang kamu lakukan kenapa kamu mengikutiku?" tanya Fillea sambil menatap tajam kearah Valeno.
"Kamu lupa aku sekarang sudah menjadi suamimu apa aku juga harus pulang bersama mommy dan juga daddy. Apa yang akan mereka pikirkan, mikir pake otak Fillea," ucap Valeno yang langsung memeluk tubuh Fillea. Hingga terdengar deheman dari papah Fillea.
"Leno aku tidak suka ya kamu main peluk-peluk, jangan mencari kesempatan dalam kesempitan," ucap kesal Fillea sambil menampik tangan Valeno yang masih memegangi tangannya saat keduanya sudah berada di dalam kamar Fillea.
"Aku juga males memelukmu, aku hanya berakting di depan papah kamu takut papah kamu mendengar apa yang kita bicarakan tadi,"
__ADS_1
"Tapi kan kamu bisa bicara saja tidak usah main peluk seperti tadi,"
"Sudah tidak ada waktu, sudahlah aku ingin membersihkan tubuhku terlebih dahulu," ujar Valeno yang langsung masuk kedalam kamar mandi sambil tersenyum.
Fillea yang sedang mendudukan tubuhnya di atas tempat tidur langsung menatap amplop yang tadi diberikan oleh mommy Valeno kepadanya, Fillea yang penasaran langsung membuka amplop tersebut sambil menghembuskan nafasnya kasar mengetahui apa isi amplop tersebut.
"Bulan madu, siapa juga yang ingin bulan madu dengan buaya kampret," ucap Fillea sambil melempar amplop tersebut ke atas nakas. Tapi Fillea langsung mengambil amplop yang barusan dirinya lempar sambil melihat kalender meja yang juga berada di atas nakas sambil tersenyum senang.
"Amplop apaan itu?" tanya Valeno yang baru keluar dari kamar mandi.
"Oh ini lihatlah," ucap Fillea sambil membalik tubuhnya dan Fillea langsung tertawa kencang saat melihat Valeno.
*
*
__ADS_1
*
Bersambung..........