
"Leno?"
"Hem,"
"Kenapa kita pergi ke rumah sakit. Siapa yang sakit? Tadi kamu bilang ingin mengajakku ke suatu tempat. Kenapa kamu malah mengajakku ke rumah sakit,"
"Ini tempat dimana aku ingin mengajakmu pus,"
"Memang siapa yang sakit? Mommy dan daddy tidak mungkin mereka sekarang tinggal di London. Apa Lery sedang sakit?" tanya Fillea ingin tahu.
"Ada pus nanti kamu juga mengetahuinya," jawab Valeno sambil yang memeluk bahu Fillea masuk kedalam rumah sakit.
Valeno dan juga Fillea berhenti tepat di depan ruang perawatan VVIP.
"Silahkan," ucap Valeno tersenyum sambil membuka pintu ruangan perawatan tersebut mempersilahkan Fillea untuk masuk kedalam. Fillea langsung menatap dengan intens ke arah ranjang yang terdapat perempuan paruh baya yang sedang terbaring dengan infus yang menempel di tangannya dan juga selang oksigen untuk membantunya bernafas yang terpasang di hidungnya. Dan Fillea langsung beralih menatap Valeno sambil tersenyum sinis.
"Pus,"
"Diam," sambung Fillea singkat sambil membalik badannya ingin keluar dari dalam ruangan tersebut. Membuat Valeno langsung memeluk tubuh Fillea dari belakang agar Fillea tidak keluar. "Lepaskan aku. Dan ini tidak lucu Leno,"
"Maafkan aku pus. Bukannya aku tidak ingin memberitahu kamu. Karena kamu pasti akan menolak kalau aku memberi tahu terlebih dahulu,"
"Dan sekarang aku pun juga menolak untuk menemuinya. Lepaskan aku," ujar Fillea sambil melepas pelukan Valeno.
"Semua manusia memiliki kesalahan. Dan juga memiliki penyesalan setelah melakukan kesalahan termasuk juga mamah kamu yang sedang sakit pus,"
__ADS_1
"Aku tidak memiliki mamah. Ingat itu Leno!"
"Bagaimana kalau kamu memiliki kesalahan. Dan anak kamu tidak pernah mengakui kamu sebagai ibunya yang telah mengandung dan juga melahirkan nya apa perasaanmu," ujar Valeno menghentikan langkah Fillea yang akan keluar dari ruangan tersebut. Dan Fillea langsung membalik tubuhnya menghadap Valeno.
"Aku tidak anak melakukan kesalahan. Yang akan membuat anakku membenci diriku Leno!"
"Tapi kamu lahir dari rahimnya pus,"
"Tapi dia tidak menganggapku ada,"
"Apa kamu yakin?"
"Tentu,"
"Untuk apa aku harus memberi kesempatan kepada dia. Siapa dia?"
"Dia wanita yang telah melahirkan kamu Lea,"
"Dan setelah nya dia membuang diriku bagaikan binatang. Apa dia pantas disebut dengan seorang ibu? Tidak Leno dia tidak pantas!"
"Itu masa lalu,"
"Tidak ada sekarang kalau tidak ada masa lalu, ingat itu Leno!"
"Dia sudah menyesali perbuatannya Lea,"
__ADS_1
"Aku tidak peduli!" tegas Fillea yang langsung membalik tubuhnya hendak keluar dari ruangan tersebut.
"Anakku…" panggil perempuan paruh baya dan terjatuh dari atas ranjang saat dirinya ingin beranjak dari tidurnya. Menghentikan langkah Fillea yang akan keluar. Dan Valeno langsung mengangkat tubuh perempuan paruh baya tersebut yang sudah tidak sadarkan diri. Dan menekan Bel yang terdapat di dinding samping ranjang untuk memanggil dokter.
Valeno langsung memeluk bahu Fillea saat keduanya sudah berada di luar ruang perawatan tersebut. Saat dokter menyuruh keduanya untuk keluar.
"Mudah mudahan tidak terjadi sesuatu padanya. Saat dokter meng vonisnya hidupnya tidak akan lama lagi saat kanker serviks yang dideritanya sudah memasuki stadium akhirnya,"
"Apa?" tanya Fillea terkejut mendengar perkataan Valeno.
"Apa kamu tidak tahu? Jelas saja kamu tidak tahu dia bukan ibumu bukan?" tanya Valeno tapi tidak mendapat jawaban dari Fillea yang langsung berjalan menuju bangku tunggu tepat di depan ruangan tersebut. Dan Valeno pun mengikuti Fillea dan duduk tepat di sampingnya.
"Dari mana kamu tahu dia mamah?" tanya Fillea.
"Papah yang bilang. Saat aku beberapa kali melihat mamah kamu datang ke rumah. Tapi papah mengusirnya. Dan terakhir aku mengikutinya dan mendapati mamah kamu pingsan di jalan. Kemudian aku membawanya kerumah sakit, dan ketika dia sudah sadar dia langsung menjelaskan semuanya kepadaku. Apa yang sudah terjadi dimasa lalu, yang membuat dia menyesali perbuatannya. Dan sebelum dia pergi untuk selamanya. Dia hanya ingin memelukmu sekali saja meskipun kamu tidak menganggap nya sebagai mamah kamu," jelas Valeno membuat Fillea langsung meraup wajahnya dengan kedua tangannya dan Valeno langsung memeluk Fillea dalam dekapannya.
*
Like
*
Komen
Bersambung..............
__ADS_1