Istri Arogan Sang Cassanova

Istri Arogan Sang Cassanova
BAB 68 Mengingat


__ADS_3

Fillea terus menangis dipelukan Valeno ketika keduanya sudah berada dirumah sakit. Saat sebelumnya Valeno menerima kabar dari pak Budi supir pribadi papah Fillea. Dan menyatakan kalau papah Fillea mendadak terkena serangan jantung. 


"Leno. Aku takut terjadi sesuatu kepada papah. Aku tidak ingin kehilangan papah," ucap Fillea yang masih terisak di dalam dekapan Valeno. 


"Jangan katakan apapun. Semua akan baik-baik saja pus. Kamu harus yakin,"


"Tapi…"


"Jangan katakan apapun," sambung Valeno sambil mencium singkat pucuk kepala Fillea saat keduanya berada di depan ruang ICU dimana papah Fillea sedang mendapat penangan khusus. 


"Sayang apa yang terjadi dengan papah kamu?" tanya bibi Sabila yang sudah tiba dirumah sakit saat dirinya mendapat kabar kalau papah Fillea mendadak terkena serangan jantung. 


"Bibi. Aku tidak tahu. Bibi aku…"

__ADS_1


"Sayang jangan katakan apapun," sambung bibi Sabila yang langsung memeluk Fillea dalam dekapannya. 


"Tapi bi. Papah tidak pernah sampai jatuh pingsan dan tidak sadarkan diri seperti ini bi. Aku tidak ingin terjadi sesuatu kepada papah," 


"Bibi yakin papah kamu akan baik-baik saja. Jadi tenangkan dirimu sayang,"


"Bagaimana aku bisa tenang kalau aku tidak tahu keadaan papah di dalam. Aku ingin masuk kedalam," ujar Fillea sambil melepas pelukannya dari bibi Sabila. Kemudian dirinya menuju arah pintu ruangan ICU dan bertepatan dengan dokter yang baru keluar dari ruangan tersebut. "Baguslah dokter sudah keluar. Bagaimana keadaan papah? Papah baik-baik saja kan dok?" tanya Fillea dengan mimik muka yang tidak bisa ditebak membuat dokter tersebut tidak menjawab. Dan langsung menatap Valeno dan juga bibi Sabila yang berada tepat di belakang Fillea. "Dok aku sedang bertanya pada dokter kenapa dokter malah menatap mereka. Aku berada di sini dok! " kesal Fillea yang langsung menatap arah pintu ruang ICU yang terbuka dan beberapa perawat keluar sambil mendorong brankar yang terdapat seseorang di atasnya yang sudah ditutupi dengan kain putih di seluruh tubuh nya. 


"Maaf sebelumnya…" Dokter tersebut langsung menghentikan perkataan nya saat Filleae berlari menuju brankar yang baru saja keluar dari dalam ruang ICU di ikuti oleh Valeno dan juga bibi Sambil. 


*


*

__ADS_1


*


Valeno tidak bisa berbuat banyak saat dirinya tahu apa yang sedang dialami oleh istrinya. Saat papah mertuanya sudah menghadap yang kuasa. Papah mertua yang sangat baik menurutnya walaupun dirinya belum lama mengenalnya. Dan Valeno terus berada di samping Fillea tidak sedikitpun meninggalkan nya. Dan disini sekarang Valeno berada di belakang istrinya yang sedang bersimpuh di samping nisan papah nya yang baru selesai dimakamkan. Tidak ada yang bisa di katakan oleh Valeno yang langsung menghampiri istrinya dan ikut duduk bersimpuh di samping Fillea kemudian dirinya langsung memeluk bahu istrinya untuk menenangkannya, hanya hal itu yang bisa dirinya lakukan. 


"Papah adalah papah dan juga mamah dalam hidupku selama ini. Papah tidak malu saat di taman kanak-kanak dulu ada hari ibu. Dan papah dengan bangga mengatakan "Aku ibu dari anakku yang paling cantik di dunia ini," kemudian papah naik keatas panggung bersama ibu-ibu yang lain dan menerima bunga dariku di perayaan hari ibu. Disitu aku tidak lagi iri dengan teman temanku yang mempunyai keluarga utuh. Dan aku merasa papah adalah segalanya bagiku. Tapi sekarang aku tidak lagi dapat melihat senyum papah. Senyum yang selalu menguatkanku disaat aku terpuruk. Dan aku juga tidak akan mendapat kasih sayang lagi dari papah. Kasih sayang yang begitu besar," ucap Fillea mengingat kembali kenangan bersama papah nya. 


*


Like


*


Komen

__ADS_1


Bersambung...........


__ADS_2