
Fillea yang baru masuk kedalam kamar nya langsung menghembuskan nafasnya kasar saat melihat Valeno sudah menguasai seluruh tempat tidurnya, membuat Fillea langsung menuju ruang ganti tanpa memperdulikan kan Valeno yang sedang menatapnya.
"Mau kemana ini sudah malam, jangan sampai papah kamu tahu kamu meninggalkan rumah di malam hari saat dimana papah kamu mengira kita sedang melewati malam pertama. Walaupun kita tidak melakukannya jangan sampai papah kamu curiga," ujar Valeno saat Fillea berganti pakaian menggunakan celana jeans dan juga jaket motor yang sudah melekat di tubuhnya membuat Fillea langsung menghentikan langkahnya karena benar apa yang dikatakan Valeno.
"Lebih baik kamu mengemas pakaian kamu untuk kita pergi berbulan madu, itu yang kamu inginkan bukan?" tanya Valeno yang sekarang sudah beranjak dari tidurnya dan mendudukan tubuhnya di atas tempat tidur Fillea.
"Berbulan madu? Siapa juga yang ingin berbulan madu?"
"Tadi kamu menganggukan kepala mu saat aku berkata apa kamu ingin pergi,"
"Iya aku ingin pergi tapi bukan untuk berbulan madu, aku ingin pergi ke Italia karena ada jadwal motoGP di sirkuit mugello, dan aku lihat jadwal penerbangannya besok, dan tepat sekali besoknya lagi ada jadwal motoGP, aku sudah tidak sabar ingin bertemu dengan idolaku, Valentino Rossi, Maverick Vinales, Marc Marquez dan masih banyak yang lainnya, aku datang," ujar Fillea sambil tersenyum dan Fillea langsung menuju ruang ganti untuk mengemas pakaiannya.
__ADS_1
"Aku kira kamu ingin berbulan madu sungguhan ternyata aku salah," gumam Valeno sambil mengacak acak rambutnya dan menghembuskan nafasnya kasar.
"Aku juga akan bertemu denganmu, aku sangat merindukanmu, maaf karena aku mengkhianatimu tapi tidak akan lama setelah tiga bulan pernikahanku aku akan segera bercerai, dan aku akan ikut kemanapun kamu pergi," ucap Fillea sambil tersenyum saat dirinya memegangi foto yang berada di salah satu laci lemari pakaian miliknya. "Aku selalu mencintaimu," ucap Fillea lagi sambil mencium foto tersebut dan meletak kan kembali di laci lemarinya.
"Tidurlah di atas tempat tidur, kita berbagi tempat tidur, aku janji tidak akan menyentuhmu Lea, sofa itu ukurannya kecil nanti kamu sakit kalau harus tidur disana," ucap Valeno saat Fillea menuju sofa yang berada di dalam kamarnya dengan membawa selimut di tangannya. Tapi tidak dihiraukan oleh Fillea yang langsung merebahkan tubuhnya diatas sofa sambil bermain ponsel membuat Valeno langsung beranjak dari tempat tidur dan menghampiri Fillea.
"Sebenarnya kamu punya telinga atau tidak Lea, sekarang aku suamimu,"
"Aku punya telinga dan telingaku ada dua dan itu masih normal, kalau kamu ingin tidur tidurlah, jangan menganggu diriku, dan satu lagi jangan lupa kalau kita menikah hanya untuk tiga bulan," ucap ketus Fillea yang langsung menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut. Membuat Valeno langsung kembali lagi menuju tempat tidur Fillea dan langsung merebahkan tubuhnya walaupun matanya tidak bisa terpejam sama sekali.
Valeno yang akan keluar dari dalam kamar Fillea langsung menghentikan langkahnya ketika melihat posisi tidur Fillea yang tidak benar saat Fillea sudah tertidur lelap. Membuat Valeno langsung menghampiri Fillea dan mengambil ponsel Fillea yang terjatuh di lantai, dan Valeno langsung mengerutkan kedua alisnya saat melihat wallpaper di ponsel Fillea dan langsung meletakkan nya di atas meja, kemudian Valeno langsung mengangkat tubuh Fillea untuk memindahkannya ke atas tempat tidur.
__ADS_1
"Ringan sekali tubuhmu, aku harus membatasi aktivitasmu mulai sekarang bagaimanapun caranya," ucap Valeno yang langsung merebahkan tubuh Fillea diatas tempat tidur.
"Jangan pergi, aku mencintaimu," ucap Fillea dengan mata yang terpejam dan memeluk lengan Valeno dengan erat. Membuat Valeno langsung mengangkat kedua alisnya mendengar apa yang dikatakan oleh Fillea, dan Valeno langsung mencoba melepas pelukan Fillea tapi tidak bisa saat Fillea mengeratkan kembali pelukannya, membuat Valeno langsung mengurungkan niatnya untuk pergi dan ikut merebahkan tubuhnya di samping Fillea.
"Aku tidak tahu perkataanmu kamu tunjukan untuk siapa, tapi kenapa hatiku merasa tenang saat kamu mengatakan itu Lea," ujar Valeno sambil tersenyum dan tangannya reflek menyelipkan rambut Fillea ke belakang telinga saat rambut Fillea menutupi sebagian wajah Fillea.
"Leno!"
*
*
__ADS_1
*
Bersambung..................