Istri Arogan Sang Cassanova

Istri Arogan Sang Cassanova
BAB 96 Kemodusan Belaka


__ADS_3

"Ach sialan!" teriak Fabio yang sekarang sudah terjungkal di lantai sambil memegangi juniornya yang baru saja ditendang oleh Fillea dengan kencang. Ketika Fillea menyadari jika Fabio ingin memukul suaminya dari belakang. 


"Rasakan ini," ucap Fillea sambil menginjak kaki Fabio dengan kencang. "Rasakan itu. Aku berharap juniormu tidak akan berfungsi lagi Bio!"


"Lea hentikan. Aku tidak ingin kamu melakukan itu. Biar aku saja," larang Valeno sambil menarik tangan sang istri yang akan menginjak kaki Fabio kembali. 


"Rasakan ini Bio!" teriak Valeno sambil mengangkat kakinya ingin menendang kepala Fabio sebelum polisi datang dan menghentikan aksinya. Kemudian beberapa polisi yang datang langsung mengamankan Fabio dan membawanya ke kantor polisi untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. 


"Mario. Aku belum selesai menyiksa dia kenapa kamu sudah membawa polisi untuk mengamankan nya?" 


"Aku tidak ingin melihat kalian berdua masuk kedalam penjara karena sudah menghilangkan nyawa seseorang. Dan aku tidak ingin direpotkan kau mengerti pak bos!"


"Berani sekali kau Mario!"


"Kabur," ujar Mario yang langsung berlari meninggalkan Valeno dan juga Fillea. 


Setelah kepergian Mario, Valeno langsung menatap sang istri sambil menyusuri wajah sang istri. Diakhiri memberikan ciuman singkat di bibir Fillea di lanjut dengan mencium ceruk leher sang istri dengan begitu mesra. 


"Leno hentikan!" perintah Fillea sambil menyingkirkan wajah sang suami saat Valeno bukan saja mencium ceruk leher Fillea tapi juga menghisap nya. 


"Kenapa? Aku hanya sedang menikmatinya. Kamu tahu tidak istriku? Kamu itu wanita terhebat dan juga tangguh. Aku yakin anak kita sangat bangga padamu,"


"Jangan menggombal. Aku tahu pasti ada maksud lain dari gombalan kamu ini,"


"Ko kamu tahu?"


"Jelas saja. Karena apa yang keluar dari mulut kamu itu penuh kemodusan belaka,"

__ADS_1


"Modus dengan istri sendiri tidak salah kan?"


"Iya tidak salah. Tapi waktunya tidak tepat. Kamu tahu? Kamu baru saja kehilangan daddy. Apa iya ***** kamu tidak berduka?"


"Jelas saja tidak. Itu kan beda jalur," jawab Valeno yang langsung membopong tubuh istrinya. 


"Jangan macam-macam!"


"Tidak istriku. Tidak mungkin aku melakukannya disini. Tapi di dalam mobil," ucap Valeno sambil tersenyum dan keluar dari gedung kosong dimana sudah hampir seminggu Fabio dikurung oleh paman Malik. 


"Tapi ada Mario," 


"Biarkan saja dia melihat langsung. Dari pada dia hanya melihat di video,"


"Leno!"


"Aku kira kamu sudah tidak waras,"


"Aku juga tidak ingin tubuh istriku dilihat oleh orang lain," ucap Valeno dan langsung mencium bibir sang istri menuju mobilnya. 


"Dasar bos tidak tahu diri. Ada jomblo woy. Apa aku harus mencium stir mobil," gerutu Mario sambil menutup pintu mobil saat Valeno dan juga Fillea sudah masuk ke dalam mobil. 


"Aku mendengarmu Mario. Daripada mencium stir mobil mending kamu cium tuh knalpotnya atau tidak bemper mobil sekalian," sambung Valeno sambil menurunkan kaca mobil. 


"Aku kira pak Leno tidak mendengar,"


"Bolot dong?"

__ADS_1


"Iya itu tahu,"


"Mario!"


*


*


*


Hari-hari dilalui Valeno dan juga Fillea dengan penuh kebahagiaan. Saat tidak ada lagi yang mengusik rumah tangganya. Saat semua duri dalam rumah tangganya sudah di hempaskan. Valeno menarik selimut yang masih menutupi tubuh istrinya dan langsung memeluk erat tubuh istrinya yang masih terlelap. 


"Istriku bangun ini sudah jam delapan pagi,"


"Apa!" teriak Fillea sambil membuka matanya. "Leno lepaskan apa kamu masih kurang?"


"Tentu. Apalagi sekarang rasanya jauh lebih nikmat," jawab Valeno sambil mengelus perut istrinya yang sudah begitu besar saat usia kandungannya sekarang sudah memasuki usia tujuh bulan. "Sayang sambut daddy. Daddy akan mengunjungimu lagi dan bermain dengan kalian," ujar Valeno beralih menciumi perut istrinya. 


"Leno jangan macam-macam. Aku tidak ingin melakukannya lagi. Aku lapar,"


"Oke kamu makan dulu. Setelah itu…"


"Aku ingin pergi ke kelas ibu hamil," ujar Fillea memotong perkataan suaminya dan langsung beranjak dari tempat tidurnya. 


"Oh tidak aku sudah menegang Lea!"


*Like*Komen*Bersambung................

__ADS_1


__ADS_2