
***Yang belum menikah skip aja dulu yah tidak usah di baca like sajaðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤ bab ini terkhusus yang sudah menikah selamat membaca. setelah baca jangan lupa jempolnya tekan like dan juga tulis komen agar aku semangat***
Fillea menyadarkan kepalanya di bahu Valeno saat keduanya sudah berada di dalam mobil menuju pulang kerumah.Â
"Pus tidurlah di pangkuan ku," ucap Valeno yang langsung menidurkan kepala Fillea di kedua pahanya. Dan Valeno langsung memberikan ciuman di bibir istrinya yang sudah menjadi candu baginya.Â
"Kasihanilah aku yang jomblo ini harus melihat pemandangan seperti itu. Yang membuat ginjalku bergejolak," ujar Adel yang duduk di samping kursi pengemudi saat dirinya ingin pulang bersama dengan Fillea hanya untuk bisa dekat dengan Mario. Membuat Valeno langsung melepas tautan bibirnya. "Mario apa setiap hari kamu menyaksikan pemandangan seperti itu? Apa ginjal kamu tidak bergejolak?"
"Apa yang kamu katakan? Apa kamu memiliki penyakit ginjal?"
"Ya Tuhan itu perumpamaan Mario. Kamu dodol juga ya,"
"Apaan itu dodol?" tanya Mario antusias sambil menatap Adel.Â
"Ya ampun jangan menatapku seperti itu. Aku meleleh melihat mata biru kamu Mario,"
"Apa kamu es yang bisa meleleh?"
"Bukan begitu juga kali kamu benar-benar dodol,"
"Nah itu yang tadi aku ingin tanyakan dodol itu apa?"
"Ampun deh nih bule kepo amat. Dodol itu makanan yang terbuat dari tepung beras, gula dan juga santan,"Â
"Lobak nya tidak sekalian. Kamu bilang lobak memiliki santan,"
"Lobak itu dimasukin ke goa. Jadinya mantap-mantap,"
"Goa apaan?"
"Au ah gelap," sambung Adel yang langsung menyandarkan kepalanya di jok mobil membuat Mario langsung tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.Â
*
*
*
__ADS_1
Valeno langsung membopong tubuh Fillea keluar dari mobil saat Fillea sudah tertidur lelap saat keduanya sudah sampai rumah.Â
"Mau kemana?" tanya Mario saat Adel juga ingin keluar dari dalam mobil.Â
"Aku ingin turun. Dan aku ingin menginap di rumah Lea. Aku sudah lama tidak menginap di rumahnya,"
"Tidak bisa. Atau kamu ingin aku dipecat,"
"Kenapa memangnya?"
"Jangan sok polos,"
"Aku sebenarnya masih polos,"
"Yakin tidak ingin mencicipi lobak jumbo?"
"Mau," jawab Adel yang langsung tersenyum ka arah Mario membuat Mario langsung menggelengkan kepalanya dan melajukan mobilnya kembali.Â
Valeno yang sudah berada didalam kamar langsung merebahkan tubuh Fillea di atas tempat tidur kemudian menyelimuti tubuh Fillea diakhiri dengan mencium singkat bibir istrinya tersebut.Â
"Apa kamu sedang merayuku pus?"
"Tentu siapa lagi yang harus aku rayu selain kamu. Apa aku harus merayu orang lain?"
"Itu tidak akan pernah terjadi pus," jawab Valeno yang sekarang mengungkung tubuh Fillea sambil menempelkan keningnya di kening Fillea.Â
"Terima kasih untuk hati ini. Aku sangat bahagia bisa berkumpul dengan teman temanku,"
"Aku akan melakukan apapun untuk membuatmu bahagia pus," ujar Valeno yang langsung Mel*mat bibir istrinya yang sudah membuat candu bagi dirinya.Â
"Aah Leno hentikan ahh," de sah Fillea saat Valeno sedang menyusuri leher jenjang Fillea sambil memberikan tanda kepemilikan.Â
"Baiklah aku akan menghentikan," sambung Valeno sambil melepas pakaian yang Fillea kenakan dan terakhir melepas penutup gunung kembar jumbo milik Fillea yang sudah di klaim dan juga sudah menjadi hak paten Valeno.Â
"Uh em ah hentikan Leno," de sah Fillea lagi menahan kenikmatan saat Valeno menyesap choco chip milik nya seperti anak bayi yang sedang kehausan.Â
"Malam ini aku akan memberikan kenikmatan berkali kali untukmu," ucap Valeno sambil tersenyum dan menanggalkan pakaian yang dikenakannya. "Apa kamu siap pus?"
__ADS_1
"Tentu aku siap,"
"Bagus," sahut Valeno dan langsung mel*mat bibir Fillea dan tangannya tidak bisa diam bermain main di jalan masuk menuju lubang kehangatan yang tidak dapat ditolak. "Apa kamu sudah siap. Milikku sudah menegang ingin mencari kehangatan?" tanya Valeno Fillea pun langsung tersenyum. "Kenapa masih saja sempit. Sudah berulang aku keluar masuk,"
"Sudah jangan banyak bicara aku sudah tidak tahan,"
"Ingin kemana?"
"Leno!"
"Oke aku masuk," kemudian Valeno memasukan miliknya dengan perlahan menikmati perjalanan awal yang begitu memabukkan.Â
"Leno kenapa kamu diam saja,"
"Aku sedang menikmati kehangatan istriku,"
"Leno aku. Ahh Leno emmm ah," de sah Fillea saat Valeno sudah bermain keluar masuk di bawah sana sambil menyesap choco chip merah jambu miliknya membuat gelora di tubuh Fillea begitu membara. Dan Valeno terus menghujami Fillea dengan kenikmatan yang tiada tara sambil tersenyum ketika Fillea terus Men de sah sambil menggigit bibir bawahnya, merasakan kenikmatan yang terus Valeno berikan apa lagi saat Valeno mempercepat Irama permainannya.Â
"Leno emmm ah,"
"Malam ini aku ingin terus mendengar suara de sahan yang keluar dari mulut kamu istriku, teruslah men de sah," bisik Valeno di telinga Fillea sambil terus mempercepat irama permainannya.Â
"Ah Leno,"
"Lea ah emm," de sah keduanya bersahutan saat Valeno terus mempercepat pemainnya. Dan suara lenguhan keluar dari mulut keduanya bergantian saat keduanya sudah mencapai klimaks kenikmatan.Â
"Lagi?" tanya Valeno membuat Fillea langsung tersenyum sambil mengangguk.Â
*
Like
*
komen
Bersambung......
__ADS_1