Istri Arogan Sang Cassanova

Istri Arogan Sang Cassanova
BAB 70 Pertama Kalinya


__ADS_3

"Sudah ayo turun. Apa kau tidak ingin makan malam?" tanya Valeno sambil membuka pintu mobil dimana Fillea berada dan mengulurkan tangannya kemudian Fillea langsung meraih tangan Valeno dan turun dari mobil. 


"Kamu yakin ingin makan malam disini?"


"Tentu. Karena dari tempat ini aku bisa bersamamu sekarang. Dan tempat ini yang sudah membuat aku merasakan getaran rasa yang sudah pernah mati. Dan itu semua berkat istriku, sayangku, pus ku," ujar Valeno sambil memeluk pinggang Fillea. "Kamu tahu tidak pus. Dari saat itu aku selalu mengingat dirimu,"


"Aku tidak percaya,"


"Istriku sayang. Kenapa kamu selalu berkata tidak percaya. Kamu membuat hatiku sakit tau," ucap manja Valeno sambil menghentak hentakan kakinya seperti anak kecil. 


"Idih malu kali. Tubuh kekar begini tapi kelakuan seperti anak kecil,"


"Ini semua karena kamu tidak pernah percaya padaku pus. Kapan kamu tersanjung saat aku memujimu pus?"


"Terima kasih suamiku aku sangat tersanjung. Begitu maksudnya?"


"Kamu berkata apa bertanya,"


"Dua duanya. Komplit bukan?"


"Iyain aja,"


"Ko kamu berkata seperti itu,"


"Kamu juga sering mengatakan itu padaku pus. Bagaimana perasaan kamu kalau aku mengatakan hal itu,"


"Kesel aja,"

__ADS_1


"Begitupun dengan aku pus. Tapi saat aku melihat wajahmu kesal itu melebur," sambung Valeno di lanjut dengan mencium bibir Fillea. 


"Ini tempat umum," ujar Fillea sambil menjauhkan wajah Valeno ketika Valeno bukan saja mencium bibirnya tapi juga mel*matnya.


"Tidak masalah kita kan sudah halal,"


"Tapi malu dilihat bayak orang,"


"Iya maaf," sambung Valeno sambil menarik tangan Fillea masuk kedalam tempat makan yang begitu spesial bagi Valeno. Membuat Fillea langsung membulatkan matanya ketika sudah sampai di dalam. 


"Selamat ulang tahun Fillea,"


"Happy birthday,"


"Selamat hari mbrojol,"


Ucap beberapa orang yang sudah berada di tempat makan saling bersahutan memberikan selamat kepada Fillea. Dan Fillea langsung menatap Valeno yang berdiri tepat di sampingnya yang sedang tersenyum manis. 


"Selamat ulang ulang tahun Fillea Abraham istriku," ujar Valeno yang langsung memeluk tubuh istrinya di akhiri dengan memberikan ciuman singkat di bibir Fillea. "Kamu pasti lupa kalau hari ini ulang tahunmu bukan?" tanya Valeno dan Fillea langsung mengangguk kan kepalanya. "Karena kamu sibuk dengan kesedihan pus. Dan kamu lupa dengan dirimu sendiri. Dan mulai sekarang  aku tidak ingin kamu terus larut dalam kesedihan seperti ini. Aku butuh kamu pus. Jangan biarkan aku merasakan apa yang kamu rasakan. Karena separuh aku dirimu pus. Dan aku merasakan apa yang kamu rasakan,"


"Maaf. Dan Terima kasih," sambung Fillea yang langsung mencium bibir Valeno. 


"Ya ampun dari tadi aku hanya melihat kalian bercumbu kapan kita mulai berpesta nya?" ujar Adel sambil melipat kedua tangannya menatap tajam Fillea yang langsung melepas ciumannya. 


"Iya Lea kasihanilah kita yang jomblo. Apa aku harus mencium bibir pecel lele milik pak de," sambung Riki teman motor Fillea. 


"Iya Lea benar apa kata Riki," sambung teman motor Fillea yang lainnya. 

__ADS_1


"Disini ada aku, kamu boleh mencium bibirku mau nih," Sahut Adel sambil memonyongkan bibirnya ke arah salah satu teman motor Fillea. 


"Ogah sudah tidak orisinil. Aku maunya yang orisinil," ujar Riki. 


"Onderdil motor kali orisinil. Ya sudah cium saja knalpot motormu itu yang berisik,"


"Berisik juga cewek banyak yang ngantri,"


"Untuk apa?" tanya Adel penasaran yang duduk di samping Riki. 


"Nagih hutang," sahut Rama teman motor Fillea yang lainnya dan seketika semua tertawa kencang. Tidak terkecuali Fillea. 


"Sudah bercandanya. Sekarang pak de yang ingin mengucapkan selamat ulang tahun untuk neng Lea," sambung pakde penjual pecel lele yang didatangi oleh Valeno dan juga Fillea. Di mana Valeno dan juga Fillea pernah makan malam bersama untuk pertama kalinya. Yang sudah tidak asing bagi Fillea karena tempat tersebut markas dirinya dan juga semua teman motornya. Kemudian pak de langsung memberikan nasehat kepada Fillea yang sangat baik kepada dirinya di akhirnya dengan memberikan kue ulang tahun dan acara makan malam di warung makan kaki lima tersebut di mulai. 


Valeno terus menatap Fillea yang sedang tertawa lepas dengan Adel dan juga semua teman motornya yang semuanya laki-laki. Valeno tersenyum senang melihat tawa Fillea yang sudah seminggu lebih tidak pernah dirinya lihat setelah papah mertuanya meninggal. 


"Terima kasih," ujar seseorang sambil menepuk punggung Valeno dan langsung duduk di samping Valeno. 


*


Like


*


Komen


Bersambung........

__ADS_1


__ADS_2