
*Yang belum menikah skip lagi saja ya, bab ini khusus yang sudah menikah terima kasih*
Pergulatan di atas ranjang masih terus terjadi, tidak ada lagi kata sakit hati yang dirasakan oleh Fillea entah kemana perginya.
"Emmmm Leno lebih cepat lagi, aku sudah tidak tahan,"
"Akupun sama Lea," ujar Valeno yang langsung mempercepat irama permainannya.
"Emmmggg, ukhhhhhh,"
"Eemmmmm," d*s@h keduanya bergantian saat keduanya sudah mencapai klimaks kenikmatan yang begitu memabukkan, dan melupakan peliknya kehidupan dunia. Kemudian Valeno mengeluarkan juniornya dari sarang, lalu mengelap peluh yang berada di kening Fillea saat Fillea masih mengatur nafasnya. Dan Valeno langsung merebahkan tubuhnya di samping Fillea kemudian memeluk Fillea dalam dekapannya.
"Terima kasih Lea," ucap Valeno membuat Fillea langsung mengangkat kepala menatap Valeno.
"Maaf Leno karena kamu bukan orang pertama yang melakukannya, sekali…" Valeno langsung menaruh jari telunjuknya di bibir Fillea agar Fillea tidak meneruskan perkataannya.
"Jangan katakan lagi Lea, aku sudah mengetahuinya sebelum aku mengucap ijab kabul, dan papah kamu sendiri yang memberitahuku, apa yang telah terjadi kepadamu sebelumnya, dan papah kamu memintaku untuk tidak melanjutkan ijab kabul. Tapi aku memilih untuk melanjutkan, karena aku tahu kamu berbeda Lea. Aku yang seharusnya meminta maaf kepadamu karena sudah banyak wanita yang menemaniku diatas ranjang, dan aku berjanji mulai sekarang hanya kamu yang akan menemani tidurku, dan kita mulai kehidupan baru dari sekarang dan kita lupakan masa lalu kita," ucap Valeno di akhiri mencium singkat pucuk kepala Fillea sambil mengeratkan pelukannya.
"Leno,"
"Hemm,"
__ADS_1
"Kenapa juniormu masih berdiri tegak? Kita sudah melakukannya," tanya Fillea saat Fillea menyadari kalau junior Valeno masih berdiri tegak di bawah sana ketika Fillea akan mengeratkan pelukannya dan paha Fillea menyentuh junior Valeno saat keduanya tidak menggunakan sehelai benang pun di bawah selimut yang sama.
"Karena aku masih menginginkannya Lea," ujar Valeno sambil melepas pelukannya dan beranjak dari tidurnya kemudian mengangkat tubuh Fillea agar duduk dipangkuannya.
"Aku tahu kamu belum berpengalaman tapi aku akan mengajarimu Lea bagaimana bermain di atas,"
"Aku tahu walaupun aku tidak pernah melakukannya Leno, tinggal masukin saja sudah kan?" tanya Fillea tapi tidak dijawab oleh Valeno yang sekarang menyesap choco chip merah muda di atas gunung kembar jumbo Fillea. "Uhhhgggg, emm," d*s@h Fillea sambil menekan belakang leher Valeno saat merasakan sensasi luar biasa. Kemudian Valeno langsung memposisikan pusat inti Fillea menuju juniornya yang sudah menegang ingin kembali masuk ke dalam sarang untuk kedua kalinya.
"Ahhhh Leno teruskan emmm Leno," ucap Fillea sambil menyebut nama Valeno saat Valeno menghentak hentakan juniornya dari bawah sana, membuat Valeno langsung tersenyum.
"Rasanya lebih nikmat bukan?" tanya Valeno sambil terus mempercepat irama permainannya membuat Fillea hanya mengangguk sambil menggigit bibirnya sendiri merasakan kembali kenikmatan yang begitu luar biasa. Dan malam ini malam yang begitu panjang bagi keduanya, dan malam ini juga menjadi saksi menyatunya kedua anak manusia yang sebelumnya sudah bagaikan tom dan jerry.
"Maaf aku sudah membuatmu kelelahan, dan terima kasih kamu sudah mau menerimaku, i love you Lea," ucap Valeno sambil mencium singkat bibir Fillea kemudian dirinya langsung melepas pelukannya dan beranjak dari tempat tidur untuk membersihkan dirinya.
Fillea membuka matanya sambil meringis mendapati sakit di daerah intinya.
"Kenapa masih sakit inikan bukan yang pertama," ucap Fillea bingung pasalnya dulu dirinya tidak merasakan sakit saat pertama kali melakukan dengan Fabio beberapa tahun silam. "Tidak!" teriak Fillea saat membuka selimut yang menutupinya membuat Valeno langsung keluar dari dalam kamar mandi dengan terburu-buru.
"Lea ada apa?" tanya Valeno penasaran sambil mendekat ke arah Fillea membuat Fillea langsung menunjuk sprei yang terdapat bercak darah yang tidak sedikit membuat Valeno langsung tersenyum kearah Fillea yang masih berada di atas tempat tidur tanpa sehelai benang pun.
"Apa kamu merasakan sakit di daerah intimu?" tanya Valeno penasaran membuat Fillea langsung menganggukkan kepalanya. "Kalau begitu aku yakin dulu kamu tidak benar-benar melakukannya, pasti dia tidak memasukkannya dan hanya bermain-main di depan pintu,"
__ADS_1
"Aku mana tahu dulu dia memaksaku untuk melakukannya aku rasa sudah masuk karena aku merasakan kenikmatan walaupun tidak senikmat semalam, dan di saat itu papah datang memergoki," jelas Fillea membuat Valeno langsung mengangkat tubuh Fillea yang tidak menggunakan sehelai benang pun.
"Dan aku yakin dia hanya bermain-main di depan pintu dan aku yang benar-benar masuk ke dalam sarang," ujar Valeno senang dan langsung membawa masuk Fillea ke dalam kamar mandi dan menaruhnya di bathtub.
"Aku yang akan membersihkan tubuhmu, kamu diam saja," ujar Valeno yang juga ikut masuk ke dalam bathtub sambil memeluk tubuh Fillea dari belakang dan tangannya tidak bisa diam karena langsung meremas gunung kembar jumbo milik Fillea.
"Leno jangan macam-macam,"
"Aku tidak akan macam-macam, aku hanya ingin mengajarimu cara bermain dari belakang," ucap Valeno sambil menciumi leher jenjang Fillea.
"Leno!"
*
Like
*
Komen
Bersambung..........
__ADS_1