
"Apa!" teriak Fillea tidak percaya pada apa yang dikatakan boleh mommy Valeno begitupun dengan Valeno membuat mommy Valeno dan juga daddy Valeno langsung menatap Fillea dan Valeno bergantian.
"Kenapa kalian terkejut begitu? Harusnya kalian merasa senang karena kalian akan segera menikah dan kalian akan segera menjadi mahram dan kalian juga bisa melakukan apapun yang kalian inginkan," ucap mommy Valeno membuat Fillea langsung menghembuskan nafasnya kasar berbeda dengan Valeno yang langsung tersenyum. "Leno antarkan Fillea pulang sekarang, karena kalian akan segera menikah besok. Yang terpenting kalian sah terlebih dahulu soal resepsi pernikahan bisa menyusul nanti," perintah mommy Valeno membuat Valeno langsung beranjak dari duduknya sambil mengulurkan tangannya ke hadapan Fillea tapi tidak di hiraukan oleh Fillea yang langsung berpamitan kepada mommy dan juga daddy Valeno kemudian Fillea langsung keluar dari rumah Valeno diikuti Valeno dari belakang.
"Lea tunggu," ujar Valeno sambil menarik tangan Fillea yang berjalan mendahului Valeno. "Maafkan aku atas kejadian di kamar Valery aku tidak sengaja mencium bibirmu," ujar Valeno lagi tapi tidak dihiraukan oleh Fillea yang langsung melepas tangan Valeno yang masih memegang tangannya dan Fillea langsung masuk ke dalam mobil Valeno.
Valeno dan juga Fillea yang sudah berada di dalam mobil tidak ada yang berkata satupun keduanya masih diam dalam pikirannya masing-masing.
"Lea," panggil Valeno memecah keheningan di dalam mobil setelah hampir setengah perjalanan tidak ada yang berkata. Tapi tidak ada sahutan dari Fillea yang sedang asyik menatap keluar jendela. "Bagus bukan kalau kita segera menikah…"
"Apa!" teriak Fillea memotong perkataan Valeno sambil menatap tajam ke arah Valeno.
"Aku belum selesai bicara jangan dipotong terlebih dahulu, maksud aku semakin cepat pernikahan kita semakin cepat pula kita berpisah bukan," sambung Valeno membuat Fillea hanya menganggukan kepalanya dan kembali lagi Fillea menatap keluar jendela dan tidak ada lagi suara yang keluar dari keduanya, hingga keduanya tiba di rumah Fillea yang sudah ramai dengan orang-orang yang sedang mendekorasi rumah Fillea untuk acara ijab kabul yang akan dilaksanakan esok hari. Saat papah Fillea akan menanyakan sesuatu kepada Fillea, Fillea pun tidak menghiraukan nya karena Fillea langsung menuju kamarnya. Menyisakan Valeno yang menjawab semua pertanyaan dari papah Fillea.
Fillea yang sudah berada di kamarnya langsung merebahkan tubuhnya sambil memegangi bibirnya dan mengingat kembali saat dirinya tidak sengaja berciuman dengan Valeno.
__ADS_1
"Kenapa rasanya berbeda saat tidak sengaja berciuman dengan Valeno, dengan terakhir kali aku berciuman dengan…" ucapan Fillea berhenti dan langsung mengacak acak rambutnya. "Lea apa yang kamu pikirkan," ucap Fillea lagi pada dirinya sendiri dan Fillea langsung beranjak dari tempat tidurnya menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
*
Valeno langsung memasuki lift menuju kamar hotel miliknya saat dirinya memutuskan untuk tidak kembali ke rumahnya melainkan pulang ke hotel, sesampainya di kamar hotel miliknya Valeno langsung disebut oleh Mario.
"Selamat datang pak Leno, sesuai keinginan pak Leno aku sudah mencarikan apa yang pak Leno inginkan sejak kemarin,"
"Surah dia pulang, aku sudah tidak menginginkan nya lagi,"
"Mario!" teriak Valeno membuat Mario langsung pergi ke kamar di mana dirinya membawakan wanita untuk Valeno.
"Tumben sekali, apa bos laknat sudah insyaf. Baguslah kalau begitu jadi aku tidak harus memikul dosa karena selalu mencarikan wanita untuk bos laknat yang tidak tahu diri," gumam Mario sambil menyuruh wanita yang tadi dirinya bawa untuk keluar dari kamar hotel milik Valeno.
"Manis seperti apa yang aku bayangkan sayang sekali hanya sebentar aku merasakannya," ucap Valeno sambil tersenyum saat dirinya sudah merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur dan dirinya mengingat kembali saat mel*mat bibir Fillea dengan sengaja.
__ADS_1
"Sepertinya akan bertambah satu lagi orang gila di dunia ini," ucap Mario yang baru masuk kembali ke kamar Valeno.
"Sial apa kamu mengatai aku Mario?"
"Tentu, siapa lagi yang ada di kamar ini, selain aku dan juga pak Leno,"
"Mario!"
"Ampun pak Leno,"
*
*
*
__ADS_1
Bersambung............