Istri Arogan Sang Cassanova

Istri Arogan Sang Cassanova
BAB 39 Meminta Bantuanmu


__ADS_3

"Maaf Pak Leno," ujar salah satu orang yang tiba-tiba datang menghentikan Fabio yang sedang memukul Valeno. 


"Jack, apa kamu mengenal orang ini?" tanya Fabio sambil menunjuk Valeno. 


"Diamlah dan minta maaf pada nya," bisik Jack salah satu tim dari Fabio tepat di telinga Fabio. 


"Jack seharusnya dia yang meminta maaf padaku, apa dia tidak tahu siapa aku?"


"Bio diamlah. Dan kondisikan tanganmu," ucap Jack sambil menurunkan tangan Fabio yang masih menunjuk Valeno. "Hormati pak Leno, dia salah satu sponsor kita Bio, cepat minta maaf," jelas Jack pada Fabio, membuat Fabio begitu terkejut dengan penjelasan Jack. 


"Tinggalkan kami berdua!" perintah Valeno, membuat semua orang yang berada di sekeliling langsung pergi meninggalkan keduanya. 


*


"Kenapa aku masih saja pusing, aku sudah tidur dari tadi, minum obat juga sudah," ujar Fillea sambil beranjak dari tidurnya dan menyandarkan kepalanya di sandaran tempat tidurnya. "Sudah pukul tujuh malam, kenapa Bio belum menghubungiku," ujar Fillea lagi sambil menatap ponsel miliknya yang baru dirinya ambil dari atas nakas.


"Bio angkatlah, kemana dirimu Bio," ucap Fillea saat dirinya menelepon Fabio tapi Fabio tidak mengangkat panggilan ponsel dari dirinya. 


"Jangan memaksakan diri turun dari tempat tidur kalau masih sakit," ujar Valeno yang sudah berada didalam kamar saat melihat Fillea yang akan turun dari tempat tidur. 


"Leno, kamu sudah pulang, bagaimana harimu pasti menyenangkan bukan, menghabiskan hari bersama dengan wanita," ucap Fillea sambil turun dari tempat tidurnya. 

__ADS_1


"Aku sudah bilang jangan turun dari tempat tidur, tidak percaya kalau aku beri tahu," ujar Valeno dengan sigap manahan tubuh Fillea yang hilang keseimbangan. 


"Maaf," ucap Fillea sambil menatap kearah Valeno saat Valeno sudah mendudukkan tubuh Fillea kembali di atas tempat tidur. "Leno apa yang terjadi padamu jangan bilang kamu berkelahi hanya karena wanita Leno, oh Leno?" tanya Fillea sambil tertawa melihat luka lebam di pipinya dan juga sudut bibirnya yang terluka. "Atau jangan-jangan…"


"Diamlah aku sedang tidak ingin bercanda," ujar Valeno memotong perkataan Fillea dan langsung menuju arah kamar mandi. 


"Leno tunggu," ucap Fillea membuat Valeno langsung menghentikan langkahnya menuju kamar mandi sambil membalik tubuhnya menatap Fillea. 


"Ada apa? Jangan meledekku,"


"Tidak tenang saja, aku hanya ingin meminta bantuanmu,"


"Mengantar aku ke hotel tempat Bio menginap, yang tidak jauh dari sini, aku dan juga Bio sudah berjanji akan makan malam bersama malam ini," jelas Fillea tapi tidak dihiraukan oleh Valeno yang langsung masuk kedalam kamar mandi. 


"Percuma saja aku meminta bantuan padanya," gerutu Fillea saat Valeno sudah masuk kedalam kamar mandi. 


"Selamat malam," sapa Jimy yang memang memiliki akses masuk kedalam kamar hotel dimana Valeno dan Fillea berada atas perintah Valeno, dengan dua pelayanan di belakangnya yang membawa troli berisi makan malam dan juga pelayan satunya membawa kotak p3k permintaan Valeno. "Silahkan makan malamnya bu," ujar Jimy dan menyuruh pelayan menyajikan makanan yang dibawanya di atas meja makan. 


"Tidak perlu aku ingin…" ucapan Fillea berhenti saat Fillea membekap mulutnya sendiri agar tidak keceplosan. Mengingat kembali kalau Jimy adalah anak buah dari daddy Valeno. "Ok terima kasih Jimy, sekarang kalian pergilah," perintah Fillea. 


"Tapi pak Leno memintaku untuk mengobati luka di wajahnya bu,"

__ADS_1


"Tidak perlu nanti aku yang akan mengobatinya,"


"Tapi ibu Lea…"


"Aku sudah baikan," ucap Fillea memotong perkataan Jimy tahu apa yang akan dikatakan oleh Jimy. Membuat Jimy dan juga kedua pelayan langsung pergi meninggalkan kamar. 


Valeno yang baru keluar kamar hanya mengenakan jubah mandi, langsung mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan. 


"Apa yang sedang kamu cari Leno? Jimy? Aku sudah menyuruhnya keluar. Dan kemarilah aku akan mengobati lukamu sebagai balasan karena kamu sudah merawatku semalam," ujar Fillea yang duduk di atas tempat tidur sambil mengangkat kotak p3k di tangannya membuat Valeno langsung berjalan ke arah Fillea. 


"Makanya jangan suka mainin perempuan jadinya begini kan? Insyaf lah kau buaya kampret," ucap Fillea sambil mengobati luka di sudut bibir Valeno membuat Valeno langsung mencekal tangan Fillea yang sedang mengobati bibirnya sambil menatap Fillea.


*


like


*


komen


Bersambung........... 

__ADS_1


__ADS_2