Istri Arogan Sang Cassanova

Istri Arogan Sang Cassanova
BAB 57 Anti Kerut


__ADS_3

"Sampaikan salamku untuk istrimu Leno. Aku yakin istrimu sangatlah sempurna. Hingga seorang Valeno Wardhana yang memiliki selera yang tinggi sangat begitu mencintainya,"


"Dia memang sempurna dimataku Jes, dan aku sangat bersyukur memiliki istri seperti dia. Yang mau menerima kekurangan ku ini. Kalau begitu aku pergi dulu. Kamu istirahat. Kalau ada sesuatu kamu juga boleh menghubungi ku," ujar Valeno yang langsung pergi meninggalkan ruang perawatan Jessi. 


Selepas kepergian Valeno. Mario langsung masuk ke dalam ruang perawatan Jessi. Sambil menatap Jessi yang sedang memejamkan matanya. 


"Jes, ada yang kamu inginkan?" tanya Mario sambil mendekat ke arah Jessi. 


"Tidak terima kasih," ujar Jessi sambil membuka matanya. "Mario Terima kasih juga untukmu. Sudah mau menolongku,"


"Leno yang menyuruh ku Jes. Tapi kamu jangan mengira Leno masih memiliki rasa padamu dengan dia membantu kamu seperti ini,"


"Kenapa kamu berkata seperti itu Mario? Tidak terlintas di pikiranku apa yang kamu pikirkan itu Mario. Aku juga tahu diri, pada apa yang aku lakukan dulu kepada Leno. Yang membuat Leno terpuruk. Tapi aku melakukan itu dengan terpaksa. Dan aku senang Leno sudah melupakan itu. Dan rasa bersalah ku pada Leno sedikit berkurang,"


"Bagus kalau begitu,"


"Dan sekarang aku ingin beristirahat. Kalau tidak ada hal lain yang ingin kamu sampaikan kamu pulanglah, sebelumnya terima kasih Mario," ujar Jessi sambil menaikkan selimut untuk menutupi tubuhnya. 


"Kamu istirahat saja. Aku akan tetap disini. Dan ini perintah pak Leno padaku," sambung Mario yang langsung menuju sofa yang ada di ruang perawatan VVIP Jessi. 


*


*


*


"Pus. Aku sudah datang. Apa kamu sangat merindukan ku? Tentu saja, siapa lagi yang akan kamu rindukan selain aku pemilik tusukan maut. Pus baiklah aku kan pulang kalau kamu tidak merindukan aku," canda Valeno saat sudah berada di dalam ruang perawatan Fillea yang sudah seperti hotel bintang lima dengan fasilitas yang mumpuni. Dan mendapati mata Fillea sedang terpejam tapi Valeno tahu kalau Fillea sedang berpura pura. 

__ADS_1


"Pulang saja sana. Tapi jangan harap kamu akan…"


"Aku akan menciummu," ujar Valeno yang langsung mencium singkat bibir Fillea kemudian dirinya langsung naik keatas ranjang dan memeluk tubuh Fillea. "Aku sangat merindukanmu pus,"


"Tapi kamu bau. Kenapa kamu tidak membersihkan diri sih,"


"Tidak sempat saat seluruh jiwaku begitu menggebu-gebu ingin segera menemuimu," gombal Valeno yang masih memeluk tubuh Fillea dan mengendus endus dia gundukan gunung kembar jumbo milik istrinya tersebut. 


"Leno jangan begitu aku geli,"


"Tapi aku menginginkan nya," 


"Leno! Hentikan,"


"Tidak akan. sebentar lagi oke,"


"Baiklah aku akan mengantarmu," ujar Valeno sambil melepas pelukan Fillea. 


"Aku bisa sendiri, aku sudah baikkan, infus  saja sudah dicabut tadi oleh suster,"


"Tidak bisa. Sekalian aku mau patroli. Kamu masih police line atau tidak,"


"Ya masih lah. Kamu ada-ada saja paling tidak tujuh hari ini baru sehari,"


"Aku tidak percaya," ujar Valeno yang langsung membopong tubuh Fillea menuju kamar mandi. 


"Oh tidak! Police line masih jadi penghalang," ucap Valeno saat sudah berada di dalam kamar mandi. 

__ADS_1


"Au ah gelap. Oh ya ambilkan aku roti dan juga kan_cut dong,"


"Untuk apa? Kamu ingin makan roti di kamar mandi, yang benar aja pus. Dan apa itu kansrut,"


"Ya ampun. Kamu orang mana sih. Yang dimaksud roti itu pembalut dan kan_cut itu ce_lana da_lam Leno,"


"Oh itu. Kalau bicara itu dengan kosa kata yang benar agar aku paham kus. Apa kamu lupa kalau aku…"


"Anak kambing kali. Gitu aja tidak tahu,"


"Enak aja aku anak sultan,"


"Iyain aja, sudah sana ambilin jangan kelamaan!" perintah Fillea dan Valeno langsung keluar dari dalam kamar mandi menuju lemari pakaian yang ada di ruang perawatan Fillea. 


"Caharam, anti kerut," ucap Valeno saat dirinya mengambil bungkusan biru yang dibilang roti oleh Fillea saat Fillea mengatakan meletakkan roti tersebut di lemari. "Kenapa para wanita suka pergi ke salon untuk menghilangkan kerutan di kulit dan menghabiskan waktu berjam jam. Tinggal pakai ini saja dirumah inikan anti kerut," ujar Valeno dan kembali lagi menuju kamar mandi. 


*


Like


*


Komen


*


Bersambung............

__ADS_1


__ADS_2