Istri Arogan Sang Cassanova

Istri Arogan Sang Cassanova
BAB 08 Menarik


__ADS_3

"Stop aku bilang stop buaya kampret," ucap Fillea kesal saat Valeno tidak menghentikan mobilnya. "Sial," ucap Fillea lagi saat Valeno menghentikan mobilnya mendadak. "Bisa nyetir apa tidak sih?" 


"Kamu bilang suruh berhenti," 


"Tapi bukan disini, tapi disana," ujar Fillea sambil menunjuk rumah miliknya yang sudah terlewat. Membuat Valeno langsung memundurkan mobilnya. 


"Ini?" tanya Valeno tepat di depan rumah Fillea. 


"Iya, terima kasih, oh iya aku minta nomer ponsel kamu," 


"Untuk apa? Apa kamu tertarik dengan buaya kampret seperti diriku," 


"Jangan kepedean, sampai kapanpun juga aku tidak akan pernah tertarik pada buaya kampret seperti dirimu," 


"Terus?"

__ADS_1


"Kamu lupa, besok kamu harus menjadi kekasih bohongan untukku, dan malamnya aku yang akan menjadi kekasih bohongan untukmu, apa kamu melupakan kesepakatan kita tadi?" tanya Fillea tapi tidak dijawab oleh Valeno yang langsung memberikan kartu nama pada Fillea. 


"Aku tidak membutuhkan nomor kamu," ucap Valeno percaya diri saat Fillea memasukkan kartu nama Valeno ke dalam tasnya. 


"Cih najis aku harus memberi kartu nama pada buaya kampret seperti kamu," ucap Fillea yang langsung meninggalkan Valeno tanpa mengucapkan sepatah katapun lagi. Dan Valeno langsung tersenyum simpul sambil terus menatap Fillea yang masuk kedalam gerbang rumahnya. 


"Perempuan aneh, aku kira kamu dari golongan bawah, ternyata aku salah," ucap Valeno saat tahu rumah Fillea yang begitu megah. "Suka balap motor, suka makan di pinggir jalan, tidak seperti kebanyakan perempuan dari golongan atas seperti dia, dan juga dermawan. Sungguh menarik," ucap Valeno saat tidak melihat Fillea lagi dari pandangannya. 


"Leno apa yang kamu pikirkan , semua wanita sama," ucap Valeno pada dirinya sendiri dan langsung melajukan mobilnya dengan kencang, sambil menggeleng gelengkan kepalanya. 


Fillea yang ingin masuk kedalam rumah langsung menatap jam yang berada di layar ponselnya. Saat menunjukan pukul satu dini hari. Fillea langsung terkejut saat pintu rumahnya tiba-tiba terbuka, dan Fillea langsung tersenyum lebar sambil memeluk tubuh papahnya yang sudah berada di depan pintu. 


*


Valeno langsung menaiki lift menuju kamarnya saat dirinya sudah berada di hotel bintang lima miliknya yang berada di pusat kota. Mario asisten Valeno langsung menghampiri Valeno ketika Valeno tiba di kamar hotel miliknya, ketika satu lantai hanya terisi kamar Valeno dan juga fasilitas lainnya yang begitu megah. 

__ADS_1


"Bapak dari mana saja? Saya sudah menemukan wanita yang bisa pak Leno jadikan kekasih sementara dan dia sudah menunggu pak Leno didalam kamar seperti biasa," 


"Suruh dia pulang, aku sedang tidak menginginkannya," ucap Valeno yang sekarang duduk di sofa. 


"Tapi pak, untuk besok bagaimana?" 


"Kamu tidak perlu kuatir aku sudah menemukannya," 


"Baik pak," ucap singkat Mario yang langsung masuk kedalam kamar untuk menyuruh wanita yang dirinya bawa keluar dari kamar hotel Valeno. "Tumben sekali pak Leno tidak menginginkan tidur ditemani wanita," gumam Mario saat kembali ke dalam kamar hotel Valeno. 


Valeno tersenyum simpul saat dirinya sedang berendam di kolam renang pribadinya, mengingat kembali Fillea. Satu satunya wanita yang tidak tertarik kepada dirinya. Dan satu satunya wanita yang berani melontarkan umpatan kepada dirinya. Tapi senyum itu hilang seketika digantikan dengan senyum sinis dan Valeno langsung menenggak anggur yang berada ditangannya dengan kasar. 


*


*

__ADS_1


*


Bersambung................


__ADS_2