
"Bisa pelan sedikit tidak suaranya. Kamu membuat telingaku sakit istriku," ujar Valeno saat istrinya berteriak tepat di telinganya.
"Apa yang kamu lakukan?"
"Aku hanya ingin kita selamat. Sampai ke kantor istriku. Aku sudah mengijinkan kamu menaiki motor kamu. Kamu juga tidak boleh menolaknya," jawab Valeno saat dirinya menyuruh Mario untuk meminta beberapa polisi mengawal dirinya dan juga Fillea yang akan menaiki motor gedenya menuju kantor.
"Baiklah. Tidak masalah. Kamu sudah siap?" tanya Fillea sambil tersenyum ke arah suaminya.
"Sudah," jawab Valeno yang langsung mengikuti Fillea menuju motornya yang sudah berada di halaman rumahnya. "Pus hati-hati aku tidak ingin terjadi sesuatu pada si kecil," ucap Valeno saat istrinya sudah menaiki motor gedenya.
"Aku baik-baik saja begitupun dengan si kecil, jangan usah kuatir dad. Sudah ayo cepat naik,"
"Baik," sambung Valeno yang langsung naik keatas motor. "Ingat kecepatan tidak boleh dari 10 kilometer per jam,"
__ADS_1
"Oke dad," jawab Fillea sambil tersenyum dan pelan-pelan melajukan motornya keluar dari halaman rumahnya dan di kawal beberapa polisi yang sudah di sewa Valeno.
"Si kecil daddy baik-baik ya sayang. Mommy kamu memang aneh," ucap Valeno sambil mengelus elus perut istrinya. Saat Fillea sedang sibuk mengendarai motornya.
"Aneh tapi suka,"
"Itulah yang membuat aku jatuh hati padamu pus. Karena kamu berbeda dan punya daya tarik sendiri,"
"Tangan kondisikan ini jalan umum. Atau aku akan menaikan kecepatan motorku," ujar Fillea saat Valeno meremas gunung kembar Fillea dari belakang. Membuat Valeno langsung menurunkan tangan nya beralih memeluk pinggang istrinya.
"Cemen gitu aja udah tegang. Cepat turun!"
"Aku tidak suka tegang yang begini. Aku sukanya tegang yang lain,"
__ADS_1
"Dasar mesum," sambung Fillea sambil menoyor kepala Valeno.
"Kamu baik-baik saja kan? Gimana dengan si kecil?" tanya Valeno sambil membalik tubuh Fillea untuk menghadap ke arahnya saat istrinya baru saja turun dari mobil.
"Aku baik-baik saja. Aku haus aku ingin minum," jawab Fillea yang langsung masuk ke dalam kantor Valeno.
"Jangan minum itu. Ini saja, ingat si kecil butuh asupan gizi," ucap Valeno saat Fillea akan meminum minuman isoton dan langsung Valeno rebut di ganti dengan susu hamil kemasan yang sudah tersedia di lemari pendingin yang terdapat di dalam ruang kerjanya.
"Aku sudah bilang aku…"
"Jangan membantah. Ingat si kecil didalam," sambung Valeno memotong perkataan Fillea dan langsung menyuruh Fillea minum susu hamil.
"Sekarang ikut aku," Valeno menarik tangan Fillea menuju sofa bed yang ada di dalam ruangannya.
__ADS_1
"Jangan macam-macam!"
*Like*Komen*Bersambung................