
"Dan mulai sekarang aku yang akan menguatkanmu, dan aku juga yang akan menyayangimu lebih dari yang kasih sayang yang papah berikan padamu dulu, aku berjanji padamu istriku," sahut Valeno sambil menyandarkan kepala Fillea di bahunya. "Sekarang kita pulang. Tidak baik kamu terus bersedih seperti ini. Papah juga akan sedih jika melihat anak yang dicintainya bersedih seperti ini,"
"Tapi aku…"
"Lea sayang. Semua orang akan meninggal tinggal menunggu waktunya. Jangan kamu bersedih, ingat kematian itu mengingatkan kita untuk lebih mendekat ke yang maha kuasa. Agar saat kamu menghadapnya kamu sudah siap sayang," sambung mommy Valeno yang tiba-tiba berada di pemakaman memotong perkataan Fillea. Membuat Fillea dan juga Valeno langsung menatap mommy Valeno dan keduanya langsung berdiri.
"Benar apa yang mommy kalian katakan. Kematian itu sebagai pengingat untuk kita. Karena kita semua akan meninggalkan dunia ini," ujar daddy Valeno membenarkan perkataan istrinya.
"Maaf mommy dan daddy tidak dapat menyaksikan pemakaman papah kamu sayang. Karena pesawat yang kita tumpangi mengalami delay," ujar mommy Valeno sambil memeluk Fillea dan Fillea hanya menganggukkan kepalanya didalam pelukan mommy Valeno. "Dan kamu jangan menangis lagi seperti ini sayang. Kamu harus ikhlas melepas kepergian papah kamu. Karena Leno, mommy dan juga daddy akan selalu berada disampingmu sayang. Hapuslah air mata ini," ujar mommy Valeno sambil menghapus air mata yang membasahi pipi Fillea.
"Dan sekarang saatnya kita pulang," sambung daddy Valeno dan mommy Valeno langsung merangkul bahu Fillea meninggalkan pemakaman tersebut.
*
*
*
Seminggu berlalu
Fillea sedang duduk melamun di dalam kamarnya. Mengingat kembali mendiang papa nya saat seminggu sebelum nya dirinya sedikit melupakan karena mommy dan juga bibi Sabila selalu berada bersamanya untuk menghiburnya. Air mata Fillea tidak terasa membasahi pipinya. Dan tidak menyadari jika Valeno sudah berada didalam kamar.
"Kenapa kamu melamun istriku? Apa kamu tidak ingin menyambut suamimu ini yang baru pulang kerja," ucap Valeno sambil memeluk Fillea dari belakang membuat Fillea langsung terkejut dan segera menghapus air matanya.
"Maaf,"
"Apa kamu menangis?"
"Tidak,"
"Jangan berbohong," ucap Valeno sambil memegang dagu Fillea yang sekarang berada tepat di hadapannya saat Fillea sedang membantu melepas pakaian kerja Valeno.
"Bagaimana kalau kita pindah ke apartemen saja. Agar kamu tidak bersedih seperti ini,"
"Tidak aku akan tetap tinggal disini,"
__ADS_1
"Baiklah tapi kamu tidak boleh bersedih lagi ok. Kalau kamu masih bersedih seperti ini. Aku akan memaksamu tinggal di apartemen," tegas Valeno. Dan Fillea langsung tersenyum.
"Malam ini kamu mau makan apa biar aku masakin?"
"Tidak perlu. Aku ingin mengajakmu makan malam diluar. Sudah lama aku tidak makan diluar. Kamu bersiaplah aku ingin membersihkan diri," ujar Valeno sambil mencium singkat bibir Fillea kemudian dirinya langsung menuju kamar mandi.
*
*
*
"Istriku sayang kamu ingin makan dimana dan ingin makan apa? Tapi jangan bilang terserah," tanya Valeno saat keduanya sudah berada didalam mobil untuk makan di luar.
"Itu kamu sudah tahu kenapa kamu malah bertanya,"
"Ayolah istriku jangan begitu. Kamu seperti orang yang patah semangat begitu. Semangatlah, apa aku harus bersorak sorak sambil bertepuk tangan menyebut namamu untuk menyemangati kamu?" tanya Valeno membuat Fillea langsung tersenyum tanpa ada paksaan.
"Nah begitu dong senyum dengan ikhlas. Selama ini kamu selalu tersenyum dengan terpaksa. Apa kau harus belajar melawak agar kamu tersenyum lepas seperti tadi?"
"Yang garing itu yang enak kali. Coba aja kamu makan kerupuk tapi tidak garing enak tidak?"
"Tidak,"
"Nah berarti yang garing enak kan?"
"Itu kan kalau kerupuk malih!"
"Sama aja,"
"Beda lah,"
"Sama,"
"Beda dodol,"
__ADS_1
"Oke aku yang waras ngalah,"
"Sialan berarti kamu mengatai aku tidak waras," sambung Fillea sambil memukul lengan Valeno yang sedang mengemudi dan Valeno langsung menghentikan mobilnya dan menatap Fillea.
"Akhirnya istriku yang arogan kembali lagi setelah seminggu lalu menghilang," ujar Valeno sambil memeluk Fillea. "Jangan pernah berubah jadilah diri kamu sendiri istriku,"
"Kamu kira aku superman yang bisa berubah," sambung Fillea sambil melepas pelukan Valeno.
"Kamu memang bukan superman tapi aku yakin kamu akan jadi super mom untuk anak kita,"
"Mulai, sudahlah jangan menggombal aku sudah lapar,"
"Siap super mom," ucap Valeno yang langsung melajukan mobilnya kembali.
*
*
*
"Kita sudah sampai," ujar Valeno saat sudah memarkirkan mobilnya.
"Kamu tidak salah?" tanya Fillea penasaran saat Valeno sudah memarkirkan mobilnya untuk makan malam.
"Tidak," jawab Valeno sambil tersenyum.
*
Like
*
Komen
Bersambung............
__ADS_1