Istri Ke Dua ( Ana )

Istri Ke Dua ( Ana )
Episode 91 Aku menerima mu sebagai maduku


__ADS_3

Setelah Evan mengobati luka Ana, dia menuntun Ana ke meja makan untuk sarapan bersama. Evan mencari Aisyah yang tidak biasanya jam segini belum bangun


" Mbok....di mana Aisyah? "


" Non Aisyah belum keluar kamar dari tadi pagi den "


" Bisa mbok panggilkan Aisyah Sekarang biar kita bisa sarapan bareng bareng. "


" Selamat pagi papa... "


" Hai...tuan putri sudah bangun... wah....cantik sekali anak papa... sini duduk dengan papa "


N bergegas menuju pangkuan Evan


" bukankah sebaiknya dirimu yang meminta Aisyah untuk datang ke sini? kenapa harus mbok jah yang memanggil nya "


" Den... non Aisyah tidak mau sarapan di sini, dia ingin mbok bawakan sarapan nya ke dalam. "


" Baik lah mbok... bawakan sarapan Aisyah ke kamar. "


" Kenapa kau tidak membujuknya untuk datang ke sini? " Tanya Ana pada Evan


" Atau kalau dia tidak mau sarapan bareng aku dan N, aku akan sarapan di kamar saja. "


" Ana... biarkan Aisyah sendiri dulu. Dia butuh waktu untuk menerima semua ini. "


" Apa kau tidak memberi tahu Aisyah bahwa kau akan membawaku ke sini? "


" Aku tidak sempat membicarakan semua ini dengan Aisyah. saat itu aku melihat mu di usir dari rumah, seketika itu aku langsung ingin membawamu ke sini jadi tak sempat aku memberi tahu Aisyah. "

__ADS_1


Setelah sarapan Evan pergi ke kantor sedangkan Ana tidak tahu harus berbuat apa di rumah itu. Rumah yang asing baginya.


" Mbok... bolehkah aku membantu mbok jah memasak buat makan malam? "


" Tidak neng... neng Ana sedang sakit, nanti den Evan marah jika tahu mbok mengizinkan Eneng ikut memasak. "


" Tapi aku jenuh mbok hanya diam saja. "


" Neng istirahat saja biar kaki neng bisa segera sembuh. "


" Baiklah mbok... "


" Kalau neng butuh sesuatu panggil saja mbok,jangan sungkan sungkan. "


" iya mbok makasih "


Aisyah mendatangi mbok jah dan bertanya tentang Ana


" Kenapa dia mbok...? "


" Kakinya tersiram air panas tadi pagi non. "


" Owh... " sambil mengangguk anggukkan kepala nya


" Non butuh sesuatu? "


" Enggak mbok... cuma haus aja "


Setelah itu Aisyah kembali ke kamarnya mengambil kotak obat dan menuju ke kamar Ana

__ADS_1


" Kaki mu masih sakit ? " Aisyah bertanya pada Ana yang merintih ke sakitan karena kakinya mulai bengkak


" Owh ... lumayan. masuk lah... kenapa di depan pintu saja. "


" Di mana N ? " Sambil melihat ke sekeliling kamar Ana


" N lagi main di taman... "


" Oleskan salep ini ke kakimu yang terluka agar tidak terlalu bengkak " Memberikan salep kepada Ana


" Terimakasih... dan maafkan aku. "


" Kenapa minta maaf? "


" Karena aku mengingkari janjiku untuk tidak menikah dengan Evan. "


" Sudahlah... aku yang menyuruh Evan menikahi mu jadi tak perlu kau khawatir kan aku. Aku menerima mu sebagai madu ku, jadi tidak usah merasa bersalah padaku "


" Aku tahu yang kau rasakan saat ini, pasti sakit melihat suamimu menikah lagi. "


" Wajar jika aku merasa sakit hati karena aku mencintai suamiku, dan itu manusiawi. Tapi aku tahu jika aku dapat bersabar insyaallah surga balasan Allah untukku. " ucap Aisyah sangat tegar


" Cepatlah sembuh... dan kita bisa jadi teman baik dalam mengurus suami kita " ucapan Aisyah membuat Ana tak percaya


Aisyah meninggalkan Ana yang masih tak percaya terhadap sikap Aisyah. Dia pikir Aisyah akan marah dengan nya dan akan memusuhi nya namun ternyata sebaliknya Aisyah sangat baik padanya dan ingin berteman dengan dia.


" kenapa kau sakiti wanita sebaik dia kak, demi bersama denganku? Dengan sikapnya yang seperti ini aku akan semakin merasa bersalah padanya. Aisyah...tolong benci aku dan marah padaku agar aku tidak begitu merasa bersalah padamu " batin Ana


Meskipun terlihat tegar di hadapan Ana, namun pada kenyataannya Aisyah sangat terpukul dan lemah dengan semua keadaan itu. Sesampainya di kamar, Aisyah menangis, dia tidak kuasa menahan luka hati yang kian lama kian sakit di rasakan.

__ADS_1


__ADS_2