Istri Bayangan CEO Tampan

Istri Bayangan CEO Tampan
Aku Akan Menemukanmu


__ADS_3

Alvin kembali mengancingkan kemeja Dhatu saat teringat masa lalu mereka. Ia tak mau membuat Dhatu kembali marah dan membuat usahanya semakin sulit hanya karna nafsu semata. Meski akal sehatnya sudah mulao kacau, akan tetapi bukan itu maksudnya untuk mendapatkan Dhatu. Ia menginginkan wanita itu seutuhnya. Alvin akan bersabar dan mendapatkan wanita itu kembali. Sedikit lagi, maka mereka akan kembali bersama. Mereka akan saling memiliki dan tak lagi bisa dipisahkan. Ia percaya, jika Dhatu akan kembali senang begitu mereka bersama kembali.


Alvin yang sekarang bukanla dirinya yang dulu. Dhatu akan melihat dan menyadari aemua perubahannya. Dia yang sekarang tak akan mundur meski banyak yang mencegah kebersamaan mereka. Alvin akan terus maju walau seisi dunia menolak, dirinya akan membuktikan pada Dhatu jika dirinya bisa diandalkan. Ia memiliki segalanya, bukan lagi remaja yang menggantungkan hidup pada keluarga. Ia memiliki materi dan asset yang bisa membuat hidup mereka membaik, meski tak direstui. Dirinya akan menjaga Dhatu dan memberikan apa pun yang wanita itu inginkan. Dirinya akan memanjakan Dhatu dengan banyak hal yang bisa ia berikan pada wanita itu dulu. Alvin bukan lagi seorang bocah remaja yany dimabuk cinta tanpa mengerti arti dari perasaan itu, kini dirinya tahu benar cara untuk membahagiakan wanita pujaan hatinya


Alvin kembali merebahkan tubuhnya di samping Dhatu dan memeluk erat tubuh wanita itu. Ia menghirup aroma rambut Dhatu dalam-dalam, aroma manis yang selalu menenanhkannya. Alvin menenggelamkan wajahnya pada leher jenjang Dhatu dan air matanya pecah. Ketakutan mulai menjalar ke penjuru hatinya. Berulang kali ia meyakinkan diri sendiri jika Dhatu memiliki rasa yang sama dengannya dan berharap kali ini mereka bisa kembali ke masa lalu dan mengabadikan apa yang ada di antara mereka. Selamanya.


Walau hatinya penuh keyakinan, akan tetapi, dirinya tak kuasa menepis pedih dan juga ketakutan yang menjalar ke penjuru hatinya, menyesakkan dadanya. Dengan tangan bergetar diieratkaannya pelukannya pada tubuh Dhatu. Air matanya mengalir semakin deras. Ia tak mau lagi kehilangan. Semua perpisahan yang telah mereka lalui membuatnya seakan mati rasa dan ia tak mau lagi merasakan perasaan menyiksa itu lagi. Dirinya menginginkan kebahagiaan dan bahagianya adalah Dhatu, wanita pemilik hatinya.


***


Di sisi lain, Dirga yang sedari tadi tak bisa menghubungi Dhatu mulai panik. Ponsel wanita itu tidak aktif, padahal sudah sejak tiga jam lalu ia berusaha menghubunginya. Dhatu bilang akan menunggu Dirga di tempat parkir dan tidak lama ia meminta sekretarisnya untuk mengundur meeting selanjutnya ke esok hari agar Dhatu tak terlalu lama menunggunya. Ia ingin mengajak wanita itu menyantap makan malam bersama dan mengejar segala ketertinggalan di antara mereka. Menceritakan semua kegiatan mereka seraya menyantap makan malam dan saling menatap penuh cinta, sudah banyak hal yang direncanakannya. Namun anehnya, mengapa Dhatu tak kunjung tiba.


Dhatu tak pernah seperti ini sebelumnya. Tiba-tiba menghilang saat mereka sudah saling berjanji. Tak ada kabar dan pergi begitu saja. Semua ini sangat bertolak belakang dengan sikap Dhatu yang kerap melaporkan apa atau ke mana ia akan pergi. Dhatu pasti tahu benar, jika Dirga akan khawatir jika wanita itu tiba-tiba menghilang seperti ini dan Dhatu bukanlah orang yang suka membuatnya cemas.

__ADS_1


Marah? Dirga menggeleng. Dari pembicaraan mereka tadi, tak ada sedikitpun amarah yang tersirat dalam nada suaranya, membuat Dirga semakin tak mengerti akan perubahan sikap Dhatu yang begitu tiba-tiba dan tak masuk akal.


"Pak Dirga," suara Drew membawa Dirga kembali ke alam nyata. Lelaki itu segera membalik tubuh dan melihat ke arah Drew yang kini tengah berlari ke arahnya. Lelaki itu mengulurkan ponsel yang dikenali Dirga sebagai milik Dhatu. Drew mengulurkan benda pipih itu begitu sudah berdiri di hadapan Dirga.


"Saya menemukan ponsel ini nggak jauh dari tempat mobil Bapak terparkir dan saya yakin jika ini adalah ponselnya Bu Dhatu," ucap Drew dengan nada khawatir.


Dirga mengambil ponsel dari Drew dengan tangan bergertar. Ketakutan mulai merasuki setiap relung hatinya, mengantarkan kekhawatiran yang begit besar. Banyak tanya yang hadir di dalam benak Dirga. Kemana dan dengan siapa Dhatu pergi? Melihat dari hancurnya ponsel wanita itu, membuat Dirga yakin, jika Dhatu tak pergi dengan kemaunannya sendiri. Layar benda pipih itu tampak retak seakan terlindas oleh ban mobil.


Drew mengangguk, lalu segera meninggalkan Dirga di parkiran mobil. Lelaki itu menatap nanar ponsel Dhatu, ketakutannya semakin menjadi-jadi.


"Pernah sekali kami bertemu di tempat makan, secara kebetulan, namun terlalu aneh, hingga aku pikir, dia sengaja mengikutiku, Mas."


Perkataan Dhatu saat ia menanyakan lebih akan sikap aneh Alvin padanya terlintas di dalam benak Dirga. Dirga yakin, jika kehilangan Dhatu pasti berkaitan dengan Alvin. Dirga masih mengingat jelas tatapan mata penuh amarah yang Alvin berikan padanya hari ini. Lelaki itu bahkan berteriak histeris, mengatakan bahwa Dhatu adalah miliknya. Ya, lelaki gila itu pasti telah melakukan sesuatu pada wanitanya. Ternyata, kegilaan lelaki itu cukup berbahaya. Padahal Dirga sudah mengancam akan menghancurkan lelaki itu jika masih terus-terusan berani mengganggu istrinya.

__ADS_1


Amarah Dirga meningkat dalam seketika. Ia akan memberi Alvin pelajaran dan membuat lelaki itu kapok. Dirinya akan membuat Alvin mengerti jika Dhatu hanyalah miliknya seorang. Tak kan mungkin dibiarkannya seorang pun menyakiti wanitanya dan ia akan memusnahkan mereka yang berani mencelakai istrinya itu. Tak akan diberikannya ampun. Bukan hanya Alvin yang bisa bertindak gila karna dirinya pun bisa menjadi sama gilanya dengan lelaki itu.


Dirga segera mengeluarkan ponselnya dan mencoba menghubungi nomer ponsel Alvin, namun tak tersambung, membuatnya semakin yakin, jika memang lelaki itu berkaitan dengan kehilangan Dhatu. Dirga menghubungi Drew.


"Cepat siapkan orang-orangmu untuk mencari di mana Alvin berada. Aku yakin, dia lah yang menculik Dhatu," ucap Dirga tanpa basa-basi setelah Alvin mengucapkan kata halo.


"Aku baru aja mau menghubungi Pak Dirga dan mengatakan kalau mobil Pak Alvin terlihat memasuki kantor dan meninggalkan kantor, tepat dengan jam kehilangan Bu Dhatu."


Dirga mengangguk. Dugaannya benar. "Arahkan semua orang untuk mencari jejak dan juga semua properti yang dia miliki. Selidiki secara dalam dan segera bertitahukan padaku perkembangannya. Aku juga akan mencarinya," Dirga geram, "nggak akan kubiarkan lelaki gila itu menyakiti istriku!"


Panggilan segera terputus begitu Drew mengatakan jika dirinya mengerti dan akan segera mengerjakan seluruh perintah Dirga.


"Kamu di mana, Tu?" Dirga berteriak frustrasi. Ia segera berjalan ke mobil dan segera meninggalkan tempat parkir itu.

__ADS_1


__ADS_2