Istri Arogan Sang Cassanova

Istri Arogan Sang Cassanova
BAB 20 Dimajukan


__ADS_3

"Lery,"


"Lea," ucap Fillea dan juga Valery saudara kembar Valeno berbarengan kemudian keduanya saling berpelukan. 


"Kenapa kamu ada di sini Lery?" tanya Fillea penasaran. 


"Tentu saja aku berada di sini ini rumahku juga,"


"Jadi…" 


"Dia saudara kembarku. Apa kamu mengenal wanita dingin ini?" sambung Valeno sambil menunjuk Valery yang sedang melipat kedua tangannya dan menatap tajam ke arah Valeno saudara kembarnya. 


"Tentu saja aku mengenal Lery, kita dulu kuliah di universitas yang sama sebelum Lery pindah universitas," jelas Fillea membuat Valery langsung menarik tangan Fillea untuk masuk kedalam kamar Valery hingga keduanya terlibat obrolan dan mengingat kembali saat keduanya masih kuliah bersama walupun keduanya tidak lama hanya sekitar dua semester bersama.


"Aku penasaran kenapa kamu bisa mengenal Leno? Leno kan sejak kecil tinggal di London bersama grandma dan juga grandpa?" tanya Valery penasaran membuat Fillea langsung beranjak dari duduknya saat Valery bertanya sambil menatap Fillea penuh selidik. "Apa ada yang kalian sembunyikan?" tanya Valery lagi. 

__ADS_1


"Ceritanya panjang, aku bertemu dengan Leno dari media sosial di aplikasi pencari jodoh," bohong Fillea sambil tersenyum kearah Valery agar Valery percaya pada apa yang dikatakan oleh dirinya. "Oh iya bagaimana hubungan kamu dengan…"


"Aku masih menjalin hubungan dengannya hingga saat ini," ujar Valery tahu apa yang akan di tanyakan oleh Fillea padanya. 


"Oh iya? Aku ikut bahagia untukmu,"


"Tapi…" ucap Valery berhenti dan Valery langsung beranjak dari duduknya. "Nanti aku ceritakan semuanya kepadamu aku ingin membersihkan badanku terlebih dahulu," ucap Valery lagi sambil tersenyum dan dirinya langsung masuk kedalam kamar mandi. Meningalkan Fillea dikamarnya yang langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur Valery. 


"Apa yang para perempuan bicarakan, ini sudah malam, aku masih ada pekerjaan lain," gerutu Valeno sambil melihat jam di ponselnya yang menunjukkan pukul sepuluh malam membuat dirinya langsung beranjak dari duduknya dan langsung menuju dimana kamar Valery berada. 


"Lea apa yang kamu lakukan?" tanya Valeno saat sudah masuk kedalam kamar Valery membuat Valeno langsung menelan salivanya saat melihat paha mulus Fillea yang sedang tiduran tengkurap sambil bermain ponsel ketika gaun yang dikenakan Fillea naik hingga ke paha bagian atas Fillea, membuat Fillea langsung membalik badannya dan beranjak dari tempat tidur Fillea. 


"Leno apa yang kamu lihat?" tanya Fillea membuat Valeno langsung mengalihkan pandanganya dan memundurkan langkahnya tapi naas saat Valeno memundurkan langkahnya kaki Valeno menginjak botol parfum Valery membuat Valeno kehilangan keseimbangannya dan langsung jatuh tepat di pelukan Fillea membuat Fillea langsung terjatuh di atas tempat tidur Valery dengan tubuh Valeno menindih tubuhnya dan bibir keduanya saling menyatu, membuat Valeno yang sudah hilang kendali langsung mel*mat bibir Fillea. 


"Astagfirullah hal azim Leno, Lea apa yang kalian lakukan kalian belum mahram!" teriak mommy Valeno yang tiba-tiba masuk kedalam kamar Valery membuat Fillea langsung mendorong tubuh Valeno dan Fillea langsung berdiri. 

__ADS_1


"Tante ini tidak seperti yang tante lihat, tadi Leno terjatuh dan tepat menindih tubuhku tante," jelas Fillea saat mommy Valeno begitu kesal. 


"Tante tidak ingin mendengar alasan, tante lihat sendiri kalian berciuman dan ini tidak benar, kalian berdua turun," perintah mommy Valeno yang langsung keluar dari dalam kamar Valery diikuti Fillea dan juga Valeno, membuat Valery yang baru keluar dari dalam kamar mandi hanya mengangkat kedua bahunya tidak tahu apa yang sedang terjadi. 


Fillea yang sudah duduk di ruang tamu hanya bisa menunduk sambil menghembuskan nafasnya kasar saat mendapat introgasi dari daddy Valeno yang juga tidak percaya pada penjelasan Fillea. Membuat Fillea langsung menginjak kaki Valeno yang duduk tepat di sampingnya mengisyaratkan untuk membantu Fillea menjelaskan yang sebenarnya saat dari tadi Valeno hanya diam tanpa mengatakan sepatah katapun. 


"Leno tidak usah bicara," ujar mommy Valeno saat Valeno ingin mengatakan sesuatu ketika mommy Valeno baru kembali saat sebelumnya sibuk menghubungi seseorang. "Mommy sudah menghubungi papah Fillea, paman Malik dan juga bibi Sabila kalau pernikahan kalian dimajukan menjadi besok,"


"Apa!"


*


*


*

__ADS_1


Bersambung...........


__ADS_2