
Valeno yang sedang berada diruang ganti hanya bisa mengacak-acak rambutnya kasar. Pasalnya dirinya tidak tahu pakaian apa yang pantas untuk datang kerumah Fillea saat dirinya akan menjadi kekasih bohongan Fillea.
"Masa aku harus mengenakan setelan jas, memangnya aku harus menghadiri acara resmi perusahaan," ucap Valeno sambil melempar setelan jas yang baru saja dirinya keluarkan dari dalam lemari. "Ah masa bodo mengenakan pakaian apapun juga tidak akan mengurangi ketampananku ini," Valeno berkata sambil tersenyum menatap cermin yang berada di hadapannya.
"Pak Leno lama sekali anda di dalam? Pesanan yang anda pesan sudah datang, dan sesuai apa yang pak Leno inginkan," ucap Mario yang sekarang ikut masuk kedalam ruang ganti Valeno.
Mario langsung tersenyum mendapati pakaian yang dikenakan oleh Valeno.
"Kenapa kamu tersenyum apa kamu sedang meledekku?"
"Tentu saja tidak pak," ucap Mario yang langsung cekatan memilih pakaian yang cocok untuk dikenakan oleh Valeno. "Ganti lah dengan ini pak, tidak pantas kalau bapak akan menemui kekasih bapak ke rumahnya hanya menggunakan kaos seperti ini," ucap Mario sambil memberikan kemeja lengan pendek kepada Valeno.
"Tepatnya kekasih bohongan," sambung Valeno yang langsung membuka kaos yang dirinya kenakan dan menggantinya dengan pakaian yang Mario berikan. Karena selama ini Mario lah yang selalu menyiapkan segala sesuatunya untuk Valeno.
"Mario,"
"Iya pak ada yang bisa saya bantu lagi?"
"Apa semua wanita menyukai bunga?"
"Sepertinya begitu pak, bapak kan…"
"Aku tahu, kamu mana tahu, kamu saja tidak pernah mempunyai kekasih," sambung Valeno memotong perkataan Mario.
__ADS_1
"Apa bedanya dengan bapak?"
"Apa kamu sudah bosan bekerja denganku?"
"Tentu saja tidak pak,"
"Kenapa kamu mengataiku?"
"Tidak, aku hanya bicara kebenaran,"
"Sial kau," ucap Valeno yang langsung keluar dari ruang ganti diikuti oleh Mario dari belakang dengan senyum dari kedua sudut bibirnya.
"Mario apa ada panggilan masuk dari nomor baru?" tanya Valeno yang sekarang sedang menikmati sarapannya.
"Baiklah kita pergi sekarang,"
"Pak, tapi sarapannya bagaimana?" tanya Mario saat Valeno belum selesai menghabiskan makanan nya, tapi tidak dihiraukan oleh Valeno yang langsung keluar dari kamar hotel miliknya.
*
Semantara itu Fillea yang sudah cantik menggunakan dress sebatas lutut dengan warna coral yang begitu senada dengan warna kulitnya yang begitu putih, hanya bisa mondar mandir di dalam kamarnya sambil memegang ponsel di tangannya.
"Telepon tidak, telepon tidak," ucap Fillea yang masih terus mondar mandir saat jam di dinding kamarnya menunjukan pukul sebelas siang, ketika paman dan juga bibi Fillea sudah berada di rumahnya sejak pagi. "Ah masa bodo mau dia datang atau tidak, aku tidak peduli, daripada aku harus menghubungi dia duluan, dasar buaya kampret,"
__ADS_1
"Apaan itu buaya kampret?" tanya wanita paruh baya yang tiba-tiba masuk kedalam kamar Fillea.
"Bibi Sabila? Bibi mengagetkan saja,"
"Maaf sayang," ucap bibi Sabila sambil menatap Fillea dari ujung kepala hingga ujung kaki. "Fillea kamu sangat cantik sekali, cie cie yang ingin bertemu dengan kekasihnya dan mengenalkan kepada kami,"
"Bibi jangan begitu aku jadi malu,"
"Untuk apa kamu malu pasti kekasih kamu sangat tampan, bukan begitu?" tanya bibi Sabila membuat Fillea langsung tersipu malu. "Fillea maafkan bibi dan juga paman ya? Karena sempat ingin menjodohkan kamu dengan saudara paman, sebelum papah kamu bilang kalau kamu sudah memiliki kekasih,"
"Tidak masalah bi, oh ya bi Vier tidak ikut ke Indonesia?"
"Tidak sayang dia sedang sibuk dengan perusahaannya dan juga percintaannya yang rumit," jawab bibi Sabila yang tidak mendapat tanggapan dari Fillea yang langsung menuju ke jendela kamarnya saat Fillea mendengar ada mobil yang masuk kedalam halaman rumahnya.
"Bi aku ke bawah dulu ya sepertinya bua…" Fillea langsung menutup mulutnya membuat bibi Sabila langsung mengangkat kedua alisnya. "Maaf bi maksud aku, kekasih aku sudah sampai," ujar Fillea yang langsung keluar dari kamarnya membuat bibiy Sabila hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.
*
*
*
Bersambung..................
__ADS_1