
Valeno dan juga Fillea langsung menatap mommy Valeno.
"Jangan bilang mommy ingin ditemani. Mommy sungguh tidak pengertian kalau begitu. Kami pengantin baru mommy, pengertian lah pada anakmu ini mom," ucap Valeno sambil menatap mommy nya.
"Apa kalian tahu?" tanya mommy Valeno sambil beranjak dari tempat tidur kemudian menarik tangan Valeno dan juga Fillea, untuk ikut naik ke atas tempat tidur.
"Kalian sejak kecil sudah saling mengenal dan kalian seperti tom dan jery," ujar mommy Valeno membuat Valeno dan juga Fillea langsung mengangkat kedua alisnya dan saling menatap. Kemudian mommy Valeno langsung menceritakan semuanya apa yang terjadi waktu kecil. Hingga Valeno dan juga Fillea melupakan apa yang sebelumnya keduanya akan lakukan.
*
Malam hari Valeno dan juga Fillea sudah berada di sebuah cafe elite di pusat kota Roma. Saat keduanya memutuskan untuk makan malam diluar. Ketika mommy dan juga daddy Valeno tidak lagi ada di hotel saat keduanya melakukan penerbangan menuju London untuk menemani Viyoza adik laki-laki Valeno yang sekarang menggantikan pekerjaan Valeno yang berada di London. Dan Valeno harus mengurus perusahaan yang berada di Indonesia.
"Kamu cantik pus," ucap Valeno di telinga Fillea saat keduanya akan menuju sebuah meja yang sebelumnya sudah di reservasi.
"Ko pus?" tanya Fillea penasaran sambil menatap Valeno yang sedang menggandeng tangan Fillea.
"Kamu lupa, yang mommy katakan tadi siang?"
"Kalau begitu kamu kus dong tikus," jawab Fillea.
"Tidak masalah kamu pus aku kus, karena tom dan jery tidak dapat dipisahkan karena dimana ada tom di situ juga ada jery dan juga sebaliknya. Seperti kita, aku berharap kita tidak akan terpisahkan kecuali maut yang memisahkan kita," ujar Valeno yang sekarang beralih memeluk tubuh Fillea dan langsung berdansa saat musik yang diputar cocok untuk berdansa. "I love you pus," bisik Valeno di telinga Fillea saat keduanya masih berdansa. "Aku tidak menginginkan kamu mengatakan i love you too untukku sekarang. Cukup aku yang akan mencintaimu pus," ucap Valeno sambil menghentikan dansanya dan membawa Fillea menuju meja cafe dan mempersilahkan Fillea untuk duduk di kursi. "Kamu tunggu disini aku akan segera kembali," ujar Valeno sambil menaruh dagunya di pundak Fillea diakhiri dengan mencium ceruk leher Fillea kemudian Valeno meninggalkan Fillea sendiri.
"Leno!" teriak Fillea bingung memanggil Valeno tapi tidak dihiraukan oleh Valeno.
"Lagu ini kupersembahkan untuk istriku yang paling aku cintai, yang berada di meja nomor tujuh, ini lah perasaanku kepadamu sekarang pus" ucap Valeno yang tiba-tiba sudah berada di atas panggung sambil menunjuk Fillea. Dan semua orang yang berada di dalam cafe langsung bertepuk tangan saat seorang MC yang berada di belakang Valeno meng translate ucapan Valeno ke bahasa Italia.
__ADS_1
Kamu yang ada di depan mata
Aku ingin terus menatapmu
Karena senyum tawa
Yang terlalu lama kau simpan
Aku terpana terbawa susana
Yang ada dimalam itu
Kau yang kulihat dari banyaknya kaum hawa
Yang terasa hampa
Tanpa membawa segala rasa
Yang pernah ada dihatiku
Kamu rotan yang dijadikan bangku
Ingin membuatku
Terduduk diam merasakan kenyamanan
__ADS_1
Bagai bara yang ada di dalam tungku
Tidak pernah mati seperti cintaku
Rasa ini natural bagai coklat
Secoklat tanah
Warna bagai biru sebiru lautan
Yang luas
"Ti amo, Fillea Abraham, calon ibu dari anak-anakku," ujar Valeno setelah selesai menyanyikan lagu coklat biru. Membuat Fillea langsung berlari ke atas panggung dan langsung memeluk Valeno, diiringi tepuk tangan dari seluruh pengunjung cafe yang melihat kemesraan keduanya di atas panggung.
"Suaramu jelek kus, membuat telinga ku sakit," bisik Fillea di telinga Valeno saat masih memeluk Valeno. "Aku tidak mencintaimu kus," ujar Fillea pada Valeno sambil melepas pelukannya.
*
Like
*
Komen
Bersambung.............
__ADS_1