
Fillea yang baru sampai sirkuit langsung mendapat tepukan tangan dari segerombolan anak motor yang memang menunggu kedatangan Fillea, membuat Fillea langsung tersenyum sinis saat Fillea baru membuka helm yang dikenakannya dan turun dari motor gede milik temannya yang Fillea kendarai. Kemudian mendekat kearah segerombolan anak motor diikuti Raka dari belakang.
"Lea aku mohon batalkan rencana kamu ini," ujar Raka dari belakang Fillea tapi tidak dihiraukan oleh Fillea yang terus berjalan mendekat kearah segerombolan anak motor.
"Akhirnya kamu datang juga sayang, sudah lama aku tidak melihatmu, kamu tambah cantik saja," ucap salah seorang laki-laki yang langsung beranjak dari motor gede yang dirinya duduki.
"Tidak usah berbasa basi Seno, aku kesini tidak untuk berbasa basi. Aku kesini untuk menerima tantanganmu agar kamu tidak melukai teman-teman ku,"
"Aku tidak akan menyakiti teman-temanmu dan lupakan tantangan ku tempo hari, itu sudah tidak berlaku lagi yang aku inginkan kamu menjadi kekasihku dan menghabiskan malam bersamaku bagaimana," ujar Seno sambil berjalan mengelilingi tubuh Fillea membuat Fillea langsung tersenyum sinis sambil melipat kedua tangannya.
"Cih sampai kapanpun aku tidak sudi, walaupun didunia ini hanya tersisa dirimu aku tidak akan sudi,"
"Apa kamu masih berpikir kalau…"
"Jangan banyak bicara. Bilang saja kamu takut aku bisa mengalahkanmu di sirkuit dan semua anak buahmu akan malu memiliki ketua seperti dirimu yang bisa aku kalahkan," ucap Fillea memotong perkataan Seno.
__ADS_1
"Ok kita balapan kalau kamu kalah kamu harus menemaniku malam ini bagaimana?"
"Ok siapa takut, dan kalau aku yang menang jangan pernah tunjukan batang hidungmu di hadapanku dan jangan pernah ganggu teman-teman ku lagi,"
"Ha ha ha, Lea bersiaplah menghabiskan malam bersamaku malam ini,"
"Jangan banyak bicara Seno, kita buktikan saja di atas lintasan,"
"Ok karena aku sayang padamu, kita balapan hanya tiga putaran saja dan bersiaplah untuk kekalahan mu sayang," ujar Seno yang langsung menuju motor miliknya begitupun dengan Fillea yang langsung mengenakan pakaian balapnya dan langsung naik ke atas motor.
Fillea yang baru turun dari motor langsung menghampiri Seno dengan senyum sinis dari sebelah kanan sudut bibirnya.
"Ok mulai sekarang jangan pernah mengganggu teman-teman ku lagi,"
"Aku tidak janji," ujar Seno membuat Fillea langsung menatap Seno dengan tajam sambil mengerutkan kedua alisnya saat anak buah Seno mengepung Fillea dan Raka teman Fillea sudah di pegang tangannya oleh anak buah Seno yang lainnya membuat Fillea langsung menampar pipi Seno dengan kencang dan Seno langsung tertawa.
__ADS_1
"Lea kamu tidak akan bisa keluar dari kandang macan ini sayang, mendekatlah dan peluklah aku dan cium bibirku ini. Atau aku akan memaksamu?" ujar Seno sambil mendekat ke arah Fillea membuat Fillea langsung menendang junior Seno dan Seno langsung mengaduh kesakitan dan anak bangsa buah Seno langsung sigap memegangi kedua tangan Fillea. Tapi naas Fillea tidak bisa memberontak saat Fillea kalah telak dengan anak buah Seno.
"Sayang ayolah habiskan malam bersamaku, kita akan saling menikmati jangan membuatku harus memaksa dirimu Lea sayang," ucap Seno yang sekarang menyusuri wajah Fillea dengan jarinya.
"Cih," Fillea meludah tepat mengenai muka Seno membuat Seno langsung mencengkam rahang Fillea dengan kencang.
"Baiklah ini yang kamu inginkan bukan? Aku akan menggunakan kekerasan," ucap Seno dan menyuruh anak buahnya untuk membawa Fillea.
"Mau kalian bawa kemana dia?"
*
*
*
__ADS_1
Bersambung...............