Istri Ke Dua ( Ana )

Istri Ke Dua ( Ana )
Episode 100 Telur busuk


__ADS_3

Evan dengan refleks terbangun saat mendengar suara Aisyah yang membangunkan nya.


" Ada apa mas... mas mimpi buruk lagi? "


" Iya Aisyah... " Sambil mengusap keringat dingin yang menetes dr keningnya.


" Mungkin tadi sebelum tidur mas lupa baca doa mangkanya jadi mimpi buruk. "


Evan hanya terdiam


" Mimpi yang sama lagi? "


Evan hanya mengangguk pelan.


" Mungkin mas terlalu memikirkan nya jadi terbawa mimpi. Mas jangan terlalu banyak pikiran ya. sudah tidur lagi yuk baru jam satu "


Aisyah membaringkan suaminya yang masih tampak shock dengan mimpinya


" apa keputusan ku menikahi Ana salah? aku ingin membuat nya bahagia, menebus segala dosa yang dulu aku lakukan sehingga membuat nya menderita sendirian. "


gumam Evan dalam.hati sebelum dia memejamkan Matanya


Sementara di kamar Ana, dia juga bermimpi bertemu ayahnya namun ayahnya terlihat sedih dan hanya diam saja. Tidak mengucapkan sepatah katapun.


Keesokan harinya Ana sudah kembali membaik dia memasak untuk N, seperti tidak terjadi apa apa kemarin. Namun mata sembabnya tidak bisa membohongi bahwa dirinya tidak baik baik saja.

__ADS_1


" Ana... kenapa kau memasak sendiri di dapur kan ada mbok Ijah. biarkan mbok jah dan saya yang memasaknya kamu istirahat saja di kamar. " pinta Aisyah yang datang ke dapur berniat membantu mbok Ijah menyiapkan sarapan untuk suaminya


" Aku baik baik saja. "


" Syukurlah kau begitu... ya sudah kita masak bareng bareng pasti lebih asik dan lebih enak masakan nya. "


Ana hanya diam mendengar perkataan Aisyah.


Setelah mereka selesai memasak dan menyiapkan makanan kemudian Aisyah memanggil Evan dan N untuk sarapan.


Ana meminta izin Evan untuk mengantarkan N ke sekolah. Awalnya Evan tidak mengizinkan nya namun Ana meyakinkan Evan bahwa tidak akan terjadi sesuatu yang buruk pada dia. Evan pun luluh dan mengizinkan Ana mengantarkan N ke sekolah.


Sesampainya di sekolah, Ana pura pura tidak dengar cemoohan para ibu yang mengantarkan anaknya ke sekolah. Dia tetap fokus pada N. Setelah N masuk ke sekolah Ana bergegas ke makan ayah dan ibunya. sudah lama dia tidak mengunjungi makan ke dua orang tuanya.


Di sana dia teringat pada adiknya Aris


setelah berdoa Ana bergegas untuk pulang. Namun sayang ban motornya kempes sehingga dia harus menuntun motor itu sampai ke bengkel.


Saat sampai di bengkel Ana meminta Abang tukang tambal ban untuk segera menambal ban motor nya namun di cegah oleh istri tukang tambal ban itu


" Pak ... suruh wanita itu cari tambal ban lain nya aja,jangan sampai nambal ban di sini. bisa sial bengkel kita. "


" Maksud ibu apa? "


" Bapak nggak tahu atau pura pura nggak tahu, dia itu pelakor... pelakor pak. Perebut laki orang. Lakinya neng Aisyah tu di rebut nya. dia ini istri ke dua nya pak Evan "

__ADS_1


" Astaghfirullah hal adzim ibu... istighfar Bu. Tidak boleh begitu atuh Bu, pilih pilih pelanggan. Neng ini sudah jauh jauh dorong motornya masak mau saya suruh balik? "


" Biarin pak.. itu hukuman buat orang yang suka merebut milik orang lain. "


" Sudahlah pak... nggak pa pa kog, saya cari tukang tambal ban yang lainnya. "


" Maaf ya neng... di sana sekitar 500 meter dari sini ada tukang tambal ban. Neng coba ke sana aja. "


" Iya pak Makasih... "


" Hai... j****g... jangan sok baik ya di depan laki gue... gue ini bukan seperti neng Aisyah yang mau maunya di madu dengan wanita kampungan seperti kamu. " Sambil melempar telur busuk yang di bawanya sejak tadi


" Rasa in loe... makan tu telur busuk. Seperti mu yang busuk... ciih... pura pura baik di depan orang. Saya tidak akan tertipu dengan tingkah polos mu. dasar kampungan. "


Ana hanya diam saja di perlakukan seperti itu di depan para pelanggan bengkel tersebut. Dia hanya mampu menahan tangisnya.


" kamu benar benar sudah keterlaluan Bu... " tukas suami ibu itu.


" Iya Mpok... kamu sudah keterlaluan... dia kan pelanggan masak di perlukan seperti itu. " ujar salah satu pelanggan bengkel


" Untuk wanita pelakor seperti itu memang pantas mendapatkan perlakuan seperti itu. "


" Dia hanya pura pura baik, setelah itu di rebut lah suamimu. mau kamu? "


" Ya... tidak lah Mpok. tapi kan kasian... nggak perlu juga Mpok kasar seperti itu. Neng Aisyah saja santai menghadapi nya kenapa Mpok yang emosi? "

__ADS_1


" Ah... sudahlah... nanti kalau suamimu di rebut pelakor baru tahu rasa kamu. " Pergi meninggalkan bengkel


__ADS_2